Cepezet Tablet 100 mg

26 Sep 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Cepezet tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan mental atau mood seperti gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami halusinasi, delusi, dan perubahan pada sikap (skizofrenia) dan gangguan kesulitan membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis) serta gangguan perilaku. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cepezet tablet mengandung zat aktif klorpromazin.
Cepezet Tablet 100 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKlorpromazin.
Kelas terapiAntipsikotik dan antiemetik.
Klasifikasi obatDerivat fenotiazin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (100 mg)
ProdusenMersifarma Tirmaku Mercusana

Informasi zat aktif

Klorpromazin adalah obat yang digunakan untuk mengurangi dan mengontrol gangguan mental (neuroleptik) yang bekerja dengan memblokir reseptor dopamin postsynaptic dalam sistem dopaminergik mesolimbik dan menghambat pelepasan hormon hipotalamus dan hipofisis. Obat ini memiliki sifat antimuntah (antiemetik), pemblokiran serotonin, dan antialergi (antihistaminik) lemah dan sedikit aktivitas pemblokiran ganglion.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, klorpromazin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah tapi terkadang tidak menentu dari saluran penncernaan, waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (konsentrasi plasma puncak) setelah 2-4 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas; melintasi sawar darah-otak dan plasenta; memasuki ASI.
  • Metabolisme: Secara ekstensif hepar melalui proses biokimia yang memasukan gugus hidroksil atau OH yang menyebabkan obat lebih mudah larut dalam air (hidroksilasi).
  • Ekskresi: Urin dan feses (sebagai metabolit aktif dan tidak aktif); waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 30 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi gangguan mental atau perubahan mood seperti pada kondisi:

  • Penyakit mental yang menyebabkan pemikiran yang terganggu atau tidak biasa, kehilangan minat dalam hidup, dan emosi yang kuat atau tidak tepat (skizofrenia).
  • Kondisi yang menyebabkan kesulitan membedakan antara hal atau ide yang nyata dan hal-hal atau gagasan yang berdasarkan imajinasi (psikosis).
  • Gangguan suasana hati yang tidak normal (mania).
  • Gangguan mental yang menyebabkan terjadinya perubahan emosi yang drastis (gangguan bipolar).
  • Mengobati masalah perilaku yang parah seperti emosi yang meledak, perilaku agresif, dan hiperaktif pada anak-anak usia 1 hingga 12 tahun.
  • Mengontrol mual dan muntah, meredakan cegukan yang telah berlangsung satu bulan atau lebih, dan untuk menghilangkan kegelisahan serta kegugupan yang mungkin terjadi sebelum operasi.
  • Mengatasi kondisi di mana zat alami tertentu menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan sakit perut, perubahan cara berpikir dan perilaku, dan gejala lainnya (porfiria intermiten akut).
  • Mengatasi infeksi serius yang dapat menyebabkan pengencangan otot, terutama otot rahang (tetanus).

Klorpromazin bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu di otak. Obat ini termasuk dalam golongan antagonis reseptor dopamin D2 di otak, menekan pelepasan hormon hipotalamus dan hipofisis mungkin juga menekan sistem pengaktifan retikuler.

Komposisi obat

Klorpromazin 100 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 10-25 mg tiap 4-6 jam.
    • Psikosis: 200-800 mg/hari.
  • Anak-anak: 0,5 mg/kgBB tiap 4-6 jam.

Dosis dapat dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Pusing, mengantuk, dan penglihatan kabur.
    Jika ini terjadi, jangan mengemudi kendaraan atau jangan menggunakan alat atau mesin. Jangan minum alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Merasa gemetar atau gelisah, gerakan otot yang tidak biasa atau tidak terkendali (tremor).
    Bicaralah dengan dokter Anda secepat mungkin tentang semua ini. Pengobatan Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Perubahan berat badan, sulit tidur, perubahan mood, gairah seks berkurang, perasaan mual, pembesaran payudara, produksi ASI, masalah menstruasi, detak jantung cepat, sembelit atau diare, dan kesulitan buang air kecil.
    Diskusikan dengan dokter Anda jika ada yang mengganggu.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien yang mengalami kondisi penurunan tekanna darah secara mendadak, peningkatan denyut jantung di atas batas normal (takikardi), dan pasien penderita gangguan fungsi jantung.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan riwayat mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih mata yang menjadi kekuningan (ikterus) atau ganggiam saraf yang menyebabkan terjadinya gangguan koordinasi gerakan (parkinsonisme).
  • Pasien dengaan riwayat epilepsi, kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme), dan kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan cepezet tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami depresi sumsum tulang.
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal berat.
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada otak dan organ hati (sindrom reye).
  • Pasien yang mengalami koma karena barbiturat atau alkohol.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap klorpromazin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penenang, hipnotik, antihistamin, anestesi umum, opiat, dan alkohol.
    Penggunaan klorpromazin dengan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya efek depresan tambahan.
  • Guanetidin, metildopa, dan klonidin.
    Klorpromazin dapat membalikkan efek penurunan tekanan darah tinggi (antihipertensi) dari obat di atas.
  • Obat penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    Penggunaan klorpromazin dengan MAOI dapat menyebabkan pasien merasa pusing ketika beranjak dari berbaring atau setelah duduk (hipotensi ortostatik).
  • Antiparkinson dan asam trikloroasetat.
    Penggunana bersama obat di atas dapat menyebabkan risiko terjadinya peningkatan efek antikolinergik.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami gangguan gerakan otot yang tidak terkontrol di wajah Anda seperti gangguan mengunyah, mengerutkan kening, gerakan lidah, berkedip atau gerakan mata.
  • Kekakuan di leher Anda, sesak di tenggorokan Anda, kesulitan bernapas atau menelan.
  • Perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan, kebingungan, agitasi, perasaan gelisah, sulit tidur, kelemahan, payudara bengkak atau keluarnya cairan, kejang, penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dengan gejala demam, menggigil, sariawan, luka kulit, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas, perasaan pusing, atau reaksi sistem saraf yang parah seperti otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak seimbang, tremor, perasaan seperti Anda akan pingsan.
    Jangan hentikan penggunaan obat ini tanpa nasihat dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cepezet?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlorpromazine?mtype=generi
Diakses pada 10 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1444/chlorpromazine-oral/details
Diakses pada 10 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682040.html
Diakses pada 10 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/chlorpromazine.html
Diakses pada 10 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/chlorpromazine
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email