Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Cephalexin (Alias: Sefaleksin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Cephalexin (Sefaleksin) berfungsi mengobati infeksi bakteri
Cephalexin (Sefaleksin) merupakan antibiotik cephalosporin

Merk dagang yang beredar:

Cefabiotic, Cephalexin Indo Farma, Lexipron, Sofaxin, Tepaxin

Cephalexin merupakan antibiotik cephalosporin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam jenis infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga mencegah pertumbuhan bakteri. Obat ini tidak berfungsi untuk mengobati flu, pilek, atau infeksi virus lainnya. Obat ini hanya dapat berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri.

Cephalexin (Sefaleksin)
Golongan

Antibiotik cephalosporin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Kulit dan Infeksi Jaringan Lunak:

  • Dewasa: 500 mg setiap 12 jam. (Maksimal 4 gram/hari dalam dosis terbagi)
  • Anak: 25-50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.

Infeksi Saluran Kemih Non-komplikata:

  • Dewasa: 500 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. (Maksimal 4 gram/hari dalam dosis terbagi)
  • Anak: 25-50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.

Faringitis Streptococcal:

  • Dewasa: 500 mg setiap 12 jam setidaknya selama 10 hari. (Maksimal 4 gram/hari dalam dosis terbagi)
  • Anak di atas 1 tahun: 25-50 mg/kgBB/hari setiap 12 jam setidaknya selama 10 hari.

Otitis Media:

  • Anak: 75-100 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi.

Infeksi Tulang dan Sendi, Infeksi Saluran Pernapasan:

  • Dewasa: 250 mg setiap 6 jam. (Maksimal 4 gram/hari)
  • Anak: 25-50 mg/kgBB/hari setiap 12 jam.

Aturan pakai Cephalexin dengan benar

Cephalexin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Namun, lebih baik jika dikonsumsi bersama dengan makanan untuk mendapatkan manfaat obat yang maksimal dan menghindari rasa sakit pada perut. Biasanya obat ini dikonsumsi setiap 6-12 jam. Penggunaan obat cephalexin ini sesuai dengan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Untuk mendapatkan efek maksimal dari cephalexin, gunakanlah pengingat (alarm) agar Anda dapat mengonsumsinya di waktu yang sama setiap hari.

Disarankan untuk tetap mengonsumsi obat cephalexin sesuai dengan jumlah yang ditentukan hingga selesai, bahkan jika gejala hilang setelah beberapa hari. Jangan menghentikan penggunaan obat ini terlalu cepat untuk mencegah kembalinya infeksi. Hubungi dokter jika kondisi Anda tidak berubah atau memburuk.

Efek Samping

Efek samping seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius, seperti:

  • Dispepsia
  • Reaksi alergi (misalnya: ruam urtikaria, angioedema)
  • Pruritus (gatal) pada genital dan anal
  • Kandidiasis genital
  • Vaginitis (peradangan vagina) dan keputihan
  • Perubahan status mental
  • Nyeri sendi
  • Halusinasi

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Alergi antibiotik cephalexin, penisilin, atau antibiotik sefalosporin lainnya seperti cefpodoxime
  • Penyakit saluran pencernaan terutama kolitis atau radang usus
  • Gangguan ginjal
  • Kehamilan dan laktasi

Jangan mengonsumsi obat anti diare saat sedang mengonsumsi obat cephalexin ini karena akan memperburuk kondisi diare Anda. Disarankan untuk mengonsumsi obat ini hanya jika benar-benar diperlukan karena penggunaan yang tidak perlu atau penyalahgunaan antibiotik apa pun dapat mengurangi keefektifannya. 

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap cephalexin atau sefalosporin lainnya.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan cephalexin dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Metformin dapat menyebabkan asidosis laktat
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vit K (misalnya warfarin)
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas dengan obat diuretik poten (misalnya asam etakrinat, furosemide) dan antibiotik nefrotoksik potensial lain (misalnya aminoglikosida, polimiksin, kolistin)
  • Waktu pembekuan darah dapat memanjang bila digunakan bersamaan dengan antikoagulan oral
  • Kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal (hipokalemi) dapat terjadi akibat penggunaan bersamaan dari cefalexin dan obat sitotoksik untuk leukemia
  • Dapat mengurangi kadar serum dengan multivitamin/mineral

Disarankan untuk tidak melakukan vaksin atau imunisasi saat mengonsumsi antibiotik ini, atau beritahukan kepada dokter atau petugas medis jika Anda sedang mengonsumsi obat ini. Memberikan vaksin atau imunisasi dapat menyebabkan bakteri hidup (seperti vaksin tifoid) tidak berfungsi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cephalexin-oral-route/description/drg-20073325
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefalexin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11757/cephalexin-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Back to Top