Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Cefazolin (Alias: Sefazolin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Cefazolin dapat digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan bakteri
Cefazolin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri

Merk dagang yang beredar:

Cefazol, Cefazolin OGB Dexa, Cefazolin Indo Farma, Evalin, Venazol

Cefazolin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini juga dapat digunakan sebelum atau setelah operasi untuk mencegah infeksi.

Cefazolin termasuk golongan antibiotik cephalosporin. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhan bakteri.

Cefazolin (Sefazolin)
Golongan

Antibiotik

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi pasca pembedahan

  • Dewasa: 1 g akan diberikan 30-60 menit sebelum operasi, dilanjutkan oleh 0,5-1 g selama operasi untuk prosedur yang panjang, kemudian 0,5-1 g 6-8 jam setelah operasi selama 24 jam atau hingga 5 hari. Semua dosis diberikan dengan injeksi. Injeksi IM yang dalam, injeksi IV melambat selama 3-5 menit, atau infus IV intermiten atau kontinyu.

Infeksi rentan

  • Dewasa: Ringan: 0,25-0,5 g 8 jam. Sedang hingga berat: 0,5-1 g 6-8 jam. Parah, mengancam jiwa: 1-1,5 g 6 jam. Maksimal 12 g setiap hari. Semua dosis diberikan dengan injeksi. Injeksi IM yang dalam, injeksi IV melambat selama 3-5 menit, atau infus IV intermiten atau kontinyu.
  • Anak: umur lebih dari 1 tahun 25-50 mg/kg sehari dalam 3 atau 4 dosis terbagi untuk diberikan oleh injeksi, injeksi IM yang dalam, injeksi IV melambat selama 3-5 menit, atau infus IV intermiten atau kontinu. Maksimal 100 mg/kg sehari dalam dosis terbagi untuk infeksi berat.

Aturan pakai Cefazolin dengan benar

Obat ini diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau ke otot. Dosis obat ini diberikan sesuai arahan dokter.

Gunakan obat ini sesuai arahan dokter. Untuk efek yang baik, konsumsi antibiotik pada waktu yang sama. Beri tahu dokter jika menggunakan obat-obatan lain selain Cefazolin.

Jangan menghentikan penggunaan obat ini terlalu cepat. Gunakan terus obat ini sampai waktu yang ditentukan. Jika berhenti sebelum waktu yang ditentukan. Sebab, hal ini akan menyebabkan kembalinya efek samping.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, efek samping yang berlebihan harus langsung ditangani tenaga medis.

Obat Cefazolin dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, diare, dan sakit kepala. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang serius seperti:

  • Kejang
  • Mata yang menguning
  • Perubahan suasana hati
  • Mudah memar

Ada beberapa efek samping lain yang belum tercatat. Jika Anda mengalami efek lain, tanyakan kepada tenaga medis.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Riwayat hipersensitivitas terhadap penisilin
  • Penyakit saluran cerna terutama kolitis
  • Gangguan kejang
  • Gangguan ginjal
  • Sedang dalam masa kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap Sefalosporin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakannya bersamaan obat lain, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosisnya jika memang harus digunakan secara bersamaan dengan obat lain.

Mengonsumsi obat Cefazolin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Peningkatan dampak efek nefrotoksik aminoglikosida
  • Pengurangan ekskresi Cefazolin dalam ginjal, jika obat dikonsumsi bersama Probenesid. Sehingga, bisa terjadi peningkatan kadarnya dalam darah yang berkepanjangan.
  • Peningkatan efek antikoagulan (warfarin)

Informasi yangg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cefazolin-injection-route/description/drg-20073267
Diakses pada 25 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/cefazolin
Diakses pada 25 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17325/cefazolin-intravenous/details
Diakses pada 25 Oktober 2018

FDA

Artikel Terkait:
Back to Top