Bufect Suspensi 60 ml

23 Des 2019| Lenny Tan
Bufect suspensi 60 ml untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.

Deskripsi obat

Bufect suspensi adalah obat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi dan sakit kepala, serta menurunkan demam. Obat ini merupakan golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dolofen-F kapsul mengandung zat aktif ibuprofen.
Bufect Suspensi 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 19.525/botol per Desember 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaIbuprofen.
Kelas terapiAnalgesik, antipiretik, dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenLapi Laboratories

Informasi zat aktif

Ibuprofen termasuk dalam golongan NSAID, yang bersifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Obat ini bekerja dengan menghambat siklooksigenase-1 dan 2 dengan demikian, juga menghambat sintesis prostaglandin atau zat yang menyebabkan peradangan. Sehingga tidak terjadi gejala peradangan seperti demam dan nyeri. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu puncak konsentrasi plasma adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Pengikatan protein plasma adalah 90-99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (45-80% sebagai metabolit, kira-kira 1% sebagai obat tidak berubah); feses dalam bentuk metabolit tidak aktif. Waktu paruh eliminasi sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Ibuprofen merupakan obat penghambat non-selektif dari enzim siklooksigenase (COX) yang dibutuhkan tubuh untuk produksi prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan melalui jalur asam arakidonat. COX diperlukan untuk mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin H2 (PGH2). Ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, sehingga obat ini mampu mengatasi berbagai gejala dari peradangan tersebut, seperti:

  • Mengatasi nyeri pada punggung.
  • Meredakan nyeri yang disebabkan karena peradangan sendi (arthritis).
  • Meringankan sakit gigi.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Menurunkan demam.
  • Meringankan nyeri haid (dismenore).
  • Mengatasi nyeri pada otot.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: ibuprofen 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 1-2 tahun: 2,5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 3-7 tahun: 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 8-12 tahun: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi setelah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan pada saluran pencernaan.
    Jika mengalami gangguan pada saluran pencernaan secara berulang, hentikan mengonsumsi ibuprofen dan segera hubungi dokter Anda. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut dalam sementara dapat mengonsumsi antasida.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak cairan, hindari konsumsi alkohol. Namun, jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari 1 minggu atau sakit kepala menjadi lebih parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas kemudian duduk atau berbaring hingga Anda merasa membaik. Hindari mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Jika pusing tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Mual.
    Hindari mengonsumsi makanan terlalu banyak dan hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urin berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Buang angin.
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas seperti bawang dan kacang-kacangan. Dapat juga mengonsumsi obat seperti karbon aktif atau simetikon.
  • Dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Diare.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anemia.
  • Penglihatan kabur.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pusing.
  • Meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan perubahan mood.
  • Leher terasa kaku.
  • Urin berwarna gelap.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan.
  • Reaksi alergi seperti gatal dan ruam pada kulit.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi non-steroid lain, obat pengencer darah, dan obat yang menghambat pembekuan pada darah (antikoagulan).
  • Pasien yang mengalami serangan jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita anemia.
  • Pasien yang mengalami stroke.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien lanjut usia.
  • Tidak untuk penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak terutama bayi yang lahir prematur.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan bufect suspensi pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini (ibuprofen) atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) lainnya.
  • Pasien penderita gagal jantung atau pasien yang telah menjalani operasi bypass.
  • Pasien dengan riwayat gangguan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi non-steroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan ibuprofen bersama dengan obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan toksisitas pada ginjal.
  • Metotreksat dan lithium.
    Penggunaan bersama ibuprofen dapat menyebabkan risiko terjadinya keracunan.
  • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril.
    Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 14 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 14 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 14 Agustus 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html
Diakses pada 14 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Glukosamin Adalah Suplemen yang Dibutuhkan Tulang dan Sendi, Apa Manfaatnya?

Selain diproduksi secara alami dalam tubuh, glukosamin juga bisa didapat dengan meminum suplemen atau obat. Meskipun mempunyai banyak manfaat, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat glukosamin.
31 Aug 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Glukosamin Adalah Suplemen yang Dibutuhkan Tulang dan Sendi, Apa Manfaatnya?

Belum Sempat ke Dokter? Coba Obat Sakit Gigi Alami Ini

Sakit gigi memang tidak enak dan mengganggu kenyamanan. Banyak orang berupaya mencari cara mengobati sakit gigi. Mulai dari kumur air garam hingga es batu pengirim sinyal, obat sakit gigi alami ini layak dicoba.
27 Sep 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Belum Sempat ke Dokter? Coba Obat Sakit Gigi Alami Ini

Mengenal Penyebab Sering Sakit Kepala Berkepanjangan dan Cara Mengatasinya

Sering sakit kepala tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini bisa jadi tanda sakit kepala berkepanjangan yang serius. Cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala berkepanjangan adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
04 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab Sering Sakit Kepala Berkepanjangan dan Cara Mengatasinya