Cefoperazone

15 Agu 2019| Olivia
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Cefoperazone digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri

Cefoperazone dapat mengobati penyakit akibat infeksi bakteri.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Bifotik, Biorazon, Cefobet, Cefobid, Cefomax, Cefopar, Cefoperazone Yarindo, Ceropid, Cerozon, Cepraz, Ferzobat, Logafox, Stabixin.

Deskripsi obat

Cefoperazone merupakan obat golongan antibiotik sefalosporin yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga mencegah pertumbuhan bakteri. Obat ini tidak berfungsi untuk infeksi virus seperti pilek atau flu. Obat ini hanya diberikan melalui suntikan oleh petugas medis.

Cefoperazone (Sefoperazon)
Golongan

Antibiotik sefalosporin

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Infeksi:

  • Dewasa: 2-4 gram per hari dibagi dalam 2 dosis, untuk infeksi berat dinaikkan sampai 12 gram per hari dibagi dalam 2-4 dosis diberikan melalui suntikan IM dalam atau infus intravena.

Efek samping obat

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping, seperti:

  • Ruam kulit
  • Urtikaria
  • Eosinophilia
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Peradangan pembuluh darah
  • Pembekuan darah
  • Super infeksi
  • Hipersensitivitas neuromuskular
  • Nefrotoksisitas

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi penisilin
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Kehamilan dan menyusui
  • Fibrosis kistik

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap sefalosporin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Menggunakan cefoperazone dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Meningkatkan nefrotoksisitas jika digunakan bersama aminoglikosida dan furosemide.
  • Meningkatkan efek antikoagulan
  • Memberikan efek seperti obat disulfiram jika menggunakan alkohol.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cefoperazone-intramuscular-route-intravenous-route/description/drg-20406573

Diakses pada 29 Oktober 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefoperazone/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 29 Oktober 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email