Calsical Tablet

07 Nov 2020| Ajeng Prahasta
Calsical tablet adalah suplemen kalsium dan vitamin D untuk wanita hamil dan ibu menyusui.

Deskripsi obat

Calsical tablet adalah suplemen kalsium dan vitamin D untuk wanita hamil dan ibu menyusui. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Calsical tablet mengandung zat aktif kalsium sitrat dan kolekalsiferol (vitamin D).
Calsical Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaKalsium sitrat dan kolekalsiferol (vitamin D).
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 tablet
ProdusenTeguhsindo Lestaritama

Informasi zat aktif

Garam kalsium dapat digunakan dalam pencegahan dan pengobatan keadaan kekurangan kalsium dan juga digunakan sebagai tambahan dalam pencegahan dan pengobatan osteoporosis. Vitamin D adalah sterol yang larut dalam lemak. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfat serta mineralisasi tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium sitrat dan vitamin D diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Sekitar 33% kalsium oral diserap melalui pemindahan energi untuk mengeluarkan dan memasukan ion (transpor aktif) dan berpindahnya suatu zat yang berkonsentrasi tinggi menuju zat yang memiliki konsentrasi lebih rendah (difusif pasif) di usus halus. Vitamin D diserap dengan baik dari saluran cerna dengan adanya empedu.
  • Distribusi: Kalsium didistribusi ke jaringan rangka, ASI, serta melintasi plasenta. Vitamin D didistribusi di dalam darah. Dapat disimpan dalam jaringan adiposa dan otot untuk waktu yang lama.
  • Metabolisme: Vitamin D3 diubah di hati menjadi 25-hidroksikolekasiferol, kemudian diubah kembali di ginjal untuk membentuk metabolit aktif 1,25-dihidroksikolekasiferol.
  • Ekskresi: Kalsium yang tidak terserap terutama dikeluarkan melalui feses. Kalsium yang diserap berlebih dikeluarkan melalui urin. Vitamin D terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Kekurangan (defisiensi) kalsium dan vitamin D terutama pada wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Mencegah penurunan kepadatan tulang (osteoporosis).
  • Mencegah tulang menjadi lunak (osteomalasia).
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Kalsium berperan sangat penting dalam tubuh yang diperlukan untuk fungsi normal saraf, sel, otot, dan tulang. Jika kalsium dalam darah tidak cukup, maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang, yang dapat melemahkan tulang. Kolekalsiferol (vitamin D) akan membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor. Memiliki jumlah vitamin D, kalsium, dan fosfor yang tepat penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat.

Komposisi obat

  • Kalsium sitrat 500 mg.
  • Kolekalsiferol (vitamin D) 100 IU.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet sebanyak 1-2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Letakkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu.
  • Pusing.
    Cobalah untuk berbaring agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah dan sayuran segar dan sereal, dan minum banyak air serta berolahraga, misalnya dengan berjalan-jalan atau berlari dapat membantu.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan penyakit jantung atau pembuluh darah.
  • Pasien penderita batu ginjal.
  • Pasien penderita penyakit ginjal.
  • Pasien dengan gangguan sistem kekebalan tertentu (sarkoidosis).
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien penderita penyakit usus tertentu (penyakit Crohn dan penyakit Whipple).
  • Pasien dengan kondisi sedikit atau tidak ada asam lambung (achlorhidria).
  • Pasien dengan rendahnya kadar empedu.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
    Selama kehamilan dan menyusui, dosis vitamin D yang lebih besar harus digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan.

Kategori kehamilan

Kalsium sitrat.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Vitamin D.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan novakal kaplet kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan kadar kalsium atau vitamin D tinggi.
  • Pasien dengan kesulitan menyerap nutrisi dari makanan (sindrom malabsorpsi).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kalsitriol dan ergokalsiferol.
    Penggunaan bersama kalsitriol umumnya harus dihindari kecuali diarahkan oleh dokter Anda. Kedua obat ini adalah bentuk vitamin D dan mengonsumsi terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan efek racun (toksik) terkait dengan kadar kalsium yang berlebihan dalam darah dan urin, seperti irama jantung tidak teratur, kejang, batu ginjal, dan akhirnya pengapuran pembuluh darah. kornea, dan jaringan lunak tubuh.
  • Aluminium karbonat, aluminium hidroksida,
    Menggunakan obat-obatan ini bersama-sama dapat meningkatkan efek aluminium karbonat yang dapat menyebabkan kadar aluminium dalam darah terlalu tinggi. Jika Anda menderita penyakit ginjal stadium akhir, Anda sangat berisiko mengalami peningkatan kadar aluminium dalam darah dan kelainan struktur otak (ensefalopati).
  • Erdafitinib.
    Menggunakan kalsium sitrat bersama dengan erdafitinib dapat mengubah kadar fosfat dalam darah sehingga dapat memengaruhi dosis erdafitinib.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sedikit atau tidak ada buang air kecil.
  • Pembengkakan dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Kadar kalsium yang tinggi dalam darah Anda yang ditandai dengan mual, muntah, sembelit, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kelemahan otot, nyeri tulang, kebingungan, kurang energi, atau merasa lelah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/calcium%20citrate%20+%20vitamin%20d3?mtype=generic
Diakses pada 13 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76477/calcium-citrate-vitamin-d3-oral/details
Diakses pada 13 Oktober 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/calcium-citrate#drug-side-effects
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/calcium-citrate-index.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/cholecalciferol.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Tulang Pelipis yang Penting Bagi Pendengaran

Tulang pelipis atau tulang temporal sangat berperan penting dalam proses pendengaran dan keseimbangan tubuh. Tidak hanya melindungi otak, tulang pelipis juga menjaga saraf-saraf yang berfungsi dalam pendengaran dan keseimbangan.
21 Jan 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Mengenal Tulang Pelipis yang Penting Bagi Pendengaran

Konsumsi Minuman Soda Berlebih Tingkatkan Risiko Osteoporosis?

Mengonsumsi minuman soda terlalu sering bisa berdampak buruk terhadap tulang. Meski tidak berhubungan secara langsung, para ahli menyebutkan orang yang terlalu sering mengonsumsi minuman soda justru jarang minum susu mengandung kalsium. Hal ini menyebabkan risiko osteoporosis dan patah tulang meningkat.
16 Jul 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Konsumsi Minuman Soda Berlebih Tingkatkan Risiko Osteoporosis?

Tulang Anak Mudah Patah Akibat OI, Bagaimana Cara Menanganinya?

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang sangat jarang terjadi. Penderitanya memiliki kelainan pada tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Terdapat dua kondisi OI, yaitu OI ringan dan berat. Kedua kondisi tersebut akan mempengaruhi kerapuhan tulang penderita.Baca selengkapnya
Tulang Anak Mudah Patah Akibat OI, Bagaimana Cara Menanganinya?