Chlordiazepoxide (Alias: Klordiazepoksid)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Chlordiazepoxide memberikan efek relaksasi yang bisa digunakan untuk mengurangi gejala putus alkohol.
Chlordiazepoxide memberikan efek relaksasi yang bisa digunakan untuk mengurangi gejala putus alkohol.

Merk dagang yang beredar:

Librium

Chlordiazepoxide adalah obat golongan benzodiazepin yang digunakan untuk penderita insomnia dan mengurangi gejala kecemasan sebelum operasi. Efek relaksasi pada obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi gejala putus alkohol. Chlordiazepoxide bekerja pada sistem saraf pusat dengan meningkatkan efek kimia alami yang dapat memberikan efek relaksasi sehingga dapat mengurangi rasa takut dan kecemasan pada pasien sebelum operasi.

Chlordiazepoxide (Klordiazepoksid)
Golongan

Benzodiazepin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Kapsul, tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.Dosis dikurangi untuk lansia dan pasien yang lemah.

Insomnia

  • Dewasa: 10-30 mg sebelum tidur.

Kejang otot

  • Dewasa: 10-30 mg/hari dalam dosis terbagi.

Kecemasan

  • Dewasa: 30 mg/hari dalam dosis terbagi, dapat ditingkatkan hingga 100 mg/hari jika kondisi parah

Gejala putus alkohol

  • Dewasa: 25-100 mg/hari dan diulang seperlunya. Dosis maksimal 300 mg/hari.

Aturan pakai Chlordiazepoxide dengan benar

Chlordiazepoxide dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Sebelum mengonsumsi obat ini, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Obat ini dapat menyebabkan ketergantungan jika dikonsumsi untuk jangka waktu yang lebih lama dari rekomendasi dokter. Jangan meningkatkan dosis atau berhenti saat menggunakan obat ini tanpa arahan dari dokter. Pengurangan dosis secara bertahap mungkin akan disarankan oleh dokter untuk menghindari efek samping seperti kejang.

Efek Samping

Efek samping seperti mengantuk, mual, sembelit, penglihatan kabur, atau sakit kepala dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera cari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius seperti:

  • Perubahan mood
  • Bicara cadel
  • Kesulitan berjalan
  • Penurunan atau peningkatan minat seks
  • Tremor, gerakan tak terkendali
  • Wajah atau otot berkedut
  • Kesulitan buang air kecil
  • Gangguan tidur
  • Pingsan
  • Mual atau muntah berat
  • Sakit tenggorokan atau demam berat

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Alergi chlordiazepoxide atau alergi lain
  • Disfungsi hati atau ginjal
  • Masalah paru-paru atau pernafasan
  • Gangguan darah
  • Penyalahgunaan alkohol

Obat ini dapat membuat Anda pusing atau mengantuk. Alkohol dapat membuat Anda lebih pusing atau mengantuk. Jangan melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan dan hindari minuman beralkohol.

Individu berusia lanjut dan lemah mungkin akan lebih sensitif terhadap efek samping obat ini. Obat ini juga tidak boleh digunakan untuk jangka waktu yang lama, karena hal tersebut dapat menyebabkan ketergantungan, kecuali ada anjuran dari dokter.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Insufisiensi paru akut
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui
  • Hipersensitivitas terhadap benzodiazepine

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan chlordiazepoxide dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi. Pemakaiannya bersamaan cimetidine dapat meningkatkan jumlah serum chlordiazepoxide. Selain itu. konsumsi alkohol bersamaan obat tersebut, akan meningkatkan efek depresi sistem saraf pusat dari chlordiazepoxide. Interaksi lain yang dapat terjadi adalah peningkatan efek neuroleptik.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/chlordiazepoxide-hydrochloride-oral-route/description/drg-20072246
Diakses pada 26 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlordiazepoxide
Diakses pada 26 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8630/chlordiazepoxide-hcl-oral/details
Diakses pada 26 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top