Celestamine tablet Pengobatan kasus yang sulit alergi saluran pernapasan, dermatologis dan okular, serta gangguan inflamasi okular
Celestamine tablet Pengobatan kasus yang sulit alergi saluran pernapasan, dermatologis dan okular, serta gangguan inflamasi okular
Celestamine tablet Pengobatan kasus yang sulit alergi saluran pernapasan, dermatologis dan okular, serta gangguan inflamasi okular
Celestamine tablet Pengobatan kasus yang sulit alergi saluran pernapasan, dermatologis dan okular, serta gangguan inflamasi okular
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 49.676/strip (10 tablet) per Juli 2019
Kemasan 1 box isi 15 strip @ 10 tablet
Produsen Merck Sharp Dohme Pharma

Celestamine adalah obat yang digunakan untuk pengobatan kulit seperti kemerahan, gatal, bengkak, alergi, asma, masalah kelenjar adrenal, masalah darah. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Celestamine mengandung zat aktif betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate.

Pengobatan kasus alergi saluran pernapasan, kulit (dermatologis), penglihatan (okular), radang pada mata (inflamasi okular) jika diindikasikan terapi kortikosteroid sistemik tambahan.

Betamethasone 0,25 mg, dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 4 kali sebanyak 1-2 tablet/hari. Dosis tidak boleh melebihi 8 tablet/hari.

Anak-anak 6-12 tahun: 3 kali sebanyak ½ tablet/hari. Jika dosis harian tambahan diperlukan dan maksimal 4 tablet/hari.

Dikonsumsi setelah makan dan di waktu tidur.

  • Gangguan muskuloskeletal: kelemahan otot, miopati kortikosteroid, kehilangan massa otot, bertambahnya gejala miastenia pada msyasthenia gravis, osteoporosis, fraktur kompresi tulang belakang, nekrosis aseptik pada tulang paha (femoral) dan lengan atas (humerus), fraktur patologis tulang panjang, dan tendon robek (ruptur tendon).
  • Gangguan pencernaan: ulkus peptikum, pankreatitis, perut membesar akibat penumpukan gas atau cairan (distensi abdomen), dan luka pada kerongkongan (esofagitis ulseratif).
  • Gangguan pada kulit: gangguan penyembuhan luka, atrofi kulit, kulit tipis yang rapuh, ruam wajah, peningkatan keringat, reaksi seperti dermatitis alergi, dan urtikaria.
  • Gangguan pada saraf: kejang, peningkatan tekanan dalam rongga kepala (intrakranial) dengan papiledema, vertigo, sakit kepala.
  • Gangguan pada sistem endokrin: menstruasi tidak teratur, pertumbuhan janin terhambat, respon adrenokortikal dan hipofisis sekunder, khususnya pada saat stres, seperti pada trauma, pembedahan atau penyakit, penurunan toleransi karbohidrat, manifestasi diabetes laten mellitus, peningkatan kebutuhan insulin laten, peningkatan kebutuhan insulin atau agen hipoglikemik oral pada penderita diabetes.
  • Gangguan pada penglihatan: glaukoma, katarak, peningkatan tekanan bola mata (intraokular), dan penglihatan kabur.
  • Gangguan metabolik: keseimbangan nitrogen negatif karena katabolisme protein.
  • Gangguan psikologis: euforia, perubahan suasana hati, depresi, insomnia.

Infeksi jamur sistemik, bayi baru lahir dan prematur, terapi MAO inhibitor, dan hipersensitivitas.

Pasien rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis), herpes simpleks okuler, ketidakstabilan emosional atau kecenderungan psikotik, peradangan kronis yang terjadi pada usus besar (kolitis ulseratif) non-spesifik, peradangan atau infeksi pada kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran percernaan (divertikulitis), penyumbatan pada usus (obstruksi piloroduodenal), hipertensi, osteoporosis, penyakit autoimun yang menyebabkan kelemahan otot (myasthenia gravis), tuberkulosis, pembesaran (hipertrofi) prostat, gangguan ginjal dan pemberian obat pada anak-anak.

Phenobarb, rifampisin, fenitoin, efedrin mempercepat metabolisme kortikosteroid, pemakaian dengan diuretik yang menguras kalium meningkatkan terjadinya hipokalemia, amfoterisin B, glikosida jantung, kumarin, salisilat, obat anti inflamasi, jenis obat dari golongan antidepresan (MAOI), alkohol, depresan sistem saraf pusat.

Sesuai kemasan per Juli 2019.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/celestamine/celestamine?type=brief&lang=id
Diakses 17 Juli 2019

Artikel Terkait