Bumex tablet adalah obat untuk mengatasi retensi cairan (edema) dan terapi hipertensi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 100 tablet (1 mg)
Produsen Validus Pharmaceuticals
Bumex tablet adalah obat untuk mengatasi retensi cairan (edema) yang disebabkan gagal jantung kongestif serta terapi tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bumex tablet mengandung zat aktif bumetanid.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi sehingga membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.
  • Meningkatkan pengeluaran air seni.
  • Mengurangi cairan berlebih dalam tubuh yang dapat menyebabkan pembengkakan (edema) yang disebabkan oleh kondisi seperti gagal jantung kongestif, penyakit hati, dan penyakit ginjal serta dapat mengurangi gejala seperti sesak napas dan pembengkakan di lengan, kaki, dan perut.

Bumetanid merupakan obat golongan diuretik yang bekerja dengan mengurangi garam dan air yang berlebih dengan meningkatkan jumlah urin yang dihasilkan tubuh sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi pembengkakan.


Bumetanid 1 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Retensi cairan (edema) yang disebabkan penyakit jantung, hati, dan ginjal: 0,5-2 mg/hari, jika tidak tercapai respon yang diinginkan dapat diberikan dosis kedua atau ketiga dengan interval 4-5 jam.
    • Dosis maksimal: 10 mg.
  • Hipertensi: 0,5 mg/hari.
    • Dosis pemeliharan: 1-4 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 5 mg.

Anak-anak:

  • 6 bulan ke bawah: 0,01-0,05 mg/kgBB/hari atau 2 hari sekali.
  • 6 bulan ke atas: 0,015-0,01 mg/kgBB/hari atau 2 hari sekali. Dosis tidak melebihi 10 mg/hari.
    Dosis dihitung dengan mengalikan dengan berat bedan pasien.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, sebaiknya dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Buang air lebih bayak dari biasanya.
    Efek samping ini akan berlangsung sekitar 6 jam setelah minum bumetanid. Jika mengalami hal efek samping ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi jika Anda merasa tidak nyaman, ubah waktu Anda dalam mengonsumsi bumetanid ke waktu yang lebih cocok untuk Anda (asalkan tidak lebih dari jam 4 sore). Jika banyak buang air kecil masih menjadi masalah Anda, segera bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda.
  • Merasa haus.
    Penting untuk tidak mengalami dehidrasi, tetapi seberapa banyak Anda minum akan bergantung pada mengapa Anda mengonsumsi bumetanide. Periksa dengan dokter Anda berapa banyak air yang bisa Anda minum saat Anda minum obat ini.
  • Mulut kering.
    Jika dengan mengonsumsi bumetanid membuat mulut Anda terasa kering, cobalah kunyah permen karet bebas gula atau hisaplah permen bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlan dan minum air, tanyakan kepada dokter seberapa banyak Anda harus minum cairan saat mengonsumsi bumetanid. Jangan minum alkohol terlalu banyak dan mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit dan hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Merasa bingung atau pusing.
    Cobalah bangun dengan perlahan atau duduk di tempat yang nyaman sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi aatau menggunakan alat dan mesin saat Anda merasa pusing dan gemetar.
  • Kram otot atau lemah.
    Jika Anda mengalami nyeri otot yang tidak biasa atau kelemahan otot yang bukan disebabkan oleh olahraga atau bekerja, segera hubungi dokter. Anda mungkin memerlukan tes darah untuk memeriksakan apa yang mungkin menjadi penyebabnya.
  • Pasien yang memilki alergi terhadap bumetanid.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah rendah.
  • Pasien yang memilki gejala dehidrasi seperti seperti rasa haus, mulut kering dan urin berwarna gelap.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati.
  • Pasien yang memilki kadar gula darah tinggi (diabetes).
  • Pasien yang kesulitan buang air kecil.
  • Pasien yang memiliki penyakit asam urat.
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien dengan kondisi prostat yang membesar (hipertrofi prostat).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Lansia.
  • Kaptopril, enalapril, irbesartan, losartan, atenolol, bisoprolol, amlodipin, nifedipin. furosemid.
    Penggunaan bumetanid dengan obat tekanan darah tertentu dapat meningkatkan efek obat tersebut dan menyebabkan tekanan darah lebih rendah dari biasanya serta dapat menyebabkan peningkatan efek samping.
  • Lithium.
    Penggunaan bumetanid mengurangi seberapa cepat gangguan bipolar dan obat mania tertentu dibersihkan dari tubuh Anda. Ini dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Probenesid.
    Obat asam urat ini dapat mengurangi beberapa efek bumetanid. Sehingga penggunaan bersama bumetanid tidak akan dapat mengurangi pembengkakan (edema) dan dapat meningkatkan risiko efek samping dari bumetanid.
  • Obat NSAID seperti ibuprofen, diklofenak, dan meloksikam.
    Bumetanid tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat penghilang rasa sakit karena dapat mengurangi efek terapi dari bumetanid dalam mengurangi pembengkakan (edema).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bumetanide
Diakses pada 11 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/bumetanide/
Diakses pada 11 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/bumetanide-oral-tablet#about
Diakses pada 11 Agustus 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/b032.htmlhttps://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/b032.html
Diakses pada 11 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_bumetanide_bumex/drugs-condition.htm
Diakses pada 11 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait