Bupivacaine (Alias: Bupivakain)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Bupivacaine merupakan obat anestesi selama operasi dan obat bius masalah gigi.
Bupivacaine digunakan untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi atau persalinan. Obat ini juga bisa digunakan sebagai obat bius untuk masalah gigi.

Bupivacaine merupakan obat anestesi yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi atau persalinan. Obat ini bisa sebagai obat bius untuk masalah gigi.

Bupivacaine (Bupivakain)
Golongan

Obat anestesi (bius)

Kategori Obat

Obat resep (risiko tinggi)

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Nyeri Akut

  • Anestesi/blok lumbal pada nyeri persalinan: 0,25% soln: 15-30 mg (6-12 mL), 0,375% soln: 22,5-45 mg (6-12 mL), 0,5% soln: 30-60 mg (6-12 mL). Alternatif lain, 0,1% soln: 10-15 mg (10-15 mL) per jam, 0,125% soln: 10-15 mg (8-12 mL) per jam melalui infus
  • Anestesi/blok kaudal pada nyeri persalinan: 0,25% soln: 25-50 mg (10-20 mL), 0,375% soln: 37,5-75 mg (10-20 mL); 0,5% soln: 50-100 mg (10-20 mL).
  • Anak pada umur 1-12 thn Blok epidural Caudal/Lumbar/Thoracic: 0,25% soln: 1,5-2 mg/kg. Blok bidang/Blok saraf perifer: 0,25 atau 0,5% soln: 0,5-2 mg/kg.

Nyeri pascaoperasi

  • Dewasa: 0,1% soln: 4-15 mg (4-15 mL) per jam; 0,125% soln: 5-15 mg (4-12 mL) per jam melalui infus epidural. 1,3% liposomal suspensi: Bunionectomy: 106 mg (8 mL) sebagai dosis tunggal (7 mL ke jaringan sekitarnya dan 1 mL ke dalam jaringan SC), haemorrhoidectomy: 266 mg (20 mL) sebagai dosis tunggal, diencerkan menjadi 30 mL pengawet bebas 0,9% NaCl untuk injeksi dan diinfiltrasi di sekitar sfingter anus dalam 6 bagian yang telah dibagi sama.

Anestesi bedah

  • Infiltrasi lokal: 0,25% soln: Hingga 150 mg (60 mL).
  • saraf simpatik: 0,25% soln: 50-125 mg (20-50 mL).
  • epidural lumbar: 0,25% soln: 25-50 mg (10-20 mL), 0,5% soln: 50-100 mg (10-20 mL), 0,75% soln dalam pembedahan non-obstetrik: 75-150 mg (10-20 mL) sebagai dosis tunggal.
  • tulang belakang: 0,5% soln: 10-20 mg (2-4 mL).
  • retrobulbar dalam operasi ophth: 0,75% soln: 15-30 mg (2-4 mL).

Aturan pakai Bupivacaine dengan benar

Bupivacaine langsung diberikan oleh dokter atau perawat dirumah sakit. Obat ini berikan melalui jarum dan disuntikkan ke daerah yang akan dibedah.

Obat ini menyebabkan mati rasa ketika disuntikkan. Ketika disuntikkan, mungkin Anda mengalami kehilangan kemampuan gerak. Meski demikian, obat ini tidak membuat anda tertidur atau pingsan.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani tenaga medis.

Obat bupivacaine dapat menyebabkan efek samping seperti demam, kesemutan pada kaki, pusing, keringat berlebihan. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang serius seperti:

  • Pusing berat (pingsan)
  • Kesulitan bernapas
  • Gangguan bicara
  • Detak jantung cepat
  • Air seni hanya keluar sedikit
  • Pertambahan dan penurunan berat badan.

Ada beberapa efek samping lain yang belum tercatat. Jika Anda mengalami efek lain, tanyakan pada tenaga medis.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini, atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Anemia
  • Penyakit ginjal
  • Mati rasa
  • Tekanan darah tinggi atau rendah
  • Sakit punggung
  • Radang sendi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Tuberkulosis tulang belakang
  • Infeksi piogenik di tempat suntikan
  • Pasien yang mempunyai penyakit meningitis

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakannya bersama obat lain, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosisnya, jika memang harus digunakan secara bersamaan dengan obat lain.

Beberapa obat di bawah ini yang dapat menyebabkan interaksi jika dikonsumsi secara bersamaan seperti:

  • Peningkatan dampak dan risiko depresi miokard dengan antiaritmia.
  • Peningkatan efek samping jika mengonsumsi hyaluronidase (obat berupa protein yang dibuat secara generik)

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/bupivacaine.html
Diakses pada 22 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/bupivacaine-liposome-injection-route/description/drg-20075313
Diakses pada 22 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/bupivacaine
Diakses pada 22 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top