Bronsolvan tablet 150 mg

31 Des 2019| Arif Putra
Bronsolvan tablet 150 mg untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.

Deskripsi obat

Bronsolvan adalah obat untuk meringankan dan mengatasi serangan yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial). Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif theophylline.

Bronsolvan tablet 150 mg
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 4.400/strip (150 mg) per Oktober 2019.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (150 mg).
ProdusenKalbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan dan mengatasi serangan yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial).

Komposisi obat

Theophylline 150 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet (150 mg) sebanyak 3 kali/hari.

Anak-anak 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan pencernaan: mual, muntah, diare.
  • Gangguan susunan saraf pusat: sakit kepala, insomnia.
  • Penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular):
    • Sensasi jantung terasa berdegub kencang (palpitasi).
    • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
    • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia ventrikuler).
  • Gangguan pernapasan:
    • Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit (takipnea).
  • Ruam kulit.
  • meningkatkan rasio gula dalam plasma darah (hiperglikemi).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita rendahnya kadar oksigen dalam darah, khususnya di arteri (hipoksemia).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita yang memiliki riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Dapat mengiritasi saluran pencernaan.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita kerusakan fungsi hati.
  • Pasien usia 55 tahun ke atas.
  • Pasien penderita penyakit paru-paru kronik.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Apakah Asma Menular? Ini Penjelasannya

Apakah asma menular? Pertanyaan ini menjadi kekhawatiran sebagian orang. Namun ternyata, asma tidaklah menular. Namun, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu.
22 Oct 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Apakah Asma Menular? Ini Penjelasannya

Efek Gas Air Mata dan Pertolongan Pertama yang Harus Dicatat

Gas air mata sering digunakan oleh aparat kepolisian untuk mengendalikan massa demonstrasi yang agresif. Meski tidak menyebabkan hal yang fatal, ada efek gas air mata yang patut diwaspadai. Lantas, bagaimana cara mengatasi efek gas air mata saat demo?Baca selengkapnya
Efek Gas Air Mata dan Pertolongan Pertama yang Harus Dicatat

Sesak Napas karena Asma? Kenali Jenis Obat Asma Semprot yang Sesuai Fungsinya

Obat asma semprot ternyata memiliki beragam jenis yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Jika lupa membawa inhaler asma saat kambuh, ada beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
29 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Sesak Napas karena Asma? Kenali Jenis Obat Asma Semprot yang Sesuai Fungsinya