Botulinum Toxin

27 Apr 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Virly
Botulinum toxin digunakan untuk membantu melemaskan otot

Botulinum toxin digunakan untuk membantu melemaskan otot

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Botox, Lanzox

Deskripsi obat

Botulinum toxin digunakan untuk membantu melemaskan otot. Dalam bidang kecantikan, botulinum toxin atau toksin botulinum biasa disebut botoks.

Botoks adalah suntikan populer yang dapat mengurangi atau menghilangkan garis-garis halus dan kerutan pada wajah untuk sementara waktu. Area yang paling sering dirawat adalah garis kerutan, misalnya di dekat mata dan area lipatan dahi.

Efek suntikan botoks umumnya akan bertahan sekitar tiga hingga dua belas bulan. Penggunaan injeksi ini juga dapat memberikan samping. Efek samping yang umum terjadi di antaranya nyeri, bengkak, atau memar di tempat suntikan.

Botulinum Toxin (Toksin Botulinum)
GolonganKelas terapi: Pelemas otot
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan toxin botulinum adalah:

  • Mulut kering
    Cobalah mengunyah permen karet atau permen bebas gula.
  • Kesulitan menelan
  • Sesak napas
  • Rasa nyeri dan terbakar ketika berkemih
  • Infeksi saluran kemih
  • Iritasi mata
  • Penglihatan ganda
  • Mata kering
  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Keringat berlebih pada bagian selain ketiak

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan toxin botulinum pada:

  • Penderita penyakit jantung
  • Penderita gangguan pembuluh darah
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah
  • Pasien lanjut usia

Jangan digunakan lebih dari tiga bulan sekali.

Penyimpanan

Simpan sesuai petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan toxin botulinum pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap komponen dalam obat ini
  • Gangguan otot, seperti kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Gangguan keloid
  • Kehamilan dan menyusui
  • Kelumpuhan otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah miring atau turun (Bell's palsy)

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan toxin botulinum pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang semakin parah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi toxin botulinum dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Aminoglikosida, lincosamide, polimiksin, magnesium sulfat, dan antikolinesterase
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek toksin botulinum.
  • Quinine, klorokuin, dan hidroksiklorokuin
    Penggunaan toxin botulinum dengan obat di atas dapat menurunkan efektivitas toksin botulinum.
  • Penghambat kanal kalsium dan obat pengencer darah (warfarin dan aspirin)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya lebam.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/botox
Diakses pada 31 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/botox.html
Diakses pada 31 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/botox-drug.htm
Diakses pada 31 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/multiple-sclerosis/qa/what-is-botulinum-toxin
Diakses pada 31 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email