Captensin Tablet

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Captensin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Deskripsi obat

Captensin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, dan masalah ginjal akibat diabetes. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Captensin tablet mengandung zat aktif kaptopril.
Captensin Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKaptopril.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatACE Inhibitor.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (12,5 mg; 25 mg)
ProdusenKalbe Farma

Informasi zat aktif

Kaptopril adalah yang termasuk dalam kelas inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE). Kaptopril bekerja dengan membuka pembuluh darah. Hal ini memungkinkan darah mengalir lebih mudah dan mengurangi seberapa keras jantung Anda harus memompa. Efek ini menurunkan tingkat tekanan darah, meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah, dan meningkatkan aliran darah di ginjal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kaptopril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan (sekitar 60-75%). Konsentrasi serum dapat menurun dengan adanya makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 60-75%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil). Volume distribusi pada kondisi stabil: 0,7 L /kg. Ikatan protein plasma: 25% -30%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak 90% ke atas; 40-50% sebagai obat tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (wktu paruh eliminasi) selama 2-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Kaptopril merupakan penghambat ACE, penghambat ACE adalah obat yang memperlambat (menghambat) aktivitas enzim ACE dan menurunkan produksi angiotensin II. Akibatnya pembuluh darah membesar atau melebar, dan tekanan darah pun berkurang. Tekanan darah yang lebih rendah memudahkan jantung untuk memompa darah dan dapat meningkatkan fungsi jantung yang gagal. Selain itu, perkembangan penyakit pada pembuluh darah di dalam ginjal yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau diabetes melambat. Angiotensin II adalah bahan kimia yang sangat kuat yang menyebabkan otot-otot di sekitar pembuluh darah berkontraksi, sehingga mempersempit pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah meningkatkan tekanan di dalam pembuluh sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Angiotensin II dibentuk dari angiotensin I dalam darah oleh enzim pengubah angiotensin atau ACE.

Komposisi obat

  • Captensin tablet 12,5 mg: kaptopril 12,5 mg.
  • Captensin tablet 25 mg: kaptopril 25 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Hipertensi:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 25-75 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan setelah 2 minggu menjadi 100-150 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Bayi baru lahir: 0,15 mg/kg BB/hari.
  • Anak-anak dan remaja: 0,3 mg/kg BB.
    • Dosis maksimal: 6 mg/kg BB dalam 2-3 dosis terbagi.

Post-myocardial infarction:

  • Dosis awal: 6,25 mg/hari kamudian dilanjutkan dengan 12,5 mg sebanyak 3 kali/hari selama 2 hari, kemudian 25 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Dosis rumatan: 75-150 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.

Nefropati diabetik:

  • Pasien dewasa yang mengalami diabetes melitus tipe 1: 75-100 mg/hari dikonsumsi dalam dosis terbagi.

Gagal jantung:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 6,25-12,5 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Dosis rumatan: 25 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 50 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • Dosis awal: 0,25 mg/kg BB/hari dalam 3 dosis terbagi.

Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi saat perut kosong atau dikonsumsi 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Efek samping obat

  • Diare atau muntah.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi, dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, urine berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Sakit perut.
    Tetap pada makanan sederhana, hindari makanan kaya atau pedas. Jika gejalanya parah atau tidak kunjung hilang, beri tahu dokter Anda
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini dengan makanan atau ketika sesudah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan minum beberapa gelas air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah segar serta sereal.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Penurunan jumlah neutrofil dalam darah (neutropenia).
  • Terdapatnya protein pada urin (proteinuria).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Ruam pada kulit.
  • Gangguan pada pengecapan.
  • Lelah.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Batuk.
  • Pembengkakan pada bagian kulit akibat penumpukan cairan pada jaringan.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang menjalani operasi besar atau selama anestesi.
  • Perawatan desensitisasi misalnya racun hymenoptera.
  • Pasien dengan deplesi volume atau natrium, penyakit kardiovaskular atau serebrovaskular iskemik, stenosis aorta, stenosis arteri ginjal unilateral atau bilateral tanpa stent, obstruksi saluran hipertrofik dan aliran keluar, penyakit pembuluh darah kolagen.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil.
  • Pasien yang memiliki alergi dengan kaptopril atau obat ACE inhibitor lainnya.
  • Pasien kencing manis atau pasien gangguan ginjal yang mengonsumsi aliskiren dan penghambat neprilisin seperti sakubitril.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diuretik tiazid atau loop, kecuali furosemid dan hidroklortiazid.
    Obat di atas dapat mengakibatkan penurunan volume dan risiko hipotensi.
  • Diuretik hemat kalium seperti amilorid, spironolakton, dan triamteren.
    Obat di atas dapat meningkatkan serum kalium.
  • Agen penghambat adrenergik dan NSAID seperti indometasin dan ibuprofen.
    Obat di atas dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Antidiabetik oral seperti sulfonilurea.
    Kaptopril dapat menyebabkan peningkatan efektivitas obat di atas.
  • Aliskiren
    Aliskiren dapat menyebabkan peningkatan pada risiko terjadinya gangguan fungsi ginjal.
  • Lithium.
    Kaptopril dapat meningkatkan konsentrasi dan toksisitas dari lithium.
  • Prokainamid dan imunosupresan.
    Obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko leukopenia.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat menyebabkan penurunan pembersihan ginjal.
  • Agen simpatomimetik.
    Agen simpatomimetik dapat menurunkan efek antihipertensi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan.
  • Penurunan frekuensi dan jumlah urine.
  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan), pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat.
  • Nyeri atau tekanan dada, detak jantung berdebar-debar atau dada Anda berdebar-debar.
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah seperti mual, detak jantung lambat atau tidak biasa, kelemahan, kehilangan gerakan atau kelemahan mendadak atau perasaan sakit, demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri mulut, nyeri saat menelan, luka kulit, gejala pilek atau flu.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/captopril
Diakses pada 30 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/captopril.html
Diakses pada 30 September 2020

Medicinet. https://www.medicinenet.com/captopril/article.htm
Diakses pada 30 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-964/captopril-oral/details
Diakses pada 30 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/captopril-oral-tablet
Diakses pada 30 September 2020

GlowM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c009.html
Diakses pada 30 September 2020

EverydayHealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/captopril
Diakses pada 30 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Pentingnya Mewaspadai Penyakit Jantung dan Memahami Langkah Pencegahannya

Jenis-jenis penyakit jantung, seperti penyakit jantung bawaan dan koroner, perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian mendadak. Untuk menghindari penyakit tersebut, terdapat cara mencegah penyakit jantung yang bisa dilakukan.Baca selengkapnya
Pentingnya Mewaspadai Penyakit Jantung dan Memahami Langkah Pencegahannya

Berapa Angka Tekanan Darah Normal? Berikut Jawabannya

Tekanan darah yang normal adalah berkisar 80/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, sedangkan tekanan darah yang rendah dapat menyebabkan pusing dan pingsan mendadak.
13 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Berapa Angka Tekanan Darah Normal? Berikut Jawabannya

Segudang Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan

Manfaat cuka apel telah dikenal masyarakat luas untuk kesehatan, termasuk untuk menurunkan berat badan. Namun, penggunaannya harus dengan hati-hati, agar tidak menimbulkan efek samping yang buruk bagi tubuh Anda.
16 Jul 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Segudang Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan