Captopril (Alias: Kaptopril)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 09 Jan 2019
Captopril juga dipakai dalam pengobatan pasien pasca serangan jantung dan nefropati diabetik.
Captopril bekerja dengan melebarkan pembuluh darah.

Merk dagang yang beredar:

Farmoten, Tensicap, Tensobon, Acendril, Acepress, Captensin, Captopril Landson, Captopril Hexpharm, Captopril Indo Farma, Lotensin, Scantensin, Vapril, Dexacap

Captopril digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak cepat diatasi akan menyebabkan stroke, gagal jantung, atau gagal ginjal.

Captopril bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir dengan lancar). Dengan demikian, tekanan darah menjadi turun dan suplai darah serta oksigen ke jantung pun meningkat.

Captopril (Kaptopril)
Golongan

Penghambat enzim pengubah angiotensin

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Penelitian pada wanita hamil menunjukkan efek buruk terhadap janin. Namun, manfaat dari penggunaan obat ini dapat diterima pada wanita hamil meskipun tetap berisiko. Penelitian menunjukkan bahwa obat ini dapat menimbulkan risiko minimal pada bayi ketika digunakan selama menyusui.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Hipertensi

  • Dewasa: 12,5 mg untuk dosis permulaan. Dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur, untuk menghindari penurunan tajam pada tekanan darah. Dosis akan ditingkatkan secara bertahap pada interval 2-4 minggu berdasarkan respons terhadap obat. Rumatan: 25-50 mg bid. Max: 50 mg tid. Pasien diuretik: 6,25 mg bid.
  • Anak: Neonatus dan bayi: 0,15 mg/kg. Maks: 6 mg/kg dalam 2 atau 3 dosis, yang dibagi berdasarkan respons. Anak dan remaja: 0,3 mg/kg. Maks: 6 mg/kg dalam 2 atau 3 dosis, terbagi berdasarkan respons.

Gagal jantung

  • Dewasa: 6,25-12,5 mg untuk dosis awal, 2 atau 3 kali sehari. Rumatan: 25 mg 2 atau 3 kali sehari. Max: 50 mg 3 kali sehari.
  • Anak: 0,25 mg/kg/hari untuk dosis awal, yang dapat ditingkatkan hingga 2,5 atau 3,5 mg/kg/hari dalam 3 dosis yang terbagi.

Nefropati Diabetik

  • Dewasa: Penderita diabetes tipe 1: 75-100 mg/hari dalam dosis yang terbagi.

Post-myocardial infarction

  • Dewasa: Dapat dimulai 3-16 hari setelah MI. Awalnya, 6,25 mg/hari diikuti dengan 12,5 mg 3 kali sehari selama 2 hari, kemudian 25 mg 3 kali sehari. Rumatan: 75-150 mg/hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi.

Aturan pakai Captopril dengan benar

Ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat Captopril.

Obat ini dikonsumsi saat perut kosong (1 jam sebelum makan) atau sesuai petunjuk dari dokter. Dosis disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

Gunakan obat ini secara teratur. Obat ini harus dikonsumsi secara teratur meskipun penderita tekanan darah tinggi tidak merasa sakit.

Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik atau memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang berlebihan, pasien harus langsung mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Obat Captopril dapat menyebabkan efek samping seperti: pusing, kepala terasa ringan, batuk kering, dan gangguan mengecap.

Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Meski jarang terjadi, tapi segeralah cari bantuan medis jika pasien mengalami efek samping berikut ini:

  • Pingsan
  • Detak jantung cepat
  • Tingginya kadar kalium darah

Ada sejumlah efek samping yang belum disebutkan. Jika Anda mengalami efek samping selain yang sudah dijelaskan di atas, konsultasikan dengan tenaga medis.

Peringatan

Sebelum mengonsumsi obat ini, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter, jika Anda memiliki kondisi medis berikut ini:

  • Stenosis arteri ginjal bilateral
  • Penyakit kolagen vaskular
  • Gangguan ginjal
  • Sedang menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda:

  • Sedang dalam masa kehamilan
  • Mengonsumsi aliskiren (pada pasien diabetes)

Informasi selengkapnya bisa dilihat pada kemasan obat.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika pasien mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut, jika memang harus digunakan bersamaan obat lain.

Mengonsumsi obat Colchicine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Risiko toksisitas litium.
  • Risiko leucopenia.

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan kepada pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-964/captopril-oral/details
Diakses pada 29 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/captopril-oral-route/description/drg-20069213
Diakses pada 29 Oktober 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/captopril/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 29 Oktober 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top