Chloramfecort Krim 10 g

25 Nov 2020| Maria Yuniar
Chloramfecort krim berfungsi untuk mengatasi infeksi kulit akibat bakteri disertai peradangan

Deskripsi obat

Chloramfecort krim adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi kulit akibat bakteri, disertai peradangan. Krim ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Chloramfecort krim mengandung zat aktif chloramphenicol dan hydrocortisone acetate. Obat ini digunakan untuk kulit dan dapat mengatasi infeksi bakteri yang rentan terhadap antibiotik chloramphenicol. Chloramphenicol adalah antibiotik yang dapat menghentikan pertumbuhan pada bakteri. Selain itu, krim ini juga dapat mengatasi peradangan karena kandungan hydrocortisone. Hydrocortisone dapat mengurangi gejala peradangan pada kulit dengan cara menekan respon sistem kekebalan tubuh, sehingga gejala-gejala peradangan seperti nyeri dan pembengkakan akan berkurang.
Chloramfecort Krim 10 g
HETRp 17.420/tube per Maret 2019
Kandungan utamaChloramphenicol base dan hydrocortisone acetate.
Kelas terapiAntiinfeksi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatAntibiotik kloramfenikol.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 10 g
ProdusenKimia Farma

Informasi zat aktif

Hydrocortisone acetate adalah salah satu komponen dalam Chloramfecort krim.

Hydrocortisone adalah obat golongan kortikosteroid yang memiliki mekanisme kerja menurunkan sistem kekebalan tubuh dengan mengikat reseptor glukokortikoid, sehingga terjadi perubahan ekspresi gen dan menekan migrasi (perpindahan) leukosit. Dalam dosis rendah, hydrocortisone memiliki daya antiinflamasi (mengurangi peradangan). Sementara, dalam dosis tinggi dapat digunakan sebagai imunosupresif (menurunkan sistem kekebalan tubuh).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, hydrocortisone memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dikulit dengan bioavailabilitas 4-19.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dengan pengikatan protein: Lebih dari 90%.
  • Metabolisme: Terjadi di organ hati.
  • Ekskresi: Melalui urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi infeksi bakteri pada kulit yang rentan terhadap chloramphenicol.
  • Mengatasi peradangan pada kulit kulit yang ditandai dengan gatal dan kulit kering (dermatitis).
  • Mengobati gangguan peredaran darah pada bagian bawah kaki yang menyebabkan peradangan, bisul, serta gatal (dermatitis statis).
  • Mengatasi peradangan pada folikel rambut (folikulitis).
  • Mengobati penyakit kulit lain yang peka terhadap antibiotik kloramfenikol dan hidrokortison.

Chloramphenicol bekerja dengan cara menghambat proses sintesis protein bakteri, sehingga menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut. Chloramphenicol merupakan antibiotik dengan spektrum luas yang memiliki sifat bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri) dan bakterisidal (membunuh bakteri). Hydrocortison acetate dapat meredakan nyeri dan pembengkakan yang merupakan gejala dari peradangan. Hal tersebut dapat terjadi karena hyrdocortisone memiliki mekanisme kerja yang mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Komposisi obat

Tiap 1 g:

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Oleskan krim sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

  • Oleskan pada bagian kulit yang sakit atau sesuai anjuran dokter.
  • Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih sebelum dan sesudah menggunakan Chloramfecort krim.

Efek samping obat

  • Kulit kering.
  • Gatal-gatal dan iritasi kulit.
  • Sensasi seperti terbakar pada kulit.
  • Pengelupasan kulit.
  • Biang keringat.

Perhatian Khusus

  • Jangan digunakan pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
  • Dapat terjadi penyerapan ke seluruh tubuh (sistemik) saat dipakai pada kulit (topikal). Hidrokortison dapat dikeluarkan melalui ASI, sehingga penggunaan pada ibu hamil perlu dipertimbangkan.
  • Segera hentikan penggunaan apabila timbul reaksi iritasi atau reaksi sensitif terhadap krim ini.
  • Hindari penggunaan pada area dekat mata.
  • Penggunaan kortikosteroid topikal dapar menimbulkan hipoplasia sumsum tulang termasuk anemia aplastik.
  • Penggunaan pembalut penutup luka dan pengobatan yang ekstensif dapat menyebabkan peningkatan penyerapan sistemik dari kortikosteroid.
  • Jangan digunakan pada daerah yang luas atau penggunaan jangka panjang.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Chloramfecort Krim pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan krim ini atau pasien yang memiliki alergi terhadap obat golongan kortikosteroid atau antibiotik lainnya.
  • Pasien dengan herpes simplex.
  • Pasien dengan cacar air (varicella).
  • Pasien yang mengalami infeksi jamur atau virus pada kulit.
  • Pasien dengan penyakit tuberkulosis (TBC) kulit atau penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri (sifilis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat topikal dari jenis antibiotik atau kortikosteroid lain.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek sampingnya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika dalam jangka waktu 1 minggu kondisi infeksi tidak membaik.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chloramphenicol?mtype=generic
Diakses pada 13 November 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/chloramphenicol/
Diakses pada 13 November 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/hydrocortisone-skin-cream/
Diakses pada 13 November 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380
Diakses pada 13 November 2020

DrugBank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00741
Diakses pada 13 November 2020

DrugBank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00446
Diakses pada 13 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email