Bufabron Kapsul 130 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (130 mg)
Produsen
Bufa Aneka
Bufabron kapsul adalah obat untuk mengatasi gangguan pada saluran pernapasan seperti peradangan pada saluran napas dan asma. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bufabron kapsul mengandung zat aktif teofilin.

Mengatasi gangguan pada saluran pernapasan seperti:

  • Peradangan pada saluran pernapasan (bronkitis).
  • Pegencangan pada otot-otot saluran udara di paru-paru (bronkospasme).
  • Kerusakan alveolus atau kantong udara pada paru-paru yang akan semakin parah seiring waktu (emfisema).
  • Asma bronkial.

eofilin bekerja dengan membuka saluran udara di paru-paru, dilakukan dengan mengendurkan otot dan mengurangi respons terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menjadi menyempit, sehingga akan membuat Anda lebih mudah bernapas. Teofilin adalah obat yang termasuk dalam golongan methylxanthines. 

Teofilin 130 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 kapsul sebanyak 3 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air putih dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau sakit perut.
    Konsumsi makanan yang sederhana dan hindari makanan yang kaya rasa atau makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan.
  • Detak jantung cepat, sulit tidur, perasaan gemetar atau pusing, atau muntah.
    Jika gejala ini berlanjut atau semakin parah, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda, karena itu bisa menjadi tanda dosis Anda terlalu tinggi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati yang berat.
  • Pasien yang mengalami kelainan darah.
  • Pasien yang mengalami serangan jantung baru-baru ini.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada lambung (gastritis aktif).
  • Wanita hamil.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita panyakit kardiovaskuler.
  • Pasien penderita paru-paru.
  • Pasien yang mengalami gangguan ginjal atau hati.
  • Lithium dan fenitoin.
    Dapat meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat karena simpatomimetik dan ekskresi litium dan fenitoin untuk menurunkan efektivitas dari teofilin.
  • Xanthin dan beta bloker.
    Penggunaan teofilin dengan obat di atas dapat menyebabkan efek yang berlawanan.
  • Digitalis.
    Teofilin dapat meningkatkan toksisitas pada digitalis.
  • Simetidin, allopurinol, dan eritromisin.
    Obat di atas dapat dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/theophylline?mtype=generic
Diakses pada 31 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3591-3076/theophylline-oral/theophylline-sustained-release-oral/details
Diakses pada 31 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681006.html
Diakses pada 31 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_theophylline_elixophyllin_uniphyl/drugs-condition.htm
Diakses pada 31 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/theophylline-oral-tablet#about
Diakses pada 31 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/theophylline-nuelin-sa-slo-phyllin-uniphyllin-continus
Diakses pada 31 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email