no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen Bernofarm

Broxal sirup adalah obat untuk mengurangi lendir atau dahak pada saluran pernapasan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Broxal sirup mengandung zat aktif ambroksol.
Ambroksol merupakan agen mukolitik atau obat yang mampu mengencerkan dahak, obat ini bekerja dengan memecah asam mukopolisakarida sehingga membuat dahak menjadi lebih encer, mengurangi perlengketan dahak pada dinding tenggorokan, dan dahak menjadi lebih mudah dikeluarkan pada saat batuk.

  • Mengobati asma umum yang disebabkan oleh peradangan pada saluran udara atau bronkus (asma bronkial).
  • Mengobati gangguan saluran pernapasan seperti batuk berdahak dan membantu mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak.
  • Meringankan gangguan saluran napas akut dan kronik terutama pada saat kambuh atau keadaan dimana penyakit (yang biasanya kronis) tiba-tiba menjadi lebih buruk daripada biasanya (eksaserbasi) pada bronkitis kronik dan bronkitis asmatik.

Tiap 5 ml: ambroksol hidroklorida 15 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • 1-2 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
    • 2-4 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
    • 4-6 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
    • 6-12 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 2-3 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

  • Ruam pada kulit yang disebabkan karena adanya reaksi alergi (eritema multiformis).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Nyeri pada perut.
  • Pembengkakan pada sekitar mata, pipi, atau bibir yang disebabkan karena adanya penumpukan cairan (angioedema).
  • Muntah.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Mulut atau tenggorokan kering.
  • Sesak napas.
  • Sensasi dimana dada terasa panas dan seperti terbakar yang disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Mual.
  • Demam.
  • Mulut terasa asam, pahit, atau asin seperti tersentuh logam (dysgeusia).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ambroksol.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien yang mengalami gangguan fungi pada ginjal dan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Penggunaan bersama antibiotik seperti sefuroksim, amoksisilin, eritromisin, dan doksisiklin dapat menyebabkan peningkatan kadar antibiotik dalam darah.

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol
Diakses pada 13 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol
Diakses pada 13 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ambroxol.html
Diakses pada 13 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait