Bodrex flu & batuk berdahak PE sirup 60 ml

Bodrex flu & batuk berdahak PE sirup 60 ml adalah obat untuk meredakan gejala flu.
Bodrex flu & batuk berdahak PE sirup 60 ml adalah obat untuk meredakan gejala flu.
Bodrex flu & batuk berdahak PE sirup 60 ml adalah obat untuk meredakan gejala flu.
Bodrex flu & batuk berdahak PE sirup 60 ml adalah obat untuk meredakan gejala flu.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 9.891/ botol (60 ml)
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Tempo Scan Pacific

Bodrex flu & batuk berdahak PE adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala flu. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif paracetamol, phenylephrine HCI, guaifenesin, bromhexine HCl.

Membantu meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk berdahak.

  • Tiap 5 ml:
    • Paracetamol 150 mg.
    • Phenylepherine HCI 3,5 mg.
    • Guaifenesin 50 mg.
    • Bromhexine HCI 2,6 mg.

15 ml sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi setelah makan.

  • Gangguan pencernaan:
    • Sulit tidur (insomia).
    • Gelisah.
    • Terangsang (eksitasi).
    • Gerakan yang tidak terkontrol dan tidak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh(tremor).
    • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardi).
    • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
    • Mulut kering.
    • Jantung berdegup dengan kencang (palpitasi).
    • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urine).
  • Ganguan sistem kekebalan tubuh:
    • Reaksi hipersensitivitas.
    • Reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Gangguan kulit dan bawah kulit:
    • Ruam.
    • Ruam kulit yang menonjol dan gatal (urtikaria).
    • Reaksi kulit serius (eritema multiforme, sindroma Stevens-Johnson/neokrolisis epiderma toksis dan pustulosis exanthema akut).
  • Penderita hipersensitif dengan kandungan obat ini.
  • Penderita ganguan fungsi hati.
  • Penderita gangguan jantung.
  • Penderita kencing manis (diabetes militus).
  • Penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain.
  • Penderita tekanan darah tinggi berat.
  • Pasien terapi obat anti depresan tipe penghambat MOA.
  • Pasien berpotensi terkena stroke.
  • Penderita usia lanjut.
  • Obat antidepresan.
  • Penghambat MAO.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait