Cardace Tablet

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 6 strip @ 10 tablet (2,5 mg; 5 mg); 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Sanovi Aventis
Cardace tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan serangan jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cardace tablet mengandung zat aktif ramipril.

Ramipril adalah obat yang termasuk ke dalam golongan penghambat ACE yang dapat bekerja dengan menghambat hormon yang dapat mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Obat ini bekerja dengan merelaksasikan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan jantung dapat memompa darah lebih efisien.

  • Cardace kaplet 2,5 mg: ramipril 2,5 mg.
  • Cardace kaplet 5 mg: ramipril 5 mg.
  • Cardace kaplet 10 mg: ramipril 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Sebaiknya dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg/hari sekali sehari, dapat dikonsumsi hingga 10 mg/hari jika diperlukan.
  • Setelah serangan jantung:
    • Dosis awal: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 2 hari hingga 5 mg sebanyak 2 kali/hari. Pengobatan dimulai ketika hari ke 3-10 setelah terjadi infark jantung.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Gagal jantung:
    • Dosis awal: 1,25 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari. Dosis 2,5 mg ke atas dapat diberikan dalam dua dosis terbagai ataupun dosis tunggal.
  • Mencegah timbulnya serangan jantung pada pasien yang berisiko tinggi:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sekali sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi.
    • Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari setelah 3 minggu berikutnya.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Diare atau muntah.
    Minumlah banyak cairan, seperti air atau labu, untuk mencegah dehidrasi. Jika Anda sedang sakit, minumlah sedikit cairan, sesering mungkin. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter. Jika Anda mengalami diare atau muntah karena sakit perut atau penyakit, beri tahu dokter Anda. Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan ramipril untuk sementara sampai Anda merasa lebih baik.
  • Batuk kering yang mengiritasi.
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak membantu untuk batuk yang disebabkan oleh ramipril. Terkadang batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Konsultasikan dengan dokter Anda jika batuk berlanjut, mengganggu Anda atau menghentikan Anda tidur, karena obat lain mungkin lebih baik. Jika Anda berhenti mengonsumsi ramipril, batuk mungkin membutuhkan beberapa hari hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Gatal atau ruam ringan pada kulit.
    Mungkin membantu untuk mengonsumsi antihistamin atau obat antialergi yang dapat Anda beli dari apotek. Tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis apa yang cocok untuk Anda.
  • Pusing.
    Jika ramipril membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin saat ini terjadi. Jika berlangsung selama lebih dari satu atau dua hari, bicarakan dengan dokter Anda karena mereka mungkin perlu mengubah perawatan Anda.
  • Pasien yang mengonsumsi aliskiren pada penderita kencing manis (diabetes melitus) atau penderita gangguan ginjal.
  • Pasien dengan riwayat pembengkakan pada mukosa atau jaringan di bawah kulit (angioedema) dengan obat ACE inhibitor.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien stenosis katup aorta atau mitral.
  • Pasien dengan penyempiran pembuluh darah arteri menuju ginjal.
  • Pasien yang berisiko mengalami penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Aliskiren.
    Penggunaan ramipril dengan aliskiren dapat meneybabkan terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi), dan memicu terjadinya kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) pada pasien penderita diabetes atau gangguan ginjal.
  • Suplemen dan diuretik hemat kalium.
    Penggunaan ramipril dengan obat di atas dapat meningkatkan terjadinya efek peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Diuretik atau obat antihipertensi lain.
    Penggunaan ramipril dan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • NSAID misalnya asam mefenamat dan ibuprofen.
    Penggunaan ramipril bersama dengan obat golongan NSAID dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kerusakan fungsi ginjal.
  • Lithium.
    Ramipril dapat meningkatkan kadar serum dan menyebabkan terjadinya toksisitas pada lithium.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ramipril?mtype=generic
Diakses pada 10 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ramipril/
Diakses pada 10 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8843/ramipril-oral/details
Diakses pada 10 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692027.html
Diakses pada 10 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ramipril.html
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email