Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Calcium Acetate (Alias: Calcium Acetate)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly
Kalsium asetat mengobati kondisi hiperfosfatemia dengan mengikat fosfat dan membuangnya melalui feses.

Merk dagang yang beredar:

Lenalace

Kalsium asetat merupakan obat yang digunakan untuk mengobati hiperfosfatemia (kadar fosfat tinggi dalam darah) khususnya pada pasien dengan penyakit ginjal berat. Pada pasien dengan gangguan ginjal berat, terjadi akumulasi fosfat dalam tubuh, kadar fosfat yang tinggi ini dapat menyebabkan hiperparatiroid. Obat ini bekerja dengan membatasi penyerapan fosfat dalam saluran pencernaan dengan mengikat fosfat dengan kalsium membentuk kalsium fosfat yang dikeluarkan melalui feses, sehingga kadar fosfat dalam tubuh menurun.

Calcium Acetate (Calcium Acetate)
Golongan

Pengikat fosfat (phosphate binder)

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko. 

Selama menyusui, kalsium asetat  harus digunakan dengan hati-hati. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. 

Oral
Hiperfosfatemia

  • Anak dan remaja: Dosis awal 667–1000 mg setiap kali makan. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan setiap 2–4 mg.
  • Dewasa: Dosis awal 3–4 gr/hari. Rentang dosis: 6–12 g/hari. Untuk mengontrol hiperfosfatemia pada gagal ginjal kronis: Dosis awal 1334 mg (338 mg kalsium) setiap kali makan. Rata-rata dosis yang diperlukan 2001–2668 mg setiap kali makan. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan konsentrasi fosfat serum, asalkan tidak terjadi hiperkalsemia.

Aturan pakai Calcium Acetate dengan benar

Baca petunjuk pada kemasan atau ikuti sesuai anjuran dokter Anda sebelum menggunakan obat kalsium asetat. Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan dengan banyak air. Dosis diberikan sesuai kondisi medis Anda. Jangan menggunakan obat ini lebih lama atau dengan dosis yang lebih tinggi karena dapat meningkatkan resiko efek samping. Beritahu dokter jika kondisi Anda semakin memburuk atau tidak ada perbaikan. 

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Kalsium asetat dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan sampai dengan anoreksia
  • Konstipasi
  • Kebingungan
  • Ruam
  • Hiperkalsemia (jika mengonsumsi secara berlebihan)
  • Kesulitan bernafas
  • Sakit kepala
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Hipotensi
  • Kelemahan

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien yang melakukan hemodialisis lama
  • Penyakit yang berhubungan dengan kadar kalsium tinggi dalam darah (misalnya sarkoidosis dan beberapa keganasan)
  • Kerusakan ginjal
  • Riwayat batu ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini bila Anda memiliki hal berikut:

  • Alergi terhadap kalsium asetat
  • Batu ginjal
  • Fibrilasi ventrikel
  • Hiperkalsemia (kadar kalsium tinggi dalam darah)
  • Hipofosfatemia (kadar fosfat rendah dalam darah)

Penggunaan bersamaan dengan suplemen kalsium.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya, dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat kalsium asetat dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Penyerapan obat tetrasiklin, minosiklin, limesiklin, doksisiklin, dan obat golongan fluorokuinolon dapat menurun bila digunakan bersamaan dengan kalsium asetat.
  • Kadar atau efek baloxavir marboxil dapat menurun bila digunakan bersamaan dengan kalsium asetat.
  • Dapat meningkatkan efek obat digoksin.
  • Penggunaan kalsium asetat bersamaan dengan vitamin D dapat menyebabkan hiperkalsemia.
  • Kadar kalsium asetat dapat menurun bila digunakan bersamaan dengan prednisone.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/calcium-acetate-oral-route/description/drg-20062494
diakses pada 19 Desember 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/calcium%20acetate/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 19 Desember 2018.

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/eliphos-phoslo-calcium-acetate-344430
diakses pada 19 Desember 2018.

NIH. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/6116#section=1D-NMR-Spectra
diakses pada 19 Desember 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10696/calcium-acetate-oral/details
diakses pada 19 Desember 2019.

Artikel Terkait:
Back to Top