Bromhexine

17 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Bromhexine digunakan untuk meredakan batuk berdahak

Bromhexine digunakan untuk meredakan batuk berdahak

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Hustab P, Mucrobon, Bisolvon, Bromifar, Bromika, Bronkis, Dexolut, Ethisolvan, Farmavon, Hexon, Lexavon, Mosavon, Mucohexin, Mucosulvan, Mucobron, Poncosolvon, Rexcof, Solvinex, Thephidron

Deskripsi obat

Bromhexine adalah obat yang digunakan untuk meredakan batuk berdahak. Obat ini juga digunakan dalam kondisi yang menyebabkan banyaknya dahak  kental di saluran udara. Misalnya, pada pada kondisi flu atau influenza akibat infeksi virus dan infeksi saluran pernapasan.

Bromhexine termasuk dalam golongan mukolitik. Sebagai obat mukolitik, bromhexine membantu meredakan batuk produktif dengan cara mengencerkan dahak di saluran udara dan meningkatkan pengeluaran lendir.

Bromhexine (Bromheksin)
Golongan

Kelas terapi: Mukolitik dan ekspektoran Klasifikasi obat: Fenilmetilamina

Kategori obat

Obat bebas terbatas

Bentuk sediaan obat

Tablet, larutan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori A: Penelitian terkontrol pada wanita tidak menunjukkan risiko terhadap janin di trimester pertama kehamilan dan tidak ada bukti adanya risiko pada trimester selanjutnya, sehingga kecil kemungkinan adanya bahaya terhadap janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral

Pengencer dahak (mukolitik)

  • Dewasa:8
    • Dosis awal: 8 mg 3kali/hari 
    • Dosis lanjutan: dapat ditingkatkan sebanyak 16 mg 3kali/hari
  • Anak-anak:
    • 2–5 tahun: 4 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis maksimal: 8 mg/hari
    • 6–11 tahun: 4-8 mg sebanyak 3 kali/hari, dosis maksimal: 24 mg/hari
    • 12 tahun ke atas: Sama seperti dosis dewasa

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan bromhexine sebelum penggunaan.

Bromhexine dianjurkan diminum dalam kondisi perut terisi makanan. 

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Bromhexine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. 
  • Sakit perut
    Cobalah beristirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit tetapi lebih sering. Kompres perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Perut kembung
  • Gangguan pencernaan
  • Berkeringat
  • Kemerahan (ruam) kulit

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Pasien dengan riwayat penyakit luka atau tukak lambung dan asma
  • Penderita gangguan hati dan ginjal berat
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah
  • Ibu hamil dan menyusui

 

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya.

 

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah pada detak jantung, gangguan pencernaan, atau kemerahan (ruam) pada kulit
  • Reaksi alergi, seperti pembengkakan di bibir, lidah, atau tenggorokan 
  • Masalah pada otot

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan bromhexine jika mempunyai alergi terhadap bromhexine.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi bromhexine dengan antibiotik seperti amoxicillin, erythromycin, atau cefuroxime secara bersamaan dapat meningkatkan penyerapan antibiotik.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui oleh BPOM.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bromhexine?mtype=generic
Diakses pada 7 September 2022
 
Humanitas. https://www.humanitas.net/wiki/active-ingredients/bromhexine/
Diakses pada 7 September 2022
 
RxWiki. https://www.rxwiki.com/bromhexine
Diakses pada 7 September 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email