Cari berdasarkan abjad
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ceptik kapsul 100 mg

Ditulis oleh Lenny Tan
Golongan Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 318.319/strip (100 mg) per Juli 2019
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (100 mg)
Produsen Interbat

Deskripsi

Ceptik mengandung cefixime bersifat bakterisida dan berspektrum luas terhadap mikroorganisme gram-positif dan gram-negatif. Seperti obat golongan sefalosporin lainnya, Cefixime memiliki aktifitas yang poten terhadap mikroorganisme gram-positif (seperti: Streptococcus sp., Streptococcus pneumoniae) dan mikroorganisme gram negatif (seperti: branhamella catarrhalis, escherichiacoli, proteus sp., haemophilus Influenzae). Mekanisme kerja cefixime adalah menghambat sintesis dinding sel. Cefixime memiliki afinitas tinggi terhadap penicillin binding protein (PBP) 1 (1a, 1b, dan 1c) dan PBP 3, dengan site aktifitas yang bervariasi tergantung jenis organismenya. Cefixime stabil terhadap β-laktamase yang dihasilkan oleh beberapa organisme dan mempunyai aktifitas yang baik terhadap organisme penghasil β-laktamase.

Indikasi (manfaat)

Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif terhadap cefixime misalnya:

  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabilis.
  • Otitis media disebabkan oleh Haemophilus influenzae, Moraxella (Branhamella) catarrhalis (sebagian besar beta-laktamase positif) dan Streptococcus pyogenes.
  • Faringitis dan tonsilitis disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.
  • Bronkitis akut dan bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae (strain beta-laktamase positif dan negatif).

Komposisi

Cefixime 100 mg.

Dosis

Dewasa dan anak-anak: 

  • berat badan ≥ 30 kg : 2x50-100 mg/hari.

Penderita gangguan fungsi ginjal:

  • Bila bersihan kreatinin 21-60ml/menit (atau penderita dengan hemodialis ginjal): dosis yang direkomendasikan adalah 75% dari dosis lazim (300mg/hari).
  • Bila bersihan kreatinin <20ml/menit (atau penderita yang menjalani dialysis kontinyu/opname): dosis yang direkomendasikan adalah 50% dari dosis lazim (yaitu 300mg/hari).

Cara penggunaan

Dapat dikonsumsi dengan makanan.

Peringatan

Efek samping

  • Gastrointestinal: mual, muntah, diare, pseudomembrane colitis, nyeri perut, dispepsia, heartburn, anoreksia, kembung.
  • Reaksi hipersensitifitas: ras kulit, pruritus, urtikaria, eritema multiformis, sindroma Steven-Johnson dan serum sickness like reactions.
  • Gangguan Sistem Saraf Pusat: pusing, sakit kepala.
  • Shock: muncul perasaan tidak enak, kejang pada rongga mulut, stridor, keinginan untuk defekasi abnormal, tinnitus atau diaphoresis.
  • Saluran pernapasan: interstitial pneumonia atau PIE syndrome, demam, batuk, dyspnea.
  • Defisiensi vitamin K (seperti hypoprothrombinemia atau kecenderungan perdarahan) atau defisiensi vitamin B (seperti glosissitis, stomatitis, anoreksia atau neuritis) dapat terjadi.
  • Tes laboratorium abnormal: Tes palsu positif dapat terjadi pada tes gula urin dengan menggunakan larutan Benedicts, larutan Fehling dan Clinitest. Tes palsu positif tidak dilaporkan tes tape.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Alergi terhadap golongan sefalosporin.

Perhatian

  • Keamanan penggunaan cefixime pada wanita hamil, wanita menyusui, dan untuk bayi kurang dari 6 bulan belum diketahui.
  • Pemakaian cefixime dalam jangka waktu lama mendorong pertumbuhan mikroba yang tidak peka terhadap antibiotika tersebut.
  • Superinfeksi.
  • Riwayat penyakit saluran pencernaan terutama colitis, alergi seperti asma bronkial, urtikaria.
  • Hati-hati pada penderita yang kekurangan gizi, yang mendapat nutrisi parenteral, usia lanjut atau dalam keadaan lemah.
  • Dianjurkan untuk memonitor fungsi ginjal secara periodik.
  • Bila ditemukan abnormalitas hentikan pemberian.
  • Sediaan ini sebaiknya jangan diberikan pada penderita yang masih dapat diobati dengan antibiotika lain.
  • Cefixime harus diberikan dengan hati-hati kepada:
    * Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap Penicillin.
    * Penderita gangguan fungsi ginjal berat.

Sesuai kemasan per Juli 2019.

MIMS. https://mims.com/indonesia/drug/info/ceptik/?type=brief
Diakses pada 11 Juli 2019.

Back to Top