Bufacaryl Kaplet

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Bufacaryl kaplet adalah obat untuk mengatasi alergi yang responsif terhadap kortikosteroid.

Deskripsi obat

Bufacaryl kaplet adalah obat untuk mengatasi alergi yang responsif terhadap kortikosteroid seperti peradangan pada rongga hidung yag disebabkan karena reaksi alergi (rinitis alergi), dan biduran (urtikaria). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bufacaryl kaplet mengandung zat aktif deksametason dan deksklorfeniramin maleat.
Bufacaryl Kaplet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDeksklorfeniramin maleat dan deksametason.
Kelas terapiAntihistamin dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosterod.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenBufa Aneka

Informasi zat aktif

Deksametason termasuk dalam golongan obat yang disebut steroid. Steroid seperti deksametason membantu memblokir respons sistem kekebalan terhadap peradangan, yang membantu mencegah kerusakan ini.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksametason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Deksklorfeniramin adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, hay fever, dan flu biasa. Gejala ini mungkin termasuk ruam, mata berair, mata, hidung, tenggorokan, dan kulit gatal, batuk, pilek, dan bersin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Ini juga memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda (asetilkolin). Memblokir asetilkolin membantu mengurangi gejala seperti mata berair dan pilek.

 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksklorfeniramin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi kondisi alergi yang responsif terhadap kortikosteroid seperti:

  • Peradangan pada rongga hidung yag disebabkan karena reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Biduran (urtikaria).
  • Peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit menjagi gatal dan kemerahan (dermatitis).
  • Kemerahan pada mata yang disebabkan karena peradangan pada mata (konjungtivitis alergi).

Deksklorfeniramin adalah antihistamin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Obat inijuga memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda (asetilkolin). Memblokir asetilkolin membantu mengurangi gejala seperti mata berair dan pilek. Deksametason termasuk dalam golongan obat yang disebut kortikosteroid (glukokortikoid). Obat ini mengurangi respons pertahanan alami tubuh Anda dan mengurangi gejala seperti pembengkakan dan reaksi tipe alergi.

Komposisi obat

  • Deksametason 0,5 mg.
  • Deksklorfeniramin maleat 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 4 kali/hari.
  • Anak-anak: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker untuk rekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi) dan gangguan irama jantung (aritmia).
    Cobalah konsumsi amlodipin pada saat Anda dapat duduk (atau berbaring) ketika gejalanya paling buruk. Kurangi konsumsi alkohol, merokok, kafein, dan makan besar karena ini dapat memperburuk masalah. Jika Anda masih mengalami masalah setelah seminggu, bicarakan dengan dokter Anda karena mereka mungkin perlu dilakukan penggantian obat dengan jenis yang berbeda.
  • Kejang.
  • Berkeringat.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gangguan gerakan yang tidak disadari penderita (gejala ekstrapiramidal).
  • Gangguan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Mengantuk.
  • Depresi dan gangguan sistem saraf pusat.
  • Gangguan kesulitan mengeluarkan cairan (retensi cairan).
  • Pasien penderita gangguan metabolisme.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal ginjal kronik.
  • Pasien penderita penyakit infeksi.
  • Pasien penderita pengeroposan pada tulang (osteoporosis).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan bufacaryl kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus.
  • Pasien yang mengalami gangguan kesulitan membedakan imajinasi dan kenyataan (psikosis) atau psikoneurosis berat.
  • Pasien penderita infeksi jamur.
  • Pasien yang menerima vaksin hidup.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antikoagulan.
    Penggunaan bersama dengan antikoagulan dapat meningkatkan atau mengurangi waktu protrombin.
  • Diuretik hemat K dan karbenoksolon.
    Dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dengan diuretik hemat K dan karbenoksolon.
  • Rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat.
    Metabolisme kortikosteroid ditingkatkan oleh rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat sehingga dapat menimbulkan efek samping.
  • Antidiabetik.
    Efek penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemik) antagonis dari agen antidiabetik.
  • Fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin.
    Penggunaan bersama kortikosteroid dosis tinggi dengan fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol dan terbutalin dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Antihipertensi.
    Efek penurunan tekanan darah (hipotensi) antagonis dari obat antihipertensi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami: kesulitan bernapas, menutup tenggorokan; pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, serta gatal-gatal.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alegi?type=brief&lang=id
Diakses pada 1 Oktober 2020

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=dexamethasone/dexchlorpheniramine%20maleate
Diakses pada 1 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details
Diakses pada 1 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1027-5021/dexamethasone-oral/dexamethasone-oral/details
Diakses pada 1 Oktober 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322409#about
Diakses pada 1 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
Diakses pada 1 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Pahami Penyebab Alergi Dingin dan Cara Mengatasinya

Penyebab alergi dingin adalah naiknya kadar histamine di dalam tubuh yang mungkin dipicu oleh berbagai hal. Bagaimana cara mengatasinya?
19 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Pahami Penyebab Alergi Dingin dan Cara Mengatasinya

Ini Cara Menghilangkan Bekas Gatal Menghitam yang Bisa Anda Pilih

Cara menghilangkan bekas gatal secara alami dapat dilakukan dengan menggunakan cuka apel, gel lidah buaya, dan teh hijau. Jika cara alami tidak mempan, Anda bisa mengobatinya dengan obat-obatan berikut ini.
05 Oct 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Ini Cara Menghilangkan Bekas Gatal Menghitam yang Bisa Anda Pilih

Tanpa Sadar, Alergen Mungkin Ada di Dekat Anda

Alergi terjadi karena sistem imun yang sensitif terhadap alergen atau pemicu alergi tertentu. Jenis penyebab alergi sangat penting untuk dikenali agar bisa dihindari.
05 Jun 2020|Lenny Tan
Baca selengkapnya
Tanpa Sadar, Alergen Mungkin Ada di Dekat Anda