Canderin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (8 mg)
Produsen Dexa Medica

Canderin tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Canderin tablet mengandung zat aktif kandesartan sileksetil. Kandesartan sileksetil adalah obat untuk menurunkan tekanan darah sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya stroke, serangan jantung, atau komplikasi jantung lainnya. Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor angiotensin II (ARB). Saat angiotensin II dihambat, pembuluh darah akan lemas dan melebar sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah mengalami penurunan.

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pengobatan pada pasien dengan gagal jantung dan gangguan fungsi sistolik ventrikel kiri.

Kandesartan sileksetil 8 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Pasien penderita hipertensi:
    • Dosis awal: 4 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 16 mg/hari.

  • Pasien penderita gagal jantung:
    • Dosis awal: 4 mg/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas.
  • Nyeri punggung.
  • Pusing.
  • Detak jantung cepat atau lambat.
  • Nyeri otot.
  • Kelemahan otot.
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urin).
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
  • Kelelahan.
  • Sesak napas.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri dada.
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Ruam.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Penumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kaki penumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kaki (edema perifer).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan hati yang berat yang dengan atau tanpa disertai komplikasi akut diabetes melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi (ketoasidosis).
  • Jangan dikonsumsi dengan obat aliskiren pada pasien diabetes.
  • Pasien dengan riwayat mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Pasien dengan kondisi tubuh yang kekurangan kalium (hipokalemia).
  • Pasien penderita hipertensi dengan gangguan ginjal, disarankan melakukan pemantauan kadar kalium dan kadar kreatinin dalam serum secara berkala.
  • Pasien yang mengalami penyempitan salah satu atau lebih dari satu arteri yang mengangkut darah menuju ginjal (stenosis arteri renalis).
  • Pasien yang mengalami pengurangan volume intravaskular (intravaskular volume depletion).
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori D. Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.
  • Penggunaan bersama NSAID seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen dapat menurunkan efek antihipertensi dan mengakibatkan penurunan fungsi ginjal.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi litium serum.
  • Penggunaan bersama diuretik hemat kalium, suplemen kalium atau pengganti garam yang mengandung kalium dapat meningkatkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

Sesuai kemasan per Juli 2020

Dexa Medica. https://www.dexa-medica.com/brandedmedicine/Canderin
Diakses pada 2 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/candesartan.html
Diakses pada 2 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8183/candesartan-oral/details
Diakses pada 2 Juli 2020

MIMS. https://mims.com//indonesia/drug/info/candesartan
Diakses pada 2 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait