Bricasma Turbuhaler 0,5 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Bricasma turbuhaler adalah inhaler yang digunakan untuk mengatasi asma, bronkitis, dan emfisema.

Deskripsi obat

Bricasma turbuhaler adalah jenis inhaler yang digunakan untuk mengatasi asma, bronkitis, dan emfisema. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bricasma turbuhaler mengandung zat aktif terbutalin sulfat.

Bricasma Turbuhaler 0,5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 145.024/box
Kandungan utamaTerbutalin sulfat.
Kelas terapiAntiasma dan bronkodilator.
Klasifikasi obatBeta-2 Agonis.
Kemasan1 box isi 1 box @ 100 dose
ProdusenAstra Zeneca

Informasi zat aktif

Terbutalin bekerja langsung pada reseptor beta2-adrenergik untuk mengendurkan otot polos saluran napas (bronkus), menghilangkan penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme) dan mengurangi hambatan di saluran napas (resistensi saluran napas).

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, terbutalin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Sekitar 33-50% dari dosis oral diserap melalui saluran cerna.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati menjadi senyawa tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui urin dan feses sebagai sulfat tidak aktif dan obat tidak berubah.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Perdangan kronis pada saluran udara (asma).
  • Infeksi yang menyebabkan perdangan pada saluran bronkus (bronkitis).
  • Kerusakan kantong udara (emfisema).

Terbutalin bekerja langsung pada reseptor beta2-adrenergik untuk mengendurkan otot polos saluran napas (bronkus), menghilangkan penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme) dan mengurangi hambatan di saluran napas (resistensi saluran napas).

Komposisi obat

Terbutalin sulfat 0,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: ½-1 inhalasi sebanyak yang diperlukan atau bila digunakan sebagai terapi pemeliharaan, gunakan setiap 6 jam.

  • Kasus berat: Dosis tunggal dapat ditingkatkan hingga 3 inhalasi.
  • Dosis maksimal: 4 inhalasi dalam 24 jam.

Anak-anak 7-12 tahun: ½-1 inhalasi sebanyak yang diperlukan atau bila digunakan sebagai terapi pemeliharaan, gunakan setiap 6 jam.

  • Kasus berat: Dosis tunggal dapat ditingkatkan hingga 2 inhalasi.
  • Dosis maksimal: 2 mg atau sebanyak 4 inhalasi.

Aturan pakai obat

  • Buka sekrup dan angkat penutupnya.
  • Pegang inhaler dengan tegak, jangan memegang inhaler di dekat corong.
  • Putar pegangan biru sejauh mungkin ke satu arah (searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam).
  • Pada titik tertentu saat Anda memutar pegangan, Anda akan mendengar bunyi "klik".
  • Hembuskan napas, dengan mulut menjauh dari corong. Kemudian, letakkan corong dengan lembut di antara gigi Anda.
  • Sekarang tutup bibir Anda di atas corong.
  • Tarik napas dalam dan sekuat yang Anda bisa.
  • Sebelum Anda mengeluarkan napas, ingatlah untuk mengeluarkan inhaler dari mulut Anda.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Cobalah untuk menempatkan bantalan panas atau botol berisi air panas tertutup di atas perut Anda.
  • Mual atau muntah.
    Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Konsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pedas. Jika mual yang dirasakan semakin memburuk, hubungi dokter.
  • Pusing.
    Segeralah berbaringlah jika Anda merasa pusing agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Sakit kepala.
    Konsumsi banyak cairan dan berisitirahat yang cukup, hindari mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping mengantuk serta mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Berkeringat.
  • Gatal-gatal.
  • Ruam kulit.
  • Kram otot sesekali.
  • Sulit tidur.
  • Mengantuk.
  • Gugup.
  • Gelisah.
  • Perasaan marah atau gelisah (agitasi).
  • Hiperaktif.
  • Gemetar.
  • Kelemahan.

Perhatian Khusus

  • Semua masalah kesehatan yang Anda miliki sekarang atau pernah Anda alami, seperti:
    • Masalah jantung seperti detak jantung tidak teratur atau nyeri dada.
    • Tekanan darah tinggi.
    • Kencing manis (diabetes).
    • Masalah tiroid.
    • Riwayat kejang.
    • Rendahnya kadar kalium dalam darah.
  • Pasien berusia di atas 65 tahun.
  • Wanita hamil, wanita yang berencana untuk hamil, atau ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan bricasma turbuhaler pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap terbutalin sulfat.
  • Pasien yang memiliki masalah detak jantung yang cepat lebih dari 100 denyut per menit (takiaritmia).
  • Untuk mengobati atau mencegah persalinan prematur atau keguguran.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Agen penghambat reseptor beta.
    Penggunaan bersama dengan obat penghambat reseptor beta dapat men menghambat efek melebarkan saluran napas (bronkodilatasi).
  • Diuretik, metil xantin, kortikosteroid.
    Penggunaan bersama dengan salah satu obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia jantung).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Dosis yang terlewat.
    Bricasma turbuheler harus digunakan sesuai kebutuhan daripada secara teratur. Namun, jika sudah diresepkan pengobatan rutin dan Anda lupa untuk menggunakan satu dosis, segera gunakan setelah Anda ingat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera temui dokter, jika:

  • Dosis biasa Anda tidak meredakan nyeri.
  • Kondisi pernapasan Anda semakin buruk.
  • Efek satu dosis bertahan kurang dari tiga jam.
  • Kadar kalium rendah dalam darah yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur atau kelemahan otot dan kejang.
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur untuk waktu yang lama.
  • Nyeri dada yang berhubungan dengan masalah jantung dan sesak napas (iskemia miokard).

Berhenti minum obat dan cari pertolongan medis darurat, jika:

  • Bronkospasme paradoksikal yang ditandai dengan sesak napas, dada sesak yang menyebabkan mengi segera setelah menghirup inhaler Anda.
  • Reaksi Alergi yang menyebabkan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan, kesulitan menelan atau bernafas (atau ruam dan gatal-gatal yang dikombinasikan dengan yang di atas).

 

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bricasma
Diakses pada 7 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/terbutaline?mtype=generic
Diakses pada 7 Oktober 2020

Astra Zeneca. https://www.astrazeneca.ca/content/dam/az-ca/downloads/productinformation/bricanyl-turbuhaler-consumer-information-leaflet-en.pdf
Diakses pada 7 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t012.html
Diakses pada 7 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Semprotan Merica: Kegunaan, Efek Samping, dan Cara Membuatnya

Semprotan merica bisa digunakan sebagai pelindung dari tindak kriminalitas yang mungkin terjadi di jalanan. Tak sulit mendapatkannya, Anda bisa membuatnya sendiri.
19 Apr 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Semprotan Merica: Kegunaan, Efek Samping, dan Cara Membuatnya

Mengenal HCU dan Fungsinya untuk Pasien, Ini Penjelasan Lengkapnya

HCU adalah unit perawatan rawat inap bagi pasien dengan kondisi stabil dan sadar, tapi masih memerlukan pengobatan dan perawatan secara ketat. Apakah biaya perawatan di sana ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
02 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Mengenal HCU dan Fungsinya untuk Pasien, Ini Penjelasan Lengkapnya

6 Penyebab Batuk Berdahak pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua

Penyebab batuk berdahak pada bayi bermacam-macam, mulai dari penyakit ringan hingga berat. Untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi, Anda harus memastikan terlebih dahulu penyebabnya.
07 Aug 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
6 Penyebab Batuk Berdahak pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua