Caldece Tablet Effervescent

07 Nov 2020| Ajeng Prahasta
Caldece tablet effervescent adalah suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan kalsium.

Deskripsi obat

Caldece tablet effervescent adalah suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan kalsium. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Caldece tablet effervescent mengandung zat aktif vitamin B6, vitamin C, vitamin D, dan kalsium
Caldece Tablet Effervescent
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin B6, vitamin C, vitamin D, dan kalsium.
Kelas terapiSuplemen.
Klasifikasi obatVitamin.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 10 tablet
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Vitamin B6 atau piridoksin adalah vitamin yang larut dalam air, vitamin ini berperan dalam metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat serta berperan dalam pembentukan sel darah merah dan neurotransmitter.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urin.

Vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang larut dalam air, bertindak sebagai kofaktor dan antioksidan. Ini penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen dan bahan antar sel. Selain itu, vitamin C (asam askorbat) terlibat dalam perubahan asam folat menjadi asam folinat, sintesis lipid dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan respirasi sel.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian oral, vitamin C diserap dengan mudah. Absorbsi juga dapat dikurangi pada pasien dengan diare atau penyakit saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di tubuh, dengan konsentrasi besar ditemukan di hati, leukosit, trombosit, jaringan kelenjar, dan lensa mata. Asam askorbat melintasi penghalang plasenta. Asam askorbat didistribusikan ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dioksidasi secara reversibel menjadi asam dehydroascorbic. Beberapa dimetabolisme menjadi senyawa tidak aktif yang diekskresikan dalam urin. Ketika tubuh jenuh dan kadar dalam darah melebihi ambang batas, asam askorbat yang tidak berubah akan dikeluarkan melalui urin. Ekskresi ginjal berbanding lurus dengan kadar darah.

Garam kalsium dapat digunakan dalam pencegahan dan pengobatan keadaan kekurangan kalsium dan juga digunakan sebagai tambahan dalam pencegahan dan pengobatan osteoporosis. Vitamin D adalah sterol yang larut dalam lemak. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfat serta mineralisasi tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium sitrat dan vitamin D diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Sekitar 33% kalsium oral diserap melalui pemindahan energi untuk mengeluarkan dan memasukan ion (transpor aktif) dan berpindahnya suatu zat yang berkonsentrasi tinggi menuju zat yang memiliki konsentrasi lebih rendah (difusif pasif) di usus halus. Vitamin D diserap dengan baik dari saluran cerna dengan adanya empedu.
  • Distribusi: Kalsium didistribusi ke jaringan rangka, ASI, serta melintasi plasenta. Vitamin D didistribusi di dalam darah. Dapat disimpan dalam jaringan adiposa dan otot untuk waktu yang lama.
  • Metabolisme: Vitamin D3 diubah di hati menjadi 25-hidroksikolekasiferol, kemudian diubah kembali di ginjal untuk membentuk metabolit aktif 1,25-dihidroksikolekasiferol.
  • Ekskresi: Kalsium yang tidak terserap terutama dikeluarkan melalui feses. Kalsium yang diserap berlebih dikeluarkan melalui urin. Vitamin D terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Memenuhi kebutuhan kalsium, vitamin B, C, dan D terutama pada wanita hamil dan anak-anak pada masa pertumbuhan serta memelihara kesehatan tulang.

Vitamin B6 juga dikenal sebagai piridoksin adalah vitamin yang larut dalam air yang dibutuhkan tubuh untuk beberapa fungsi. Vitamin B6 penting untuk perkembangan otak normal dan untuk menjaga sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh tetap sehat.
Vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang larut dalam air, bertindak sebagai kofaktor dan antioksidan yang dapat membantu melindungi sel Anda dari efek radikal bebas yang berperan dalam penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Vitamin C berperan penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen dan bahan antar sel dan vitamin C (asam askorbat) terlibat dalam perubahan asam folat menjadi asam folinat, sintesis lipid dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan respirasi sel.
Vitamin D akan membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor. Memiliki jumlah vitamin D, kalsium, dan fosfor yang tepat penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat.
Kalsium berperan sangat penting dalam tubuh yang diperlukan untuk fungsi normal saraf, sel, otot, dan tulang. Jika tubuh tidak ada cukup kalsium, maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang, sehingga melemahkan tulang.

Komposisi obat

  • Vitamin B6 15 mg.
  • Vitamin C 1000 mg.
  • Vitamin D 300 IU.
  • Kalsium karbonat 625 mg setara dengan kalsium 250 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet effervescent/hari atau sesuai petunjuk dokter.

Aturan pakai obat

Larutkan 1 tablet effervescent ke dalam 200 ml air.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks, serta makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Letakkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda sangat merasa kesakitan, segera konsultasikan apoteker atau dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsilah lebih banyak makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah dan sayuran segar dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah olahraga, misalnya dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera konsultasi apoteker atau dokter Anda.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Konsultasikan pada dokter jika mual terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah air yang cukup, untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicarakan dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Kesemutan.
  • Gangguan tidur.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita batu ginjal.
  • Pasien penderita penyakit ginjal.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien dengan gangguan sistem kekebalan tertentu (sarkoidosis).
  • Pasien penderita penyakit usus tertentu (penyakit Crohn dan penyakit Whipple).
  • Pasien dengan kondisi sedikit atau tidak ada asam lambung (achlorhidria).
  • Pasien dengan rendahnya kadar empedu.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
    Selama kehamilan dan menyusui, dosis vitamin D yang lebih besar harus digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan.

Kategori kehamilan

Vitamin B6.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan caldece tablet effervescent kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kalsium.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Vitamin C dan vitamin D.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan caldece tablet effervescnet kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Tidak dianjurkan untuk pasien penderita penumpukan asam amino fenilalanin dalam tubuh (fenilketonuria).
  • Wanita hamil dengan kadar fenilalanin yang tinggi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Amfetamin dan benfetamin.
    Vitamin C (asam askorbat) dapat mengurangi kadar obat di atas dalam darah yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  • Metamfetamin.
    Vitamin C (asam askorbat) dapat mengurangi kadar metamfetamin dalam darah, yang dapat membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  • Deferoksamin.
    Menggunakan Vitamin C (asam askorbat) bersama dengan deferoksamine dapat menyebabkan masalah jantung dan katarak. Asam askorbat tidak boleh dimulai sampai setelah bulan pertama pengobatan deferoksamin.
  • Aluminium karbonat dan aluminium hidroksida,
    Jika Anda menderita penyakit ginjal, Anda mungkin perlu membatasi penggunaan aluminium karbonat. Penggunaan kronis aluminium karbonat atau obat lain yang mengandung aluminium dapat menyebabkan toksisitas pada pasien dengan penyakit ginjal lanjut karena gangguan kemampuan untuk membersihkan aluminium dari tubuh.
  • Bortezomib.
    Suplemen yang mengandung vitamin C dapat mengurangi keefektifan bortezomib dalam mengobati kanker Anda.
  • Kalsitriol dan ergokalsiferol.
    Menggunakan vitamin D bersama dengan kalsitriol umumnya harus dihindari kecuali diarahkan oleh dokter Anda. Kedua obat ini adalah bentuk vitamin D dan mengonsumsi terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan efek racun (toksik) terkait dengan kadar kalsium yang berlebihan dalam darah dan urin, seperti irama jantung tidak teratur, kejang, batu ginjal, dan akhirnya pengapuran pembuluh darah. kornea, dan jaringan lunak tubuh.
  • Aluminium karbonat, aluminium hidroksida,
    Menggunakan obat-obatan ini bersama-sama dapat meningkatkan efek aluminium karbonat yang dapat menyebabkan kadar aluminium dalam darah terlalu tinggi. Jika Anda menderita penyakit ginjal stadium akhir, Anda sangat berisiko mengalami peningkatan kadar aluminium dalam darah dan kelainan struktur otak (ensefalopati).
  • Erdafitinib.
    Menggunakan kalsium sitrat bersama dengan erdafitinib dapat mengubah kadar fosfat dalam darah sehingga dapat memengaruhi dosis erdafitinib.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sedikit atau tidak ada buang air kecil.
  • Pembengkakan dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Kadar kalsium yang tinggi dalam darah Anda yang ditandai dengan mual, muntah, sembelit, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kelemahan otot, nyeri tulang, kebingungan, kurang energi, atau merasa lelah.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-934/pyridoxine-vitamin-b6
Diakses pada 13 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/calcium%20citrate%20+%20vitamin%20d3?mtype=generic
Diakses pada 13 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76477/calcium-citrate-vitamin-d3-oral/details
Diakses pada 13 Oktober 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/calcium-citrate#drug-side-effects
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/calcium-citrate-index.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/cholecalciferol.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-322/ascorbic-acid-vitamin-c-oral/details
Diakses pada 13 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/ascorbic-acid.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a059.html
Diakses pada 13 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Inilah Efek Interaksi Obat yang Dapat Terjadi

Interaksi obat adalah berubahnya efek obat ketika dikonsumsi dengan obat lain atau makanan maupun minuman tertentu. Hal ini bisa mengurangi efektivitas obat atau menimbulkan efek samping yang berlebih.
11 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Inilah Efek Interaksi Obat yang Dapat Terjadi

Vitamin untuk Tulang Tidak Hanya Vitamin D, Kenali Di Sini

Vitamin untuk tulang selama ini identik dengan vitamin D. Padahal, tapi vitamin lain seperti vitamin A dan K juga penting, untuk menjaga kesehatan tulang.
25 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Vitamin untuk Tulang Tidak Hanya Vitamin D, Kenali Di Sini

Mengenal Pentingnya Fungsi Tulang Jari Tangan

Fungsi tulang jari tangan bukan hanya untuk menggerakkan jemari. Faktanya, jemari tangan Anda digerakkan oleh tarikan otot pada tendon lengan bagian bawah.
16 Dec 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Mengenal Pentingnya Fungsi Tulang Jari Tangan