Cefford Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengatasi infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, radang faring (faringitis) dan radang amandel (tonsilitis).
Cefford Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengatasi infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, radang faring (faringitis) dan radang amandel (tonsilitis).
Cefford Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengatasi infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, radang faring (faringitis) dan radang amandel (tonsilitis).
Cefford Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengatasi infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, radang faring (faringitis) dan radang amandel (tonsilitis).
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 30.000/botol (60 ml)
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen Novapharin Pharmaceutical Indonesia

Cefford sirup kering mengandung zat aktif cefadroxil yang digunakan untuk mengatasi infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, radang faring (faringitis) dan radang amandel (tonsilitis). Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Infeksi yang disebabkan oleh strain organisme yang sensitif terhadap cefadroxil pada penyakit:

  • Infeksi saluran urin yang disebabkan oleh: E.coli, P.mirabilis dan spesies Klebsiella.
  • Infeksi kulit dan jaringan kulit yang disebabkan oleh: Streptococcus pyrogenes.
  • Radang faring (faringitis), radang amandel (tonsilitis) yang disebabkan oleh Streptococcus pyrogenes.

Tiap 5 ml: cefadroxil monohydrate 131,25 mg setara dengan cefadroxile 125 mg.

  • Dewasa:
    • Pasien gangguan fungsi ginjal:
      • Dosis awal: 1000 mg.
      • Dosis pemeliharaan: 500 mg. Dengan interval waktu sebagai berikut:
        • Klirens kreatinin 25-50 ml/min: tiap 12 jam.
        • Klirens kreatinin 10-25 ml/min: tiap 24 jam.
        • Klirens kreatinin 0-10 ml/min: tiap 36 jam.
    • Infeksi saluran urin:
      • Infeksi saluran urin tanpa terkomplikasi: 1-2 g/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi 2.
      • Infeksi saluran urin lainnya: 2 g/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi 2.
    • Infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 g/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi 2.
    • Radang faring (faringitis) dan radang amandel (tonsilitis): pengobatan infeksi group A beta-hemolytic streptococcal 1 g/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi 2 diberikan selama 10 hari.
  • Anak-anak:
    • Infeksi saluran urin: 30 mg/kg BB/hari, diberikan dalam dosis terbagi tiap 12 jam.
    • Faringitis, tonsilitis, impetigo: 30 mg/kg BB/hari, diberikan dalam dosis tunggal atau dosis
      terbagi tiap 12 jam.
    • Infeksi kulit dan jaringan lunak lainnya: 30 mg/kg BB/hari, diberikan dalam dosis terbagi tiap 12 jam.
    • Infeksi beta hemolitik Streptococcal, dosis harus diberikan selama minimal 10 hari.
      • Berat badan 4,5 kg: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 1 kali/hari.
      • Berat badan 9,1 kg: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 1 kali/hari.
      • Berat badan 13,6 kg: 1½ sendok takar (7,5 ml) sebanyak 1 kali/hari.
      • Berat badan 18,2 kg: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 1 kali/hari.
      • Berat badan 22,7 kg: 2½ sendok takar (12,5) sebanyak 1 kali/hari. 
      • Berat badan 27,3 kg: 3 sendok takar (15 ml) sebanyak 1 kali/hari.
  • Tuang 53 ml air masak ke dalam botol, kocok hingga membentuk suspensi yang rata. Akan didapat 60 ml suspensi yang stabil. Setelah ekonstitusi, jangan digunakan lebih dari 1 minggu. 
  • Dikonsumsi bersama dengan makanan untuk menghindari efek samping terhadap saluran cerna.
  • Gangguan saluran pencernaan:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Diare.
    • Nyeri perut (nyeri abdominal) dan radang lidah (glossitis).
  • Gangguan jaringan kulit dan subkutan:
  • Rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang (pruritus).
  • Kemerahan (rash).
  • Infeksi virus ditandai dengan gejala demam dan ruam merah muda di kulit (alergic exanthema).
  • Biduran (urtikaria).

Pasien yang hipersensitif terhdap antibiotika golongan cefalosporin, penisilin atau antibiotika golongan beta-laktam lainnya atau komponen zat tambahan dalam formula obat.

  • Pasien dengan riwayat hipersensitiitas terhadap cefadroxil, cefalosporin penisilin ataupun obat lainnya.
  • Penderita alergi terhadap penisilin.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih mikroorganisme yang tidak peka terhadap cefadroxil.
  • Hentikan pengobatan jika mengalami kejang.
  • Antibiotik bakteriostatik (tetracycline, erythromycin, sulfonamide, chloramphenicol).
  • Antikoagulan.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Artikel Terkait