Cargesik Kaplet 500 mg

15 Des 2020| Aby Rachman
Cargesik kaplet adalah obat untuk mengatasi sakit kepala dan nyeri sendi

Deskripsi obat

Cargesik kaplet adalah obat untuk meringankan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri haid, dan nyeri pascaoperasi. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Cargesik kaplet mengandung zat aktif asam mefenamat. Asam mefenamat adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan cara mengurangi hormon penyebab peradangan dan nyeri pada tubuh. Cargesik juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit serta peradangan. Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia tertentu dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri. Dengan menghambat senyawa tersebut, maka rasa sakit akan berkurang.

Cargesik Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 13.063/strip (500 mg) per Oktober 2019
Kandungan utamaAsam mefenamat.
Kelas terapiAnalgesik dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenSampharindo Perdana

Informasi zat aktif

Asam mefenamat merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (AINS). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi hormon penyebab peradangan dan nyeri pada tubuh. Selain itu, obat ini juga dapat membantu menurunkan demam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu mengatasi nyeri ringan hingga sedang.
  • Mengurangi rasa nyeri di otot dan sendi, serta nyeri haid.
  • Meredakan sakit kepala, sakit gigi, dan sakit setelah operasi atau melahirkan.
  • Menurunkan demam.

Asam mefenamat termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). NSAID membantu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan demam. Asam mefenamat bekerja dengan cara memblokir efek bahan kimia alami yang disebut enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini membantu proses pembuatan bahan kimia bernama prostaglandin.
Bahan kimia ini diproduksi di area tubuh yang cedera atau mengalami kerusakan. Itu sebabnya, prostaglandin menyebabkan nyeri dan peradangan. Dengan memblokir efek enzim COX, tubuh akan memproduksi lebih sedikit prostaglandin, sehingga rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Komposisi obat

Asam mefenamat 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak berusia di atas 14 tahun: 1 kaplet, diikuti dengan ½ kaplet/6 jam. Maksimal dikonsumsi selama 7 hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat agar tubuh Anda lebih rileks. Kompres perut menggunakan bantalan panas atau botol air minum berisi air hangat dapat membantu meredakan efek samping ini.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur atau taruh biskuit biasa di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sebelum bangun. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman dengan gula di dalamnya bisa membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup bisa membuat tubuh Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Muntah darah.
  • Terdapat darah dalam urine.
  • Penglihatan kabur.
  • Ruam pada kulit.
  • Gatal dan bengkak.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Penglihatan kabur.
  • Gugup.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak berusia 14 tahun ke bawah.
  • Pasien lanjut usia.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin karena menyebabkan kantuk.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang bekerja untuk membantu hati mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Cargesik kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien yang mengalami bronkospasma, yaitu pengencangan otot yang melapisi saluran udara (bronkus)
  • Pasien yang mengalami peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi), biduran (urtikaria) atau pasien yang mengalami alergi terhadap obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan NSAID.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Penggunaan obat ini tidak disarankan untuk pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam tubuh dan menurunkan pengeluaran lithium pada ginjal. Hal ini dapat menimbulkan efek samping, seperti penglihatan kabur.
  • Digoksin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya keracunan.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas).
  • Furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan obat diuretik di atas bersama asam mefenamat dapat menurunkan kemampuan obat tersebut dalam mengeluarkan urine.
  • ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan asam mefenamat dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam kulit.
  • Sesak napas.
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, serta penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Masalah ginjal, seperti buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali, nyeri saat buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, serta merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah (anemia) dengan gejala kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan sulit berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, juga nyeri kulit diikuti kulit berwarna merah atau ungu terutama di wajah atau tubuh bagian atas, serta melepuh dan mengelupas.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681028.html
Diakses pada 26 November 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mefenamic-acid-oral-capsule#about
Diakses pada 26 November 2020

Patient. https://patient.info/medicine/mefenamic-acid-for-pain-and-inflammation-ponstan
Diakses pada 26 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/mefenamic-acid.html
Diakses pada 26 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11586/mefenamic-acid-oral/detail
Diakses pada 26 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penyebab Gigi Keropos yang Mungkin Tidak Anda Sadari Sebelumnya

Penyebab gigi keropos, antara lain mengonsumsi soda berlebihan, mulut kering, hingga refluks asam lambung. Hal tersebut menyebabkan lapisan enamel gigi rusak atau menipis.Baca selengkapnya
Penyebab Gigi Keropos yang Mungkin Tidak Anda Sadari Sebelumnya

Beragam Obat Sakit Gigi Paling Ampuh, dari yang Alami Hingga di Apotek

Obat sakit gigi paling ampuh bisa diatasi dengan obat sakit gigi di apotik. Namun, Anda juga bisa mengatasi rasa nyeri dengan obat sakit gigi alami di rumah.Baca selengkapnya
Beragam Obat Sakit Gigi Paling Ampuh, dari yang Alami Hingga di Apotek

Belum Sempat ke Dokter? Coba Obat Sakit Gigi Alami Ini

Sakit gigi memang tidak enak dan mengganggu kenyamanan. Banyak orang berupaya mencari cara mengobati sakit gigi. Mulai dari kumur air garam hingga es batu pengirim sinyal, obat sakit gigi alami ini layak dicoba.
27 Sep 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Belum Sempat ke Dokter? Coba Obat Sakit Gigi Alami Ini