Carbidu Tablet 0,75 mg

25 Nov 2020| Aby Rachman
Carbidu tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi.

Deskripsi obat

Carbidu tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Carbidu tablet mengandung zak aktif dexamethasone. Dexamethasone bekerja pada area tubuh yang meradang. Zat aktif ini digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi, misalnya peradangan (pembengkakan), alergi parah, radang sendi (arthritis), asma, masalah darah atau sumsum tulang, masalah ginjal, penyakit kulit, serta penyakit peradangan dan kerusakan sel saraf otak dan tulang belakang (multiple sclerosis). Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid atau steorid yang bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.
Carbidu Tablet 0,75 mg
Kandungan utamaDexamethasone.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosterod.
Kemasan1 box isi 20 strip @ 10 tablet (0,75 mg)
ProdusenSampharindo Perdana

Informasi zat aktif

Dexamethasone merupakan obat untuk mengatasi peradangan (antiinflamasi) yang termasuk dalam golongan obat yang disebut steroid. Steroid, seperti dexamethasone membantu memblokir respons sistem kekebalan terhadap peradangan.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi peradangan, seperti peradangan pada sendi, radang usus, ginjal, mata, asma bronkial, dan peradangan lainnya.
  • Menekan sistem imun dan dapat digunakan untuk mengatasi penyakit radang sendi (rheumatoid arthritis), lupus, trombositopenia idiopatik.
  • Meredakan alergi.
  • Mengobati pembesaran otak akibat adanya penumpukan cairan dalam otak (edema serebral).

Dexamethasone adalah kortikosteroid sintetis (buatan manusia). Kortikosteroid itu sendiri sebenarnya adalah bahan kimia alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Kortikosteroid memengaruhi fungsi banyak sel di dalam tubuh dan menekan sistem kekebalan. Kortikosteroid juga menekan proses peradangan dan digunakan dalam berbagai macam penyakit inflamasi yang mempengaruhi banyak organ. Dexamethasone digunakan secara khusus untuk mengurangi pembengkakan (edema), terkait dengan tumor tulang belakang dan otak, serta mengobati peradangan mata

Komposisi obat

Dexamethasone 0,75 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 0,5-9 mg/hari dalam dosis terbagi.

Anak-anak:

  • Dosis awal: 0,02-0,3 mg/kgBB/hari dalam 3-4 dosis terbagi.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyiapkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit saat bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Letakkan bantalan atau botol air panas tertutup di perut Anda untuk membantu mengurangi efek samping ini.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Buatlah rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Terjadinya pembengkakan pada organ akibat penumpukan jaringan (edema).
  • Perubahan suasana hati, seperti depresi.
  • Kesulitan tidur.
  • Kegelisahan.
  • Penurunan kadar kalium dalam darah.
  • Peningkatan kadar glukosa dalam darah.
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kelelahan.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan jumlah urin.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh (gagal jantung kongestif).
  • Pasien penderita gangguan pencernaan seperti luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (rektum) (kolitis ulseratif).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan mialgia, atralgia, dan malaise.
  • Dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan pasien lebih rentan terkena cacar atau campak.
  • Hentikan penggunaan obat ini secara bertahap.
  • Pasien penderita malaria.
  • Pasien yang memiliki gangguan tiroid.
  • Pasien penderita kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Carbidu tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap dexamethasone.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus peptikum).
  • Pasien yang mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis) atau gangguan kecemasan (psikoneurotik).
  • Pasien penderita pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita herpes pada mata (herpes simpleks okular).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien yang menerima atau melakukan vaksinasi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aspirin.
    Mengonsumsi aspirin dengan dexamethasone dapat meningkatkan efek samping di saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Ciprofloxacin.
    Mengonsumsi dexamethasone dengan ciprofloxacin dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Hydrocodone dan oxycodone.
    Dexamethasone dapat menurunkan kadar hydrocodone dalam darah, yang akan mengurangi efek dalam meringankan rasa sakit.
  • Ibuprofen dan naproxen.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama ibu profen dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping dalam saluran cerna, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Furosemide.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama furosemide menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pusing.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, segera hubungi dokter:

  • Ruam kulit.
  • Pembengkakan pada tungkai bawah atau pergelangan kaki.
  • Masalah penglihatan.
  • Pilek atau infeksi yang berlangsung lama.
  • Kelemahan otot.
  • Feses berwarna hitam.

Sesuai kemasan per November 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/decadron-dexamethasone-intensol-dexamethasone-342741#5
Diakses pada 5 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexamethasone.html
Diakses pada 5 November 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322409#side-effects
Diakses pada 5 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/dexamethasone.html
Diakses pada 5 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682792.html
Diakses pada 5 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email