no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Pyridam Farma

Celestik tablet adalah obat untuk mengatasi alergi pada saluran pernafasan, kulit, dan mata. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Celestik tablet mengandung zat aktif betametason yang bekerja dengan menghambat terjadinya peradangan (antiinflamasi) dan klorfeniramin maleat yang bekerja untuk mengatasi alergi (antihistamin).

Mengatasi alergi pada pernafasan, kulit, dan mata.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1-2 tablet sebanyak 4 kali/hari.
    • Dosis umum: 1-2 tablet sebanyak 4 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.

  • Anak-anak:
    • 2-6 tahun: ¼-½ tablet sebanyak 3 kali/hari.
    • 6-12 tahun:
      • Dosis umum: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.
      • Dosis maksimal: 4 tablet/hari.

Dikonsumsi sesudah makan dan sebelum tidur.

  • Peningkatan cairan dan elektrolit.
  • Gangguan fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang (muskuloskeletal).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan pada kulit.
  • Gangguan saraf.
  • Gangguan kelenjar endokrin.
  • Gangguan mata.
  • Gangguan metabolisme.
  • Gangguan kejiwaan.
  • Mengantuk.
  • Gangguan kardiovaskular.
  • Gangguan pada darah.
  • Gangguan pernafasan.
  • Biduran (urtikaria).
  • Ruam.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaktik).
  • Sensitif terhadap cahaya (fotosensitifitas).
  • Keringat berlebih.
  • Kedinginan.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi baru lahir.
  • Bayi lahir prematur.
  • Pasien penderita infeksi jamur.
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase (MAOI).
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi.
  • Pasien dengan kadar tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien yang mengalami kerusakan organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati).
  • Pasien herpes simpleks okular.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolitis ulseratif).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami pengapuran tulang (osteoporosis).
  • Pasien yang mengalami kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan katarak, peningkatan tekanan bola mata (glaukoma), kerusakan saraf mata, infeksi mata sekunder akibat jamur atau virus.
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Pada penggunaan jangka panjang lakukan pemantauan pada bayi dan anak-anak.
  • Pasien penderita cacar air.
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pada pasien lanjut usia atau 60 tahun ke atas dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, dan penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.
  • Fenobarbital.
  • Rifampisin.
  • Fenitoin.
  • Efedrin.
  • Diuretik hemat kalium.
  • Glikosida jantung.
  • Amfoterisin B.
  • Obat yang menghambat pembekuan darah seperti kumarin.
  • Alkohol.
  • Aspirin.
  • Somatotropin.
  • Barbiturat.
  • Anti depresan trisiklik.
  • Depresan susunan saraf pusat.

Pyridam Farma. https://pyridam.com/products/z_product_celestik.html
Diakses pada 25 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait