Cerini Tetes 20 ml

25 Agu 2020| Arif Putra
Cerini tetes adalah obat untuk mengatasi kondisi alergi seperti rinitis alergi dan urtikaria.

Deskripsi obat

Cerini tetes adalah obat untuk mengatasi gejala alergi seperti bersin, mata berair, dan gatal akibat rinitis alergi atau urtikaria. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rydian tablet mengandung zat aktif setirizin hidroklorida.

Cerini Tetes 20 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 84.563/botol per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 1 botol @ 20 ml
ProdusenSanbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap alergen tertentu dan terjadi sepanjang tahun (rinitis alergi perenial).
  • Reaksi yang terjadi karena adanya perubahan musim (rinitis alergi musiman).
  • Biduran yang berlangsung selama 6 minggu ke atas (urtikaria idiopatik kronik) dan tidak diketahui penyebabnya secara signifikan (urtikaria idiopatik kronis).

Setirizin adalah antialergi yang dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti pilek, bersin, mata berair, mata atau hidung gatal, dan gatal-gatal. Ini bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Histamin dilepaskan dari sel yang menyimpan histamin (sel mast) dan kemudian melekat pada sel lain yang memiliki reseptor untuk histamin. Penempelan histamin ke reseptor menyebabkan sel menjadi aktif dan melepaskan bahan kimia lain yang menghasilkan efek yang kita kaitkan dengan alergi, misalnya bersin. Setirizin memblokir satu jenis reseptor untuk histamin (reseptor H1) dan dengan demikian mencegah aktivasi sel yang mengandung reseptor H1 oleh histamin. Setirizin dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak mudah masuk ke otak dari darah sehingga akan menyebabkan lebih sedikit rasa kantuk.

Komposisi obat

Tiap 1 ml: setirizin hidroklorida 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: ½-1 sendok takar 5 ml (2,5-5 ml)/hari.
  • 6-12 tahun: 1-2 sendok takar 5 ml (5-10 ml)/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mengantuk dan kelelahan.
    Gantikan dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, konsultasikan dengan dokter.
  • Mulut kering.
    Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.
  • Mual.
    Mengonsumsi obat dengan makanan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Minta rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit pada apoteker. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama konsumsi obat ini, jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika merasa pusing ketika berdiri, coba bangun dengan perlahan atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduk hingga merasa lebih baik. Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Sakit perut.
    Coba untuk beristirahat dan rileks dan makan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih sedikit. Tempelkan bantal panas atau botol air panas tertutup pada berut. Jika rasa sakit semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan, segera hubungi dokter Anda jika mengalami tanda dehidrasi seperti penurunan frekuensi buang air kecil dan urin berwarna gelap. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengatasi diare, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit tenggorokan.
    Untuk yang berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba berkumur dengan larutan aspirin (1 tablet aspirin terlarut dalam setengah gelas air) atau menggunakan obat kumur yang menghilangkan rasa sakit. Jika gejala bertahan lebih dari seminggu, segera hubungi dokter atau apoteker. Untuk anak-anak usia 16 tahun ke bawah tidak boleh diberi aspirin.
  • Gejala flu.
    Jika Anda berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba minum aspirin atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Anak-anak lebih mungkin mendapatkan gejala-gejala ini, tetapi harus diberikan ibuprofen saja dan bukan aspirin. Anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh diberikan asprin. Jika gejala Anda atau anak Anda kembali ketika Anda berhenti minum obat penghilang rasa sakit, konsultasikan dengan apoteker Anda.
  • Gatal atau ruam.
    Jika mengalami ruam setelah mengonsumsi obat ini, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis obat antihistamin yang berbeda.
  • Timbul rasa kegelisahan.
    Cobalah untuk mengonsumsi setirizin tepat sebelum tidur, jadi Anda tertidur saat ini kemungkinan besar terjadi. Jika gejalanya tidak hilang, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis antihistamin yang berbeda.
  • Kaki dan tangan terasa kesemutan.
    Jika ini tidak hilang, segera hubungi dokter Anda.
  • Muntah.
  • Perasaan tidak nyaman (malaise).
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Pembengkakan pada kulit akibat terjadinya penumpukan cairan (angioedema).
  • Kejang.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Halusinasi.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan peningkatan risiko retensi urin.
  • Pasien epilepsi dan pasien yang berisiko mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien yang mengemudi karena dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi yang lahir prematur.
  • Anak-anak usia 2 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil pada trimester pertama.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Hidroksizin dan levosetrizin.
    Penggunaan bersama setirizin dapat menyebabkan peningkatan kadar setirizin dalam darah dan dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Obat penenang.
    Penggunaan bersama setirizin dapat menyebabkan peningkatan depresi pada sistem saraf pusat.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cetirizine?mtype=generic
Diakses pada 30 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/cetirizine/
Diakses pada 30 Juli 2020

Sdrugs. https://www.sdrugs.com/
Diakses pada 30 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Alergi Seafood pada Tubuh

Alergi seafood dapat ditandai dengan gatal dan muntah setelah makan seafood. Hal tersebut perlu Anda perhatikan agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
01 Nov 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Alergi Seafood pada Tubuh

Kenali 2 Obat Alergi Makanan yang Sebaiknya Selalu Anda Bawa

Obat alergi makanan yang paling sering disarankan oleh dokter adalah antihistamin atau epinefrin. Kedua obat tersebut harus selalu dibawa jika Anda memiliki alergi makanan.
11 Jan 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kenali 2 Obat Alergi Makanan yang Sebaiknya Selalu Anda Bawa

Apa itu Cholinergic Urticaria yang Dialami V BTS? Ini Kata Dokter

Cholinergic urticaria adalah ruam kemerahan yang muncul di kulit, disertai rasa gatal, suhu tubuh menjadi panas dan berkeringat. Penyebab dari choligernic urticaria akibat peningkatan suhu tubuh, mengonsumsi makanan pedas, stres, ataupun terpapar suhu panas. Untuk mengatasinya, dokter menyarankan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi alergi.
16 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Apa itu Cholinergic Urticaria yang Dialami V BTS? Ini Kata Dokter