Calortusin sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu.
Calortusin sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu.
Calortusin sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu.
Calortusin sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 9.000/botol (60 ml) per Desember 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Rama Emerald Multi Sukses

Calortusin adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif paracetamol, dextromethorphan HBr, phenylepherine HCl, chloramphenamine maleate, dan alcohol.

Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk kering.

  • Tiap 5 ml:
    • Paracetamol 120 mg.
    • Dextromethorphan HBr 5 mg.
    • Phenylepherine HCI 3,75 mg.
    • Chloramphenamine maleate 0,5 mg
    • Alcohol 0,5 ml
  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 20 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan psikomotor.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Mulut kering.
  • Penderita dengan gangguan jantung.
  • Penderita kencing manis (diabetes)
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
  • Pasien penderita dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita hipertrofi prostat.
  • Pasien dengan produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroid).
  • Pasien gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Anak 6 tahun kebawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang mengkonsumsi obat-obat lain yang menekan susunan syaraf pusat.
  • Pasien yang akan mengendarai kendaraan bermotor, atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita debil dan kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Pasien dengan gangguan fungsi pernapasan.
  • Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.

Anti depresan penghambat MAO.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait