Capribose Tablet

26 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 72.500/box (50 mg); Rp 117.500/box (100 mg) per September 2020
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg; 100 mg)
Produsen
Caprifarmindo Labs
Capribose tablet adalah obat untuk terapi tambahan yang disertai diet pada pasien kencing manis (diabetes melitus) tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Capribose tablet mengandung zat aktif akarbose.
  • Mengontrol gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2.
  • Membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual.
  • Mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Akarbose bekerja di usus Anda untuk memperlambat pemecahan dan penyerapan karbohidrat dari makanan yang Anda makan. Efek ini membantu mengurangi kenaikan gula darah Anda setelah makan. Kemampuan akarbose untuk menurunkan glukosa darah dihasilkan dari penghambatan alfa-amilase pankreas yang kompetitif dan reversibel serta enzim hidrolase alfa-glukosida usus yang terikat pada membran. Pada pasien diabetes, penghambatan enzim ini mengakibatkan penyerapan glukosa tertunda dan penurunan risiko terjadinya peningkatan kadar gula darah setelah makan (hiperglikemia postprandial). Obat tersebut tidak meningkatkan sekresi insulin.

  • Capribose tablet 50 mg: akarbose 50 mg.
  • Capribose tablet 100 mg: akarbose 100 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 50 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 200 mg sebanyak 3 kali/hari.
    Dosis dapat ditingkatkan setelah 4-8 minggu penggunaan.
Harus dikonsumsi dengan makanan. Dikonsumsi segera sebelum atau selama makan. Tablet ditelan secara utuh dengan segelas air.
  • Perut kembung.
    Efek samping ini sering terjadi selama beberapa hari pertama tetapi biasanya menetap. Jika perut kembung masih berlanjut atau menjadi semakin parah, beri tahu dokter Anda.
  • Sakit perut dan diare.
    Hindari gula dan konsumsi makanan yang mengandung sukrosa. Minum banyak air untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, urin berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Reaksi alegi.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Peradangan pada organ hati (hepatitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap akarbose.
  • Pasien penderita gangguan usus kronis yang berhubungan dengan gangguan absorpsi dan pencernaan.
  • Pasien dengan kondisi berpindahnya organ dari posisinya akibat kelemahan bagian tubuh yang menekan organ atau jaringan (hernia mayor).
  • Pasien yang mengalami luka (ulkus) penyumbatan pada usus (obstruksi usus).
  • Pasien penderita penyakit radang usus seperti peradangan kronis pada usus besar dan rektum (kolitis ulserativa) dan peradangan pada saluran pencernaan atau radang pada dinding usus (penyakit Crohn).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat (CrCl kurang dari 25 ml/menit).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak dan remaja 18 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita komplikasi diabetes melitus yang ditandai dengan kadar keton yang tinggi dalam tubuh (ketoasidosis diabetik).
Lakukan pemeriksaan fungsi hati selama 6-12 bulan pertama terapi.
  • Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa.
    Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau bahkan diare.
  • Sulfonilurea, metformin, atau insulin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan efek penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal (hipoglikemia).
  • Digoksin.
    Penggunaan akarbose dengan digoksin dapat mempengaruhi kadar digoksin dalam peredarah darah.
  • Kolestiramin, adsorben usus, dan produk enzim pencernaan.
  • Penggunaan bersama dengan diuretik seperti tiazid dan furosemid, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, dan isoniazid.
    Penggunaan akarbose dengan obat di atas dapat menyebabkan hilangnya kontrol glukosa darah.
  • Neomisin.
    Penggunaan bersama neomisin dapat menyebabkan peningkatan penurunan glukosa darah setelah makan dan meningkatkan frekuensi dan memperparah reaksi pada gangguan saluran pencernaan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/capribose
Diakses pada 7 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acarbose?mtype=generic
Diakses pada 7 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/acarbose-oral-tablet#interactions
Diakses pada 7 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/acarbose.html
Diakses pada 7 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5207/acarbose-oral/details
Diakses pada 7 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/acarbose-for-diabetes
Diakses pada 7 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal

Memilih makanan tertentu untuk penderita diabetes sangatlah penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal. Caranya adalah dengan mengikuti pola diet diabetes.
24 Jan 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal

Berapakah Kadar Normal HbA1C?

Salah satu tes yang perlu dijalani untuk mengecek kondisi kesehatan Anda adalah tes HbA1C. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui kemungkinan ada tidak diabetes yang diidap dan melihat apakah penanganan diabetes yang diberikan efektif atau tidak. Namun, kadar normal HbA1C berbeda untuk orang normal dan penderita diabetes. Untuk orang normal batasnya berada di bawah 5,7 persen, pradiabetes 5,7 - 6,4 persen, dan penderita diabetes di atas 6,5 persen
07 Feb 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Berapakah Kadar Normal HbA1C?

Manfaat Buah Duwet: Dipercaya Obati Diabetes Hingga Baik untuk Pencernaan

Buah duwet atau jamblang mengandung protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, vitamin A, vitamin B, kalsium, magnesium dan berbagai kandungan mineral lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut adalah manfaat buah duwet bagi kesehatan.
26 Sep 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Manfaat Buah Duwet: Dipercaya Obati Diabetes Hingga Baik untuk Pencernaan