Bronsolvan tablet 150 mg untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.
Bronsolvan tablet 150 mg untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.
Bronsolvan tablet 150 mg untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.
Bronsolvan tablet 150 mg untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 4.400/strip (150 mg) per Oktober 2019.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (150 mg).
Produsen Kalbe Farma

Bronsolvan adalah obat untuk meringankan dan mengatasi serangan yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial). Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif theophylline.

Meringankan dan mengatasi serangan yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial).

Theophylline 150 mg.

Dewasa: 1 tablet (150 mg) sebanyak 3 kali/hari.

Anak-anak 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Gangguan pencernaan: mual, muntah, diare.
  • Gangguan susunan saraf pusat: sakit kepala, insomnia.
  • Penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular):
    • Sensasi jantung terasa berdegub kencang (palpitasi).
    • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
    • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia ventrikuler).
  • Gangguan pernapasan:
    • Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit (takipnea).
  • Ruam kulit.
  • Kondisi tingginya rasio gula dalam plasma darah (hiperglikemi).
  • Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita rendahnya kadar oksigen dalam darah, khususnya di arteri (hipoksemia).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita yang memiliki riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Dapat mengiritasi saluran pencernaan.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita kerusakan fungsi hati.
  • Pasien usia 55 tahun ke atas.
  • Pasien penderita penyakit paru-paru kronik.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait