Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Celecoxib (Alias: Selekoksib)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Celecoxib bekerja mengurangi rasa sakit pada osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan ankylosing.
Celecoxib tidak digunakan untuk menyembuhkan, melainkan hanya meringankan rasa sakit yang bersifat sementara.

Merk dagang yang beredar:

Celebrex, Novexib

Celecoxib adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis seperti peradangan, pembengkakan, nyeri sendi dan nyeri saat haid. Efek obat ini bersifat sementara, tidak menyembuhkan, dan hanya membantu meringankan rasa sakit selama Anda menggunakannya.

Obat ini bekerja dengan cara menghalangi enzim didalam tubuh yang memproduksi prostaglandin sehingga membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Celecoxib (Selekoksib)
Golongan

Obat antiinflamasi nonsteroid

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Osteoarthritis

  • Dewasa: 200 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dibagi untuk 2 kali konsumsi. Dapat ditingkatkan menjadi 200 mg, 2 kali sehari jika diperlukan.

Nyeri haid

  • Dewasa: Dosis awal 400 mg. Perawatan menjadi 200 mg, 2 kali sehari.

Rheumatoid arthritis

  • Dewasa: 100-200 mg, 2 kali sehari.

Arthritis idiopatik remaja

  • Anak-anak di atas 2 tahun: Berat badan 10-25 kg, 50 mg, 2 kali sehari. Diatas 25 kg, 100 mg, 2 kali sehari.

Ankylosing spondylitis

  • Dewasa: Dosis awal 200 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dibagi untuk 2 kali konsumsi, dapat ditingkatkan menjadi 400 mg/hari setelah 6 minggu.

Aturan pakai Celecoxib dengan benar

Celecoxib dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi kemungkinan sakit perut, lebih baik dikonsumsi bersama dengan makanan. Dosis diberikan sesuai dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Obat ini dikonsumsi dengan dosis efektif terendah dan hanya untuk jangka waktu yang sudah ditentukan oleh dokter.

Pada kondisi arthritis, konsumsi Celecoxib secara teratur hingga dua minggu mungkin diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan. Hanya gunakan obat ini saat merasakan nyeri. Jika menunggu hingga rasa sakitnya memburuk, mungkin efek dari obat ini tidak akan terlalu berpengaruh.

Efek Samping

Beberapa efek samping seperti sakit perut atau buang gas dapat terjadi. Obat ini juga bisa meningkatkan tekanan darah. Anda bisa konsultasi dengan dokter jika efek samping tersebut menjadi lebih buruk. Efek samping yang lebih serius juga mungkin terjadi. Segera cari pertolongan medis jika merasakan efek samping seperti:

  • Sakit kepala berat
  • Nyeri/bengkak di selangkangan atau betis
  • Tanda masalah ginjal seperti perubahan volume urine
  • Nyeri saat menelan
  • Gejala gagal jantung seperti pembengkakan pada pergelangan kaki, kelelahan, kenaikan berat badan yang tidak biasa

Obat ini juga mungkin menyebabkan penyakit hati yang serius seperti gejala kerusakan hati (urine berwarna gelap, mual/muntah berat, sakit perut yang parah, mata/kulit menguning).

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Alergi celecoxib, aspirin, ibuprofen, inhibitor COX-2
  • Asma atau pernapasan yang buruk setelah mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya
  • Penyakit hati
  • Masalah lambung/usus/esofagus (perdarahan atau bisul)
  • Tekanan darah tinggi maupun stroke
  • Gangguan darah (anemia, masalah perdarahan/pembekuan)
  • Polip hidung

Orang dewasa yang lebih tua biasanya lebih sensitif terhadap efek samping dari obat ini, seperti mengalami pendarahan lambung dan masalah ginjal. Penggunaan terhadap anak-anak arthritis juga berisiko terhadap masalah pendarahan dan pembekuan darah. Sementara bagi wanita usia subur, obat ini memiliki risiko terhadap keguguran dan kesulitan untuk hamil.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penyakit radang usus
  • Pasien dengan penyakit gagal jantung sedang sampai berat
  • Hipersensitivitas terhadap Celecoxib

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan Celecoxib dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi berikut ini.

  • Peningkatan kadar plasma jika digunakan dengan Flukonazol
  • Peningkatan tingkat serum lithium
  • Berkurangnya efek antihipertensi dan diuretik
  • Peningkatan efek antikoagulan dari warfarin
  • Pendarahan, jika digunakan dengan obat antiplatelet (clopidogrel) dan obat pengencer darah (dabigatran, enoxaparin, warfarin)
  • Peningkatan risiko efek samping, jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antiinflamasi non-steroid seperti naproxen atau ibuproxen.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/celecoxib-oral-route/description/drg-20068925
Diakses pada 24 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/celecoxib
Diakses pada 24 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16851/celecoxib-oral/details
Diakses pada 24 Oktober 2018

Back to Top