Bronchopront Sirup 100 ml

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Bronchopront sirup adalah obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti batuk berdahak.

Deskripsi obat

Bronchopront sirup adalah obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti batuk berdahak, asma, dan bronkitis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bronchopront sirup mengandung zat aktif ambroksol hidroklorida.
Bronchopront Sirup 100 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaAmbroksol hidroklorida.
Kelas terapiMukolitik dan ekspektoran.
Klasifikasi obatAgen sekretolitik
Kemasan1 box isi 1 botol @ 100 mg
ProdusenCombiphar

Informasi zat aktif

Ambroksol termasuk dalam golongan agen mukolitik yang meningkatkan sekresi saluran pernafasan untuk membersihkan hidung dari partikel-partikel dan memfasilitasi pengeluaran cairan dan meredakan batuk. Ambroksol bekerja dengan mengurangi perlengketan dahak pada dinding tenggorokan dan memecah ikatan asam mukopolisakarida pada dahak sehingga dahak akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ambroksol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara cepat dan sempurna dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) adalah 79% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) selama 1-2,5 jam.
  • Distribusi: Distribusi cepat dan jelas ke dalam darah, jaringan dan paru-paru, melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 552 L dan ikatan protein plasma sekitar 90%.
  • Metabolisme: Distribusi di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin dan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 10 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi peradangan pada saluran pernapasan (bronkitis).
  • Mengatasi gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk berdahak dan membantu mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak.
  • Mengatasi asma umum yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara atau bronkus (asma bronkial).
  • Meringankan gangguan saluran napas akut dan kronik terutama pada saat kambuh atau keadaan dimana penyakit (yang biasanya kronis) tiba-tiba menjadi lebih buruk daripada biasanya (eksaserbasi) pada bronkitis kronik dan bronkitis asmatik.

Ambroksol bekerja dengan mengurangi perlengketan dahak pada dinding tenggorokan dan memecah ikatan asam mukopolisakarida pada dahak sehingga dahak akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Ambroksol merupakan obat untuk yang mengencerkan dahak dan mengatasi batuk berdahak maupun gangguan pada saluran pernapasan seperti peradangan pada bronkus (bronkitis) dan asma bronkial.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: ambroksol 15 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali/hari.

Anak-anak:

  • 1-2 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
  • 2-5 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • 6-12 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Mulut atau tenggorokan kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula.
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini ketika setelah makan untuk mengurangi rasa mual, tetaplah mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebuh sedikit dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Muntah.
    Cobalah minum banyak cairan seperti air dan buah labu untuk menghindari dehidrasi, minumlah secara perlahan, dan sesering mungkin. Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare dan muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi masalah Anda. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan yang cukup, untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin serta urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Dapat terjadi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Sensasi panas dan sensasi seperti rasa terbakar pada dada (heartburn).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens Johnson).
  • Ruam pada kulit yang disebabkan karena adanya reaksi alergi (eritema multiformis).
  • Demam.
  • Nyeri pada perut.
  • Mulut terasa asam, pahit, atau asin seperti tersentuh logam (dysgeusia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Sesak napas.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Pasien yang mengalami infeksi pernapasan kronik.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan bronchopront sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ambroksol hidroklorida.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antibiotik seperti doksisiklin, sefuroksim, doksisiklin, eritromisin, dan amoksisilin.
    Penggunaan bersama ambroksol hidroklorida dapat menyebabkan peningkatan kadar antibiotik dalam darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol
Diakses pada 30 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ambroxol.html
Diakses pada 30 September 2020

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=bronchopront
Diakses pada 30 September 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol
Diakses pada 30 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Batuk Sampai Muntah, Ini Daftar Penyebab dan Pemicunya

Batuk sampai muntah dapat disebabkan oleh rokok, infeksi pernapasan, hingga obat-obatan tertentu. Anak batuk sampai muntah juga bisa terjadi karena infeksi.
07 Oct 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Batuk Sampai Muntah, Ini Daftar Penyebab dan Pemicunya

Polusi Udara Dalam Ruangan Ternyata Dapat Mengancam Kesehatan Anda

Jakarta termasuk salah satu kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Namun ternyata tak hanya udara di luar ruangan yang perlu diperhatikan. Polusi udara dalam ruangan juga butuh perhatian khusus karena bisa saja membahayakan.
13 Aug 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
Polusi Udara Dalam Ruangan Ternyata Dapat Mengancam Kesehatan Anda

Dengan atau Tanpa Resep Dokter, Ini Daftar Obat Batuk Alergi

Obat batuk alergi bisa dibeli bebas atau dengan resep dokter. Namun, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu untuk meminimalisir efek sampingnya.
14 Jan 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Dengan atau Tanpa Resep Dokter, Ini Daftar Obat Batuk Alergi