Cefat Forte Sirup Kering 60 ml digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif.
Cefat Forte Sirup Kering 60 ml digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif.
Cefat Forte Sirup Kering 60 ml digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif.
Cefat Forte Sirup Kering 60 ml digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 99.413/botol (60 ml) per Februari 2020
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen Sanbe Farma

Cefat Forte sirup kering digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Cefat Forte mengandung zat aktif cefadroxil monohydrate.

Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif seperti E.coli, Pr. mirabilis dan Klebsiella.

  • Infeksi saluran pernafasan:
    • Radang amandel (tonsilitis).
    • Radang faring (faringitis).
    • Infeksi pada jaringan dan kantung udara di paru-paru (pneumonia).
    • Peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis).
    • Penumpukan lendir di dalam paru-paru (bronkiektasis).
    • Infeksi bakteri pada paru-paru yang menyebabkan munculnya nanah (abses paru).
    • Penumpukan nanah pada paru (empiema).
    • Radang pada pleura (pleuritis).
    • Sinusitis.
    • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media).
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak:
    • Peradangan pada pembuluh limfatik (limfangiitis).
    • Penumpukan nanah pada satu daerah tubuh (abses).
    • Infeksi umum pada kulit dan jaringan lunak di bawah kulit (selulitis).
    • Luka akibat penekanan yang lama pada kulit karena berbaring terus-menerus (ulkus dekubita).
    • Peradangan pada jaringan payudara (mastitis).
    • Peradangan yang terjadi pada folikel rambut (furunkulosis).
    • Infeksi akut berupa bercak di kulit (erisipelas).
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin:
    • Infeksi ginjal (pielonefritis).
    • Radang kandung kemih (sistitis).
    • Radang pada adneksa rahim (adneksitis).
    • Peradangan yang terjadi pada endometrium (endometritis).
  • Infeksi lain:
    • Infeksi tulang (osteomielitis).
    • Radang sendi (artritis).
    • Infeksi bakteri dapat mengancam jiwa dan bereaksi sangat cepat (septisemia).
    • Peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut (peritonitis).
    • Infeksi pada saluran genitalia (sepsis puerperium).
  • Tidak dianjurkan untuk infeksi saluran pernafasan dan infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media yang) disebabkan oleh H.influenzae.

Tiap 5 ml: cefadroxil monohydrate yang setara dengan 250 mg cefadroxil.

Pengobatan sebaiknya dilanjutkan sampai 2-3 hari setelah gejala infeksi hilang.

  • Dewasa: 
    • Dosis lazim: 1-2 g/hari, diberikan dalam dua dosis terbagi setiap 12 jam atau 1 kali setiap 24 jam.
    • Infeksi saluran kemih bagian bawah tidak terkomplikasi (sistitis): 1-2 g/hari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi.
    • Infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 g/hari dalam dosis tunggal atau dalam dua dosis terbagi.
    • Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi ringan, dosis lazim: 1 g/hari terbagi dalam dua dosis (2 kali 500 mg).
    • infeksi sedang sampai berat: dosis yang dianjurkan 1-2 g/hari terbagi dalam dua dosis (500 mg-1 g tiap 12 jam).
    • Faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Streptokokus beta-hemolitikus grup A: 1 g/hari dalam dua dosis terbagi diberikan selama 10 hari.
  • Anak-anak: 25-50 mg/kg BB/hari dalam dua dosis terbagi.
    • Berat badan:
      • 9,1kg-13,6 kg: 1 sendok takar (2,5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
      • 13,6 kg-18,2kg: 1 sendok takar (3,75 ml) sebanyak 2 kali/hari.
      • 18,2kg-22,7kg: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
      • 22,7kg-27,3kg: 1 sendok takar (6,25ml) sebanyak 2 kali/hari.
  • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal:
    • Dewasa:
      • Dosis awal: 1 g dan dosis pemeliharaan: 500 mg. Bergantung pada interval waktu sebagai berikut:
        • Creatinine clearance 1-10 ml/menit: interval 36 jam.
        • Creatinine clearance 10-25 ml/menit: interval 24 jam.
        • Creatinine clearance 25-50 ml/menit: interval 12 jam.
        • Creatinine clearance 50 ml/menit ke atas: dosis seperti pada penderita dengan fungsi ginjal normal
  • Tuangkan air minum sampai sedikit di bawah tanda.
  • Tutup botol erat-erat, balikkan botol, kocok dan diamkan selama 5 menit sampai semua granul terdispersi.
  • Tambahkan lagi air minum secukupnya sampai tanda batas (60 ml) dan kocok baik-baik.

Setelah pencampuran dengan air minum, suspensi stablik selama 7 hari pada suhu dibawah 30° C atau 14 hari dalam lemari es.

  • Gangguan pencernaan:
  • Reaksi hipersensitivitas:
  • Gejala peradangan usus besar (kolitis pseudomembran) dapat terjadi.

Hipersensitif terhadap sefalosporin.

  • Penderita alergi terhadap penisilin.
  • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal, kolitis.
  • Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya superinfeksi karena pemakaian jangka panjang. Hentikan penggunaan jika terjadi superinfeksi.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan mikroorganisme tidak sensitif terhadap cefat (resistensi).
  • Wanita hamil dan bayi prematur.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Artikel Terkait