Bromocriptine (Alias: Bromokriptin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Bromocriptine digunakan pada siklus menstruasi dan produksi ASI
Bromocriptine digunakan pada siklus menstruasi dan produksi ASI

Merk dagang yang beredar:

Cripsa, Parlodel, Mucosolvan

Bromocriptine merupakan obat alkaloid ergot. Obat ini dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan produksi ASI.

Bromocriptine juga digunakan untuk diet dalam berolahraga, karena dapat menurunkan gula darah yang tinggi pada pasien diabetes tipe 2. Obat ini juga bisa mengobati tanda-tanda atau gejala parkinson.

Penurunan gula darah yang tinggi dapat mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, masalah fungsi seksual, dan mengurangi risiko serangan jantung serta stroke.

Bromocriptine (Bromokriptin)
Golongan

Hormon sintetis

Kategori Obat

Obat Resep.

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Penyakit Parkinson

  • Dewasa: Sebagai tambahan untuk levodopa: 1 minggu: Awalnya, 1-1,25 mg pada malam hari, 2 minggu: 2-2,5 mg pada malam hari, 3 minggu: 2,5 mg, 4 minggu: 2,5 mg tiga kali sehari, kemudian ditingkatkan menjadi 2,5 mg setiap 3-14 hari sesuai kebutuhan. Perawatan: 10-30 mg setiap hari.

Hipogonadisme, Galaktorea, Infertilitas

  • Dewasa: Awalnya, 1-1,25 mg pada malam hari, dapat ditingkatkan hingga 2-2,5 mg pada malam hari setelah 2-3 hari, dan kemudian ditingkatkan 1-2,5 mg setiap 2-3 hari hingga 2,5 mg atau lebih jika dibutuhkan. Maksimal: 30 mg setiap hari.

Laktasi

  • Dewasa: 2,5 mg setiap hari selama 2-3 hari, dapat meningkat hingga 2,5 mg selama 14 hari.

Aturan pakai Bromocriptine dengan benar

Baca cara pemakaian Bromocriptine atau ikuti saran dari dokter terlebih dahulu, sebelum Anda memakainya. Jika memiliki pertanyaan, ajukan langsung kepada dokter Anda.

Obat ini dikonsumsi dengan makanan atau berdasarkan anjuran dari dokter. Untuk mengurangi efek samping, obat harus dikonsumsi 2 jam setelah bangun di pagi hari.

Jangan berganti merek obat, kecuali atas rekomendasi langsung dari dokter. Sebab, bisa timbul efek yang berbeda pada gula darah.

Konsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter, agar mendapatkan manfaatnya. Beritahu dokter jika keadaan semakin buruk dan gula darah tidak menurun.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, efek samping yang berlebihan harus langsung ditangani tenaga medis.

Obat Bromocriptine dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, pusing, sakit kepala, pilek, nyeri hulu hati. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Gejala gula darah rendah terjadi karena tidak mengonsumsi cukup kalori pada makanan. Yang menjadi tanda-tanda gula darah rendah adalah keringat mendadak, detak jantung cepat, pusing, dan penglihatan kabur. Untuk mencegah gula darah rendah, konsumsi makanan secara teratur dan jangan melewatkan jam makan.

Gejala gula darah tinggi seperti: haus, nafas cepat, sering buang air kecil, ngantuk. Jika gejala ini terjadi, segera beritahu dokter.

Ada beberapa efek samping lain yang belum tercatat. Jika Anda mengalami efek lain, tanyakan kepada tenaga medis.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala migrain
  • Gangguan mental
  • Kehamilan

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gangguan hipertensi kehamilan
  • Penyakit arteri koroner
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Riwayat gangguan jiwa

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosisnya jika memang harus digunakan secara bersamaan dengan obat lain.

Mengonsumsi Bromocriptine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Efek samping yang berat, jika mengonsumsinya bersamaan dengan alkaloid ergot lainnya
  • Efek antihipertensi yang bisa menguat
  • Peningkatan kadar plasma, jika mengonsumsinya bersamaan dengan eritromisin dan antibiotik makrolid

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/bromokriptin
Diakses pada 23 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/bromocriptine-oral-route/proper-use/drg-20062385
Diakses pada 23 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/bromocriptine
Diakses pada 23 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5565-1510/bromocriptine-oral/bromocriptine-diabetes-oral/details
Diakses pada 23 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top