Cardipin tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen Sampharindo Perdana

Cardipin tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cardipin tablet mengandung zat aktif amlodipin.
Amlodipin adalah obat antihipertensi golongan penghambat saluran kalsium yang bekerja dengan melebarkan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah menuju jantung sehingga akan menurunkan tekanan darah. Obat ini mampu menurunkan kadar tekanan darah, menurunkan risiko stroke atau serangan jantung serta mengobati nyeri dada (angina).

Amlodipin besilat sebanyak 6,93 mg yang setara dengan amlodipin 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 5-10 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 2,5-5 mg sebanyak 1 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Pembengkakan pada kaki yang disebabkan karena penumpukan cairan pada pergelangan kaki (edema perifer).
  • Penurunan tekanan darah hingga dibawah batas normal (hipotensi).
  • Penurunan kadar leukosit dalam tubuh.
  • Penurunan kadar trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Melambatnya denyut jantung (bradikardi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Penglihatan ganda (diplopia).
  • Mata berwarna merah yang disebabkan karena terjadinya peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata (konjungtivitis).
  • Mual.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Nyeri pada perut.
  • Kelelahan.
  • Peningkatan berat badan.
  • Nyeri punggung.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kecemasan
  • Sesak napas.
  • Batuk.
  • Peradangan pada mukosa hidung (rhinitis).
  • Ruam pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah rendah atau di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien yang mengalami gangguan ketidakmapuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh (syok kardiogenik).
  • Pasien penderita gagal jantung setelah mengalami serangan jantung.
  • Pasien dengan gangguan penyempitan pada katup jantung (stenosis aorta).
  • Pasien penderita kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal (gagal jantung kongestif)
  • Pasien penderita gangguan fungi hati.
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Penggunaan bersama dengan simvastatin dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi serum simvastatin.
  • Dapat menyebabkan penurunan konsentrasi plasma dengan induser CYP3A4 seperti rifampisin.
  • Peningkatan paparan dengan inhibitor enzim CYP3A4 protease inhibitor, antijamur golongan azole, eritromisin, dan diltiazem.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma sistemik dengan obat penekan sistem imun (imunosupresan) seperti siklosporin dan takrolimus.

Sampharindo. https://www.sampharindo.com/produk.php#prettyPhoto/19/
Diakses pada 13 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amlodipine
Diakses pada 13 Juli 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/amlodipine-oral-tablet
Diakses pada 13 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/katerzia-norvasc-amlodipine-342372#5
Diakses pada 13 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5891/amlodipine-oral/details
Diakses pada 13 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait