Calcitriol

14 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Calcitriol membantu menjaga kesehatan tulang dan otot

Kekurangan kalsium dapat memicu terjadinya nyeri otot, kedutan, serta gangguan lain pada gigi dan tulang

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Calcit, Ostriol, Oscal, Calesco, Triocol, Kolkatriol, Ostovel, Osteofem, Rocaltrol, Ecatrol

Deskripsi obat

Calcitriol adalah  obat yang mengandung golongan vitamin D aktif. Obat ini umumnya digunakan pada pasien dengan penyakit ginjal yang tidak mampu membentuk cukup vitamin D aktif. 

Vitamin D sendiri berfungsi untuk membantu mengontrol hormon paratiroid dan kadar beberapa mineral (seperti kalsium, fosfat) yang dibutuhkan untuk menjaga agar tulang tetap kuat. Oleh sebab itu, obat ini digunakan untuk mencegah dan mengobati gangguan kalsium/fosfat/paratiroid yang dapat terjadi pada gangguan ginjal dan hipoparatiroid.

Calcitriol (Kalsitriol)
Golongan

Analog Vitamin D

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Hipokalsemia

  • Dewasa: Pada pasien dengan osteodistrofi renal; hipoparatiroidism/pseudohipoparatiroidism, hiperparatiroidism sekunder dengan gagal ginjal kronis sedang – berat yang belum menjalani dialisis: 
    • Dosis awal: 0,25 mcg per hari. 
    • Dosis lanjutan: Dapat ditingkatkan,25 mcg per hari dalam interval 2–4 minggu. 

Osteoporosis setelah menopause

  • Dewasa: 0,25 mcg dua kali sehari

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan calcitriol sebelum penggunaan.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan makanan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau sesuai saran dari dokter. Bila Anda mengonsumsi obat ini dalam bentuk cair, selalu gunakan alat atau sendok pengukur khusus untuk mengukur dosis secara tepat. Dosis selalu disesuaikan dengan kondisi medis Anda.

Jangan berhenti menggunakan obat ini meskipun Anda  sudah merasa sehat. Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Calcitriol dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Sembelit atau konstipasi
  • Mual/muntah/diare
  • Nyeri otot, sendi atau punggung
  • Sakit tulang
  • Rasa logam di mulut
  • Buang air kecil yang terasa menyakitkan
  • Gangguan penglihatan
  • Halusinasi
  • Demam
  • Sakit perut
  • Keluar tinja pucat atau berlemak
  • Kulit menguning
  • Pilek
  • Detak jantung tak teratur
  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Reaksi alergi
  • Haus meningkat
  • Kehilangan nafsu makan 

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Sindrom malabsorpsi
  • Gangguan ginjal
  • Sedang dalam masa kehamilan atau menyusui

Selain itu, hindari asupan vitamin D yang berlebihan

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan calcitriol jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Keracunan vitamin D
  • Hiperkalsemia (kadar kalsium berlebih dalam darah)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi calcitriol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Aritmia jantung dengan digitalis
  • Penurunan penyerapan usus dengan sekuestran asam empedu (misalnya Colestyramine)
  • Meningkatkan risiko hiperkalsemia dengan mengonsumsi diuretik tiazid.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui oleh BPOM.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/vitamin-d-and-related-compounds-oral-route-parenteral-route/before-using/drg-20069609
Diakses pada 14 September 2022
 
MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/calcitriol
Diakses pada 14 September 2022
 
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7448/calcitriol-oral/details
Diakses pada 14 September 2022
 
Medical Cover Hospitals. https://www.medicoverhospitals.in/medicine/calcitriol
Diakses pada 14 September 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email