Cefila sirup kering 30 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Cefila sirup kering 30 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Cefila sirup kering 30 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Cefila sirup kering 30 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 114.125/botol (30 ml) per Oktober 2019
Kemasan 1 botol @ 30 ml
Produsen Lapi Laboratories

Cefila adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, termasuk infeksi telinga, bronkitis, radang amandel, tenggorokan, pneumonia, dan infeksi saluran kemih. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Cefila mengandung zat aktif cefixime.

Cefixime digunakan untuk menyembuhkan:

  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri Escherichiacoli dan Proteus mirabillis.
  • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media)
  • Faringitis (perdangan di faring) dan tonsilitis (pembengkakan amandel).
  • Serangan bronkitis akut.

Tiap 5 ml: Cefixime 100 mg

Dewasa dan anak:

  • Berat 30 kg keatas: 50-100 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Infeksi berat: 200 mg sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak:

  • 1,5-3 mg/kg BB sebanyak 2 kali/hari
  • Infeksi berat: 6 mg/kg BB sebanyak 2 kali/hari.

Pada penderita gangguan ginjal: Sesuai petunjuk dokter.

  • Tuangkan 27 ml air matang ke dalam botol, kemudian botol ditutup rapat dan kocok dengan baik sampai tercampur rata. 
  • Pastikan untuk selalu mengocok botol setiap obat akan diberikan agar serbuk dalam cairan tersebar rata.
  • Antibiotik bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh dalam kadar yang konstan. Usahakan konsumsi obat ini pada waktu dan jeda yang sama setiap harinya.
  • Sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer (diare).
  • Keluhan saluran cerna lainnya.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Peradangan vagina (vaginitis).
  • Kolitis pseudomembran (peradangan pada usus besar)
  • Reaksi hipersensitivitas dalam berbagai jenis.
  • Peningkatan sementara aktivitas enzim hati.
  • Jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya (thrombositopenia).
  • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia).
  • Tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah (eosinofilia).
  • Kekurangan vitamin K: hipoprotrombinemia atau pendarahan.
  • Defisiensi Vitamin B: peradangan atau infeksi lidah (glositis), inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut (stomatitis), gangguan makan (anoreksia), kondisi saraf perifer yang meradang (neuritis).
  • Reaksi positif palsu dapat terjadi pada test coombs (uji lab untuk antibodi) juga pada pemeriksaan gula urin yang menggunakan larutan benedict, fehling dan elimitest.

Cefixime tidak boleh diberikan pada penderita hipersensitif terhadap obat ini.

  • Pasien yang mempunyai riwayat alergi, misalnya asma bronkial, rash, urtikaria.
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Pasien usia lanjut.
  • Pasien dengan nutrisi parenteral (mendapatkan asupan nutrisinya dengan diinfus).
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak 6 bulan ke bawah, bayi baru lahir dan prematur.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait