Brainolin Tablet 500 mg

16 Des 2020| Dea Febriyani
Brainolin tablet adalah obat yang digunakan untuk penyakit stroke dan gangguan fungsi kognitif.

Deskripsi obat

Brainolin tablet adalah obat yang digunakan untuk penyakit stroke dan gangguan fungsi kognitif seperti penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan bicara (alzheimer) dan penurunan daya ingat (demensia). Obat ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Brainolin tablet mengandung zat aktif sitikolin.

Brainolin Tablet 500 mg
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSitikolin.
Kelas terapiPsikostimulan dan nootropik.
Klasifikasi obatNootropik dan neurotonik atau neurotropik.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 6 tablet (500 mg)
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Sitikolin adalah nukleosida endogen alami yang terlibat dalam biosintesis lesitin. Sitikolin berkerja dengan meningkatkan produksi fosfatidilkolin (fosfolipid membran saraf utama) dan meningkatkan produksi asetilkolin. Sitikolin dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen di otak.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sitikolin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi dengan cepat di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) adalah 90% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1 jam setelah pemberian oral diikuti oleh puncak kedua pada 24 jam setelah pemberian dosis.
  • Distribusi: Didistribusikan ke seluruh tubuh, melintasi sawar darah otak.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan dinding usus melalui hidrolisis menjadi kolin dan sitidin.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui pernapasan CO2 dan urin. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 71 jam melalui urin dan 56 jam melalui pernapasan CO2.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Penyakit stroke.
  • Gangguan fungsi kognitif seperti penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan bicara (alzheimer).
  • Penurunan daya ingat (demensia).

Sitikolin adalah nukleosida endogen alami yang terlibat dalam biosintesis lesitin yang bekerja meningkatkan sintesis fosfatidilkolin (fosfolipid membran saraf utama) dan meningkatkan produksi asetilkolin sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan konsumsi oksigen di otak.

Komposisi obat

Sitikolin 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 500 mg/hari atau sebanyak 2 kali/hari atau dosis 1000 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Cobalah minum banyak air dan mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare, mual, sakit perut.
    Jika Anda merasa efek samping tersebut, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang sederhana dan cobalah minum banyak air.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah dan sayuran segar dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga, misalnya dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Mengantuk.
    Minum sitikolin di malam hari dan kurangi jumlah alkohol yang Anda minum. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa mengantuk. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dengan dokter Anda.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Ruam kulit.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Pengelihatan kabur.
  • Nyeri dada.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan kesadaran akut, berat, dan progresif.
  • Pasien dengan yang melakukan terapi bersamaan dengan obat pelepas tekanan hemostatik atau intrakranial atau penggunaan tindakan untuk menjaga suhu tubuh tetap rendah.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori N: Keamanan penggunaan erdomex kapsul pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang mengalami ketegangan otot yang tinggi dan menurunnya kemampuan otot (hipertonia) pada sistem saraf parasimpatis.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Levodopa.
    Penggunaan bersama sitikolin akan memperkuat efek levodopa.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/brainolin
Diakses pada 25 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/citicoline?mtype=generic
Diakses pada 25 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1090/citicoline
Diakses pada 25 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email