Calcium (Alias: Kalsium)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 31 Jan 2019
Efek samping dari pemberian calcium secara berlebihan adalah sembelit dan kembung.
Osteoporosis bisa terjadi akibat tubuh kekurangan kalsium.

Merk dagang yang beredar:

Calciflavone, Calc-Os, Calnic, Calnic Plus, Caltrax, Ketocid, Lactercon, Osfit DHA, Ossoral, Osteocare, Renoguard, Renosteril, Tonar.

Kalsium merupakan bagian terpenting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Otot, jantung serta saraf juga membutuhkan kalsium agar berfungsi dengan baik.

Calcium (Kalsium)
Golongan

Suplemen mineral

Kategori Obat

Obat bebas

Bentuk Obat

Tablet, sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

  • Usia 0-6 bulan: 1.000 mg; 6-12 bulan: 1.500 mg; 1-3 tahun: 2.500 mg; 9-18 tahun: 3.000 mg; 19-50 tahun: 2.500 mg; 51 tahun ke atas: 2.000 mg. Hindari konsumsi melebihi dosis ini.

Aturan pakai Calcium dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan kalsium sebelum mengonsumsinya. Obat ini dapat dikonsumsi dengan, tanpa makan, atau sesuai anjuran dokter. Dosis akan diberikan sesuai indikasi medis. Jangan meningkatkan dosis karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, akibat kalsium berlebih. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat ini tidak memiliki efek samping, tetapi harus tetap hindari obat ini ecara berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit, dan kembung. Beri tahu dokter jika kondisi memburuk.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Hiperkalsemia

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Apabila ingin mengonsumsi kalsium bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya. Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan kalsium.

Jenis Obat

Interaksi

Antibiotik ceftriaxone (secara intravena)

Kerusakan serius pada paru-paru dan ginjal

Obat golongan tetrasiklin, kuinolon, obat bisfosfonat, calcipotriene (senyawa mirip Vitamin D)

Penurunan kadar antibiotik

Obat hipertensi Calcium Channel Blocker (nifedipin, verapamil, diltiazem, isradipin, felodipin, amlodipin, dan lain-lain)

Penurunan efektivitas obat

Verapamil

Pengaruh pada kinerja jantung

Diuretik golongan tiazid (klorotiazid, hidroklorotiazid, indapamid, metolazon, klortalidon)

Penumpukan kalsium yang berdampak pada fungsi ginjal

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/calcium-supplements/art-20047097
Diakses pada 16 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-781/calcium#
Diakses pada 16 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top