Cameloc tablet adalah obat untuk terapi peradangan sendi.
Cameloc tablet adalah obat untuk terapi peradangan sendi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 tablet (7,5 mg; 15 mg)
Produsen Dexa Medica

Cameloc tablet adalah obat untuk terapi peradangan sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Cameloc tablet mengandung zat aktif meloksikam yang bekerja dengan menghambat proses peradangan.

  • Mengatasi nyeri akibat peradangan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
  • Meringankkan nyeri akibat peradangan sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Cameloc tablet 7,5 mg: meloksikam 7,5 mg.
  • Cameloc tablet 15 mg: meloksikam 15 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Osteoartritis: 7,5 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Artritis rematoid: 15 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat diturunkan hingga 7,5 mg/hari.

  • Pasien dengan risiko tinggi:
    • Dosis awal: 7,5 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Pasien penderita gagal ginjal: tidak boleh melebihi 7,5 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Pemberian kombinasi:
    • Dosis maksimal: 15 mg/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Gangguan fungsi hati.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Anemia.
  • Nyeri sendi (athralgia).
  • Nyeri pada tulang belakang.
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Nyeri.
  • Kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Mengantuk.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Asma akut.
  • Batuk.
  • Gangguan saluran pernapasan bagian atas.
  • Nyeri pada perut.
  • Biduran (urtikaria).
  • Sensitif terhadap cahaya (fotosensitisasi).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, asetosal atau obat antiinflamasi non steroid lainnya.
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir atau pasien dengan riwayat tukak lambung.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat.
  • Pasien penderita atau memiliki riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema) atau biduran (urtikaria).
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit pendarahan dan luka pada saluran pencernaan, penurunan fungsi ginjal, kegagalan fungsi hati, penyakit hepatik, depresi, tekanan darah tinggi (hipertensi) ataupun asma.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yangvmungkin timbul pada janin.
  • Kategori pada kehamilan trimester ketiga:
    • Kategori D: Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat ipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.
  • Warfarin.
  • Heparin.
  • Glukokortikoid.
  • Salisilat.
  • Aspririn.
  • Siklosporin.
  • Takrolimus.
  • Litium.
  • Digoksin.
  • Metoteksat.
  • Kolestiramin.

Dexa Medica. https://www.dexa-medica.com/brandedcontoh/Cameloc
Diakses pada 25 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/meloxicam.html
Diakses pada 25 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/mobic-vivlodex-meloxicam-343299#3
Diakses pada 25 Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxicam
Diakses pada 25 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait