Cerini kaplet adalah obat untuk mengatasi alergi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 66.900/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 10 kaplet (10 mg)
Produsen Sanbe Farma

Cerini kaplet adalah obat untuk mengatasi alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cerini kaplet mengandung zat aktif cetirizin HCl yang bekerja dengan menghambat zat histamin yang menyebabkan alergi pada tubuh sehingga mampu meredakan gejala alergi seperti mata dan hidung berair, gatal pada mata dan hidung, bersin-bersin, dan gatal pada kulit.

Mengatasi:

  • Gejala alergi seperti mata berair, pilek, gatal, dan bersin-bersin.
  • Peradangan pada mukosa hidung akibat alergi (rinitis alergi) tahunan dan musiman.
  • Biduran yang berlangsung selama 6 minggu ke atas (urtikaria idiopatik kronik).
  • Alergi pada mata (konjungtivitis alergi).
  • Kelainan kulit lainnya karena alergi.

Cetirizin HCl 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 kaplet/hari.

  • Anak-anak 6-12 tahun: 1 kaplet/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Mengantuk.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Gangguan saraf otonom, perifer dan pusat.
  • Gangguan kardiovaskuler.
  • Gangguan pendengaran dan keseimbangan.
  • Gangguan metabolik dan nutrisi.
  • Gangguan fungsi sendi, otot, ligamen, saraf dan tulang belakang (muskuloskeletal).
  • Gangguan psikiatrik.
  • Gangguan pernafasan.
  • Gangguan sistem reproduksi dan saluran kemih.
  • Gangguan hati dan limfe (retikuloendotelial) dan penglihatan.
  • Gangguan penciuman dan pengecapan.
  • Detak jantung melebih 100 kali/menit (takikardia).
  • Nyeri pada perut.
  • Mulut kering.
  • Gelisah.
  • Mual.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Mimisan.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).

Pasien yang memiliki alergi terhadap cetirizin atau obat lain yang mengandung zat aktif levocetirizin atau hidroksizin.

  • Hindari pemakaian bersama dengan obat penekan susunan saraf pusat.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Kategori kehamilan dan ibu menyusui:
    Kategori B. Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun riset terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau, penelitian terhadap reproduksi hewan percobaan menunjukkan efek samping obat (selain penurunan fertilitas), tapi efek ini tidak terjadi pada riset terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).
  • Alkohol.
  • Obat penekan susunan saraf pusat (SSP).
  • Kodein.
  • Alprazolam.
  • Lorazepam.
  • Zolpidem.
  • Carisoprodol.
  • Siklobenzaprin.
  • Klorfeniramin maleat.
  • Difenhidramin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cerini?type=brief&lang=id
Diakses pada 30 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/quzyttir-zyrtec-cetirizine-343384#4
Diakses pada 30 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cetirizine-hcl.html
Diakses pada 30 Juni 2020

WebDM. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12065/cetirizine-oral/details
Diakses pada 30 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait