Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Cefoperazone (Alias: Sefoperazon)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 30 Nov -0001
Cefoperazone digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.
Cefoperazone dapat mengobati penyakit akibat infeksi bakteri.

Merk dagang yang beredar:

Bifotik, Biorazon, Cefobet, Cefobid, Cefomax, Cefopar, Cefoperazone Yarindo, Ceropid, Cerozon, Cepraz, Ferzobat, Logafox, Stabixin.

Cefoperazone merupakan obat golongan antibiotik sefalosporin yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga mencegah pertumbuhan bakteri. Obat ini tidak berfungsi untuk infeksi virus seperti pilek atau flu. Obat ini hanya diberikan melalui suntikan oleh petugas medis.

Cefoperazone (Sefoperazon)
Golongan

Antibiotik sefalosporin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Infeksi:

  • Dewasa: 2-4 gram per hari dibagi dalam 2 dosis, untuk infeksi berat dinaikkan sampai 12 gram per hari dibagi dalam 2-4 dosis diberikan melalui suntikan IM dalam atau infus intravena.

Aturan pakai Cefoperazone dengan benar

Cefoperazone hanya diberikan oleh petugas medis melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah.

Gunakan obat ini hingga selesai sesuai dosis yang diberikan oleh dokter. Pengobatan tidak boleh dihentikan meskipun kondisi Anda membaik karena proses infeksi belum tentu berakhir.

Efek Samping

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping, seperti:

  • Ruam kulit
  • Urtikaria
  • Eosinophilia
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Peradangan pembuluh darah
  • Pembekuan darah
  • Super infeksi
  • Hipersensitivitas neuromuskular
  • Nefrotoksisitas

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi penisilin
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Kehamilan dan menyusui
  • Fibrosis kistik

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap sefalosporin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan cefoperazone dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Meningkatkan nefrotoksisitas jika digunakan bersama aminoglikosida dan furosemide.
  • Meningkatkan efek antikoagulan
  • Memberikan efek seperti obat disulfiram jika menggunakan alkohol.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cefoperazone-intramuscular-route-intravenous-route/description/drg-20406573

Diakses pada 29 Oktober 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefoperazone/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 29 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top