Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Chloramphenicol (Alias: Kloramfenikol)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Chloramphenicol digunakan untuk menghilangkan berbagai bakteri pada mata yang disebabkan mikroorganisme.
Chloramphenicol digunakan pada berbagai bakteri pada mata yang disebabkan mikroorganisme.

Merk dagang yang beredar:

Chloramex, Chloramphenicol Indo Farma, Cloramidina, Colme, Colme Eye Drop, Combicetin, Colsancetine, Enkacetyn, Fenicol, Grafacetin, Ikamicetin Ointment, Ikamicetin Ophth Ointment, Salisol Isotis 0,5% & 1%, Kalmicetine, Kalmicetine Oint, Kemicetin, Lanacetine, Licoklor, Palmicol, RECO, Opthalmic Ointment Cloramidina, Salep Topikal Cloramidina , Suprachlor, Xepanicol.

Chloramphenicol merupakan obat antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk berbagai macam infeksi oleh mikroorganisme. Antibiotik chloramphenicol ini bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri. Chlorampenicol tidak dapat digunakan untuk jenis infeksi mata lainnya selain infeksi serius pada mata yang disebabkan oleh bakteri.

Chloramphenicol (Kloramfenikol)
Golongan

Antibiotik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Obat tetes, tablet, salep, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Obat Tetes
Infeksi Okular

  • Dewasa: 1 tetes setiap 2 jam, dosis awal 0,5%. Dosis dapat ditingkatkan setelah kondisi membaik. Disarankan perawatan tetap dilanjutkan selama 48 jam bahkan setelah kondisi membaik.

Tablet Oral
Meningitis Bakterial, Infeksi Bakteri Anaerob, Abses Otak, Tularemia, Gastroenteritis berat

  • Dewasa: 50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis, dinaikkan sampai 100 mg/kg/hari untuk meningitis atau infeksi berat. Pengobatan tetap dilanjutkan setelah suhu tubuh menjadi normal selama 4 hari pada penyakit riketsia dan 8-10 hari pada demam tifoid.

Tetes Telinga

  • Dewasa: 2-3 tetes dengan Chloramphencol 5% 2-3 kali sehari

Aturan pakai Chloramphenicol dengan benar

Mencuci tangan terlebih dahulu merupakan hal yang wajib Anda lakukan sebelum menggunakan obat tetes mata chloramphenicol untuk menghindari terjadinya kontaminasi. Jangan menyentuh ujung pipet obat tetes mata atau permukaan lainnya.

Saat akan menggunakan obat tetes mata chloramphenicol, pegang pipet tepat di atas mata Anda dan teteskan 1 tetes ke dalam mata, lakukan sebanyak 2-6 kali sehari atau ikuti petunjuk dokter. Kemudian lihatlah ke bawah dan tutup mata Anda secara perlahan selama 1 sampai 2 menit, usahakan untuk tidak berkedip atau menggosok mata saat Anda menggunakannya agar obat tetes mata dapat masuk sepenuhnya ke dalam mata untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Ulangi langkah-langkah ini saat ingin menggunakan obat tetes mata tersebut.

Jika Anda akan menggunakan dosis lebih dari 1 tetes dan untuk mata Anda yang lain jika diarahkan demikian, jangan bilas pipet. Ganti tutup pipet setelah setiap kali digunakan. Jika ingin menggunakan obat mata jenis lain seperti salep, disarankan untuk menunggu 5 hingga 10 menit sebelum menggunakan obat lain. Sebaiknya gunakan tetes mata sebelum salep agar cairan tetes mata dapat masuk ke mata.

Untuk penggunaan oral, obat ini dikonsumsi saat perut kosong atau 1-2 jam setelah makan.

Disarankan untuk menggunakan obat ini secara teratur dan penggunaan obat di waktu yang sama setiap hari dapat membantu Anda mendapatkan efek atau manfaat obat yang maksimal. Jangan menghentikan penggunaan obat terlalu cepat untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan kembalinya infeksi pada mata Anda. Hubungi dokter jika kondisi Anda tidak berubah atau memburuk.

Efek Samping

Efek samping seperti penglihatan kabur sementara, terbakar, menyengat, atau kemerahan, demam, perubahan status mental, pendarahan saluran cerna, ototoksik pada penggunaan tetes telinga dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius, seperti:

  • Supresi sumsum tulang dan anemia aplastik ireversibel
  • Neutropenia
  • Trombositopenia
  • Anafilaksis
  • Sindrom bayi abu-abu

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Alergi antibiotik chloramphenicol atau alergi antiobiotik lain
  • Memiliki gangguan fungsi ginjal atau hati
  • Bayi prematur dan cukup bulan
  • Anemia
  • Penderita diabetes
  • Riwayat terapi radiasi

Hindari penggunaan lensa kontak saat ingin menggunakan obat chloramphenicol. Konsultasikan kepada dokter mata terlebih dahulu jika Anda ingin menggunakan lensa kontak kembali setelah penggunaan obat tetes chloramphenicol.

Menggunakan obat chloramphenicol akan membuat penglihatan Anda kabur, buram, atau tidak jelas. Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lainnya setelah pemakaian obat chloramphenicol sampai penglihatan Anda kembali pulih atau jelas.

Penggunaan obat chloramphenicol saat kehamilan dan menyusui sangat tidak dianjurkan karena dapat membahayakan bayi yang baru lahir (sindrom bayi abu-abu). Selain itu obat ini dapat melewati ASI dan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat hipersensitivitas terhadap obat.
  • Kehamilan dan menyusui
  • Porfiria
  • Riwayat depresi sumsum tulang atau diskrasia darah

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan chloramphenicol dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Menurunnya efek zat besi dan vitamin B12 pada penderita anemia
  • Phenobarbitone dan rifampin mengurangi efektivitas chloramphenicol
  • Meningkatkan efek antikoagulan oral
  • Meningkatkan efek obat hipoglikemik oral
  • Meningkatkan efek fenitoin (obat untuk mencegah dan mengontrol kejang)
  • Menganggu kerja obat kontrasepsi oral.
  • Hindari pemberian bersamaan dengan obat yang menekan fungsi sumsum tulang.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/chloramphenicol-ophthalmic-route/description/drg-20062728
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/chloramphenicol/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-19138-879/chloramphenicol-ophthalmic-eye/chloramphenicol-drops-ophthalmic/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Back to Top