Cefat Kapsul 500 mg

Cefat kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri

Deskripsi obat

Cefat kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat mikroorganisme yang sensitifm misalnya infeksi pada saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak, saluran kemih dan kelamin, serta infeksi tulang (osteomielitis). Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengatasi radang sendi, keracunan darah akibat infeksi bakteri (septikemia), peritonitis atau radang pada lapisan tipis yang melindungi organ dalam perut, dan infeksi masa nifas akibat bakteri masuk dan menginfeksi rahim (sepsis nifas).
Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cefat kaplet mengandung zat aktif cefadroxil. Cefadroxil berada dalam kelas obat antibiotik sefalosporin generasi pertama yang bekerja dengan membunuh bakteri.

Cefat Kapsul 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp989.500/box per Mei 2019
Kandungan utamaCefadroxil.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatSefalosporin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (500 mg)
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Cefadroxil bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri, yaitu penicillin-binding protein (PBP) yang akan menghambat laju transpeptidasi pada proses biosintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri, sehingga sel bakteri menjadi mati.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cefadroxil diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Hampir sempurna diserap dari saluran pencernaan. Waktu saata obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1,5-2 jam.
  • Distribusi: Secara luas terdistribusi menuju jaringan dan cairan tubuh.
  • Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 20%.
  • Ekskresi: Lebih dari 90% dalam bentuk obat tidak berubah melalu urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) sekitar 1,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai infeksi, seperti:

  • Infeksi tenggorokan.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Peradangan pada lapisan tipis yang berada dalam dinding perut atau peritoneum (peritonitis).
  • Peradangan pada amandel (tonsilitis).
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Keracunan pada darah yang disebabkan adanya bakeri pada aliran darah (septikemia).

Cefat mengandung cefadroxil yang digunakan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Caranya adalah dengan menghancurkan dinding sel bakteri dan sintesis atau pembentukan protein bakteri, sehingga dapat menghentikan terjadinya infeksi bakteri. Cefadroxil merupakan antibiotik yang memiliki spektrum luas, yaitu efektif mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti bakteri gram negatif maupun gram positif.

Komposisi obat

Cefadroxil monohydrat setara dengan cefadroxil 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: dosis lazim 1-2 g/hari.
  • Pengobatan infeksi saluran kemih atau sistitis: 1-2 g/hari sebagai dosis tunggal atau 2 dosis terbagi.
  • Pengobatan infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 g/hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Pengobatan infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah: 1 g/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 2 g/hari pada infeksi berat dalam 2 dosis terbagi.
  • Anak-anak: 25 - 50 mg/kg berat/hari dalam 2 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga dapat menyediakan biskuit di samping tempat tidur untuk dimakan sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Pasalnya, minuman yang mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat agar tubuh Anda lebih rileks. Mengompres perut dengan bantalan atau botol air panas dapat membantu mengurangi efek samping ini.
  • Demam.
  • Gangguan pencernaan.
  • Peradangan pada lidah (glositis).
  • Ruam pada kulit dan reaksi alergi lainnya.
  • Gangguan fungsi hati.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap pensilin atau obat golongan beta laktam lainnya.
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita asma.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap cefadroxil atau sefalosporin lainnya.
  • Pasien yang mempunyai riwayat reaksi alergi parah terhadap penisilin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Anisidione dan warfarin.
    Cefadroxil dapat meningkatkan efek anisindione dan menyebabkan perdarahan.
  • Chloramphenicol.
    Chloramphenicol dapat mengurangi efek cefadroxil dalam pengobatan infeksi tertentu.
  • Furosemide.
    Antibiotik sefalosporin seperti cefadroxil terkadang dapat menyebabkan masalah ginjal dan menggunakannya dengan furosemide dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Vaksin.
    Antibiotik seperti cefadroxil dapat mengurangi aktivitas vaksin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut parah.
  • Diare berair atau berdarah, terutama jika terjadi beberapa bulan setelah dosis terakhir Anda.
  • Demam, menggigil, badan pegal, gejala flu.
  • Kulit pucat.
  • Mudah memar.
  • Perdarahan yang tidak biasa.
  • Kejang.
  • Urine berwarna gelap.
  • Kulit atau mata menguning.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, serta merasa lelah atau sesak napas.

Sesuai kemasan per Mei 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefadroxil
Diakses pada 21 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/cefadroxil-for-infection
Diakses pada 21 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cefadroxil.html
Diaskes pada 21 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email