Cefila sirup kering 30 ml

23 Des 2019| Aby Rachman
Cefila sirup kering 30 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme.

Deskripsi obat

Cefila adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, termasuk infeksi telinga, bronkitis, radang amandel, tenggorokan, pneumonia, dan infeksi saluran kemih. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Cefila mengandung zat aktif cefixime.

Cefila sirup kering 30 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 114.125/botol (30 ml) per Oktober 2019
Kemasan1 botol @ 30 ml
ProdusenLapi Laboratories

Indikasi (manfaat) obat

Cefixime digunakan untuk menyembuhkan:

  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri Escherichiacoli dan Proteus mirabillis.
  • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media)
  • Faringitis (perdangan di faring) dan tonsilitis (pembengkakan amandel).
  • Serangan bronkitis akut.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: Cefixime 100 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak:

  • Berat 30 kg keatas: 50-100 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Infeksi berat: 200 mg sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak:

  • 1,5-3 mg/kg BB sebanyak 2 kali/hari
  • Infeksi berat: 6 mg/kg BB sebanyak 2 kali/hari.

Pada penderita gangguan ginjal: Sesuai petunjuk dokter.

Aturan pakai obat

  • Tuangkan 27 ml air matang ke dalam botol, kemudian botol ditutup rapat dan kocok dengan baik sampai tercampur rata. 
  • Pastikan untuk selalu mengocok botol setiap obat akan diberikan agar serbuk dalam cairan tersebar rata.
  • Antibiotik bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh dalam kadar yang konstan. Usahakan konsumsi obat ini pada waktu dan jeda yang sama setiap harinya.

Efek samping obat

  • Sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer (diare).
  • Keluhan saluran cerna lainnya.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Peradangan vagina (vaginitis).
  • Kolitis pseudomembran (peradangan pada usus besar)
  • Reaksi hipersensitivitas dalam berbagai jenis.
  • Peningkatan sementara aktivitas enzim hati.
  • Jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya (thrombositopenia).
  • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia).
  • Tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah (eosinofilia).
  • Kekurangan vitamin K: hipoprotrombinemia atau pendarahan.
  • Defisiensi Vitamin B: peradangan atau infeksi lidah (glositis), inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut (stomatitis), gangguan makan (anoreksia), kondisi saraf perifer yang meradang (neuritis).
  • Reaksi positif palsu dapat terjadi pada test coombs (uji lab untuk antibodi) juga pada pemeriksaan gula urin yang menggunakan larutan benedict, fehling dan elimitest.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mempunyai riwayat alergi, misalnya asma bronkial, rash, urtikaria.
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Pasien usia lanjut.
  • Pasien dengan nutrisi parenteral (mendapatkan asupan nutrisinya dengan diinfus).
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak 6 bulan ke bawah, bayi baru lahir dan prematur.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Cefixime tidak boleh diberikan pada penderita hipersensitif terhadap obat ini.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Fungsi Amandel dan Penyakit yang Mengganggunya

Sebagai bagian dari sistem imun, fungsi amandel adalah melindungi tubuh dari kuman yang masuk lewat hidung atau mulut. Fungsinya pun dapat terganggu akibat sejumlah penyakit ini,
16 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Mengenal Fungsi Amandel dan Penyakit yang Mengganggunya

Mengenal Pemicu dan Cara Mengatasi Kencing Berbusa

Kencing berbusa bisa jadi salah satu tanda gangguan kesehatan. Mulai dari penyakit gangguan ginjal, dehidrasi, ejakulasi retrograde, hingga diabetes bisa jadi pemicunya.
11 Nov 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Mengenal Pemicu dan Cara Mengatasi Kencing Berbusa

Tonsilitis Difteri Lebih Berbahaya dari Radang Amandel Biasa

Tonsilitis difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang berbahaya. Kondisi ini adalah penyakit serius yang bisa ditandai dengan amandel membengkak, adanya selaput tebal abu-abu yang menutupi amandel, hingga sakit tenggorokan.
13 Dec 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Tonsilitis Difteri Lebih Berbahaya dari Radang Amandel Biasa