Broxal Tablet 30 mg

17 Jul 2020| Aby Rachman
Broxal tablet adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak dan membantu mengencerkan dahak.

Deskripsi obat

Broxal tablet adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak dan membantu mengencerkan dahak. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Broxal tablet mengandung zat aktif ambroksol.
Ambroksol adalah obat untuk mengencerkan dahak dan mengatasi batuk berdahak maupun gangguan pada saluran pernapasan seperti peradangan pada bronkus (bronkitis) dan asma bronkial. Obat ini bekerja dengan mengurangi perlengketan dahak pada dinding tenggorokan dan memecah ikatan asam mukopolisakarida pada dahak sehingga dahak akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.

Broxal Tablet 30 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (30 mg)
ProdusenBernofarm

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti batuk berdahak dan membantu mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak.
  • Mengatasi asma umum yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara atau bronkus (asma bronkial).
  • Meringankan gangguan saluran napas akut dan kronik terutama pada saat kambuh atau keadaan dimana penyakit (yang biasanya kronis) tiba-tiba menjadi lebih buruk daripada biasanya (eksaserbasi) pada bronkitis kronik dan bronkitis asmatik.

Komposisi obat

Ambroksol hidroklorida 30 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 5-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Ruam pada kulit yang disebabkan karena adanya reaksi alergi (eritema multiformis).
  • Mual.
  • Demam.
  • Dapat terjadi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Muntah.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Mulut atau tenggorokan kering.
  • Sesak napas.
  • Nyeri pada perut.
  • Sensasi panas dan sensasi seperti rasa terbakar pada dada (heartburn).
  • Mulut terasa asam, pahit, atau asin seperti tersentuh logam (dysgeusia).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungi ginjal dan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Penggunaan bersama antibiotik seperti sefuroksim, amoksisilin, eritromisin, dan doksisiklin dapat menyebabkan peningkatan kadar antibiotik dalam darah.

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol
Diakses pada 13 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol
Diakses pada 13 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ambroxol.html
Diakses pada 13 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email