Capritazin Kaplet 10 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Capritazin kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai kondisi alergi seperti rhinitis alergi dan urtikaria. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Capritazin kaplet mengandung zat aktif setirizin.
Capritazin Kaplet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSetirizin hidroklorida.
Kelas terapiAntihistamin.
Klasifikasi obatAntihistamin generasi ke-2.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kaplet (10 mg)
ProdusenCaprifarmindo

Informasi zat aktif

Setirizin merupakan turunan piperazin dan metabolit dari hidroksizin, obat ini merupakan antihistamin yang mampu menghambat reseptor H1 selektif dalam saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran pernapasan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, setirizin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Tingkat penyerapan dapat berkurang jika dikonsumsi dengan makanan. Waktu puncak konsentrasi plasma: kira-kira 1 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 93%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (50% dalam bentuk obat yang tidak berubah), feses (10%). Waktu paruh eliminasi: 10 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Setirizin adalah antialergi yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti pilek, bersin, mata berair, mata atau hidung gatal, dan gatal-gatal. Ini bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Histamin dilepaskan dari sel yang menyimpan histamin (sel mast) dan kemudian melekat pada sel lain yang memiliki reseptor untuk histamin. Penempelan histamin ke reseptor menyebabkan sel menjadi aktif dan melepaskan bahan kimia lain yang menghasilkan efek yang kita kaitkan dengan alergi, misalnya bersin. Setrizin memblokir satu jenis reseptor untuk histamin (reseptor H1) dan dengan demikian mencegah aktivasi sel yang mengandung reseptor H1 oleh histamin. Setirizin dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak mudah masuk ke otak dari darah sehingga akan menyebabkan lebih sedikit rasa kantuk.

Mengatasi:

  • Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi tubuh terhadap zat dari luar tubuh (rinitis perennial).
  • Alergi yang bisa dialami seseorang karena perubahan musim (rinitis alergi musiman).
  • Kondisi alergi lain dimana tidak diketahui penyebabnya secara signifikan (urtikaria idiopatik kronis).

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 10 mg/hari, dikonsumsi pada saat makan sore.

Anak-anak 6-12 tahun: 10 mg/hari dalam dosis tunggal atau 5 mg dikonsumsi pada pagi dan sore hari.

Pasien gangguan fungsi ginjal: 5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).
  • Muntah.
  • Perasaan tidak nyaman (malaise).
  • Kejang.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Halusinasi.
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Mengantuk dan kelelahan.
    Gantikan dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, konsultasikan dengan dokter.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Minta rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit pada apoteker. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama konsumsi obat ini, jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Mulut kering.
    Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.
  • Mual.
    Mengonsumsi obat dengan makanan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika merasa pusing ketika berdiri, coba bangun dengan perlahan atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduk hingga merasa lebih baik. Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Sakit perut.
    Coba untuk beristirahat dan rileks dan makan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih sedikit. Tempelkan bantal panas atau botol air panas tertutup pada berut. Jika rasa sakit semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan, segera hubungi dokter Anda jika mengalami tanda dehidrasi seperti penurunan frekuensi buang air kecil dan urin berwarna gelap. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengatasi diare, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit tenggorokan.
    Untuk yang berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba berkumur dengan larutan aspirin (1 tablet aspirin terlarut dalam setengah gelas air) atau menggunakan obat kumur yang menghilangkan rasa sakit seperti Oraldene. Jika gejala bertahan lebih dari seminggu, segera hubungi dokter atau apoteker. Untuk anak-anak usia 16 tahun ke bawah tidak boleh diberi aspirin.
  • Gejala flu.
    Jika Anda berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba minum aspirin atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Anak-anak lebih mungkin mendapatkan gejala-gejala ini, tetapi harus diberikan ibuprofen saja dan bukan aspirin. Anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh diberikan asprin. Jika gejala Anda atau anak Anda kembali ketika Anda berhenti minum obat penghilang rasa sakit, konsultasikan dengan apoteker Anda.
  • Gatal atau ruam.
    Jika mengalami ruam setelah mengonsumsi obat ini, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis obat antihistamin yang berbeda.
  • Kaki dan tangan terasa kesemutan.
    Jika ini tidak hilang, segera hubungi dokter Anda.
  • Timbul rasa kegelisahan.
    Cobalah untuk mengonsumsi setirizin tepat sebelum tidur, jadi Anda tertidur saat ini kemungkinan besar terjadi. Jika gejalanya tidak hilang, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis antihistamin yang berbeda.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan berkendara atau menjalankan mesin.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil pada trimester pertama.
  • Bayi yang lahir prematur.
  • Anak-anak usia 2 tahun ke bawah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Hidroksizin dan levosetrizin.
      Penggunaan bersama setirizin dapat menyebabkan peningkatan kadar setirizin dalam darah dan dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
    • Obat penenang.
      Penggunaan bersama setirizin dapat menyebabkan peningkatan depresi pada sistem saraf pusat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika anda mengalami jantung berdebar, kelelahan, gerakan gemetar yang tidak terkendali (tremor) atau masalah tidur (insomnia), perasaan gelisah yang parah, hiperaktif, kebingungan, masalah dengan penglihatan, atau buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/capritazin?type=brief&lang=id Diakses pada 29 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cetirizine?mtype=generic Diakses pada 29 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/cetirizine/ Diakses pada 29 Juli 2020 Sdurgs. https://www.sdrugs.com/ Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email