Bodrex Extra Kaplet

Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Bodrex Extra kaplet adalah obat untuk meringankan sakit kepala dan sakit gigi serta menurunkan demam

Deskripsi obat

Bodrex Extra kaplet adalah obat untuk meringankan nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, dan sakit pada telinga, serta menurunkan demam. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas.

Bodrex Extra kaplet memiliki kandungan zat aktif paracetamol, ibuprofen, dan kafein. Paracetamol adalah pereda nyeri dan demam. Obat ini digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Kondisi umum yang diobati dengan paracetamol, antara lain sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, sakit tenggorokan, pilek, flu, dan demam.
Ibuprofen digunakan untuk mengurangi demam dan mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan berbagai kondisi, seperti artritis, kram menstruasi, atau cedera ringan.

Sementara, kafein adalah obat yang digunakan untuk mengatasi migrain dan sakit kepala.

Bodrex Extra Kaplet
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 48.727/box (25 strip) per Maret 2019
Kandungan utamaParacetamol, ibuprofen, dan caffeine.
Kelas terapiAnalgetik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 25 strip @ 4 kaplet
ProdusenTempo Scan Pacific

Informasi zat aktif

Paracetamol bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia, yaitu prostaglandin, yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan di otak. Obat ini mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Parasetamol diserap dengan baik setelah pemberian oral dan waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma adalah 10-60 menit.
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah, 60-80% sebagai metabolit glukuronida, dan 20-30% sebagai metabolit sulfat. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 1-3 jam.

Ibuprofen merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi zat alami tertentu di tubuh yang menyebabkan gejala peradangan, seperti pembengkakan, nyeri, dan demam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran cerna. Asupan makanan menurunkan tingkat penyerapan.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (45-80% sebagai metabolit, sekitar 1% sebagai obat tidak berubah) dan kotoran. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 2 jam.

Caffeine atau kafein digunakan untuk mengembalikan kewaspadaan mental, sehingga tubuh akan tetap terjaga saat kelelahan atau mengantuk. Kandungan caffeine juga ditemukan dalam beberapa obat sakit kepala dan migrain.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, caffeine memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap setelah diberikan secara oral.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Dimetabolisme hampir seluruhnya di hati.
  • Ekskresi: Diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang, misalnya sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, dan sakit tenggorokan.
  • Membantu menurunkan demam.
  • Mengatasi migrain atau sakit kepala sebelah.

Bodrex adalah obat yang mengandung ibuprofen, paracetamol, dan kafein. Paracetamol dan ibuprofen memiliki sifat analgesik atau pereda nyeri, antipiretik atau penurun demam, dan antiinflamasi atau pereda peradangan.

Sifat meringankan rasa nyeri yang dimiliki kedua kandungan tersebut meningkat saat dikombinasikan dengan kandungan kafein.

Komposisi obat

  • Paracetamol 350 mg.
  • Ibuprofen 200 mg.
  • Caffeine 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: ½-1 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi setelah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Nyeri pada ulu hati.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Gangguan darah.
  • Penurunan trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah limfosit dalam darah (limfopenia).
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati.
  • Penurunan ketajaman penglihatan.
  • Kesulitan membedakan warna.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien dengan gangguan jantung.
  • Pasien penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang memiliki penyakit lupus (systemic lupus erythematosus).
  • Pasien yang mengalami gangguan keseimbangan cairan tubuh.
  • Pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat luka pada saluran pencernaan.
  • Hindari penggunaan obat ini bersama warfarin.

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Bodrex kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen Bodrex Extra kaplet.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung atau usus 12 jari yang berat dan aktif.
  • Pasien yang mengonsumsi obat golongan acetosal atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSID) lainnya yang dapat menyebabkan gejala asma, rhinitis alergi, atau ruam pada kulit.
  • Wanita hamil trimester ketiga.
  • Pasien yang mengonsumsi obat methotrexate atau lithium.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoclopramide.
    Penggunaan bersama metoclopramide dapat meningkatkan efek analgesik atau pereda nyeri.
  • Carbamazepine, phenobarbital, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan risiko kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide.
    Obat di atas dapat mengurangi efektivitas paracetamol dalam menurunkan demam dan meredakan nyeri.
  • Antikoagulan, seperti warfarin dan kumarin.
    Paracetamol dan ibuprofen meningkatkan efek antikoagulan dalam menghambat pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • ACE inhibitor.
    Ibuprofen dapat menurunkan efektivitas obat golongan ACE inhibitor dalam menurunkan tekanan darah.
  • Aspirin.
    Penggunaan ibuprofen bersama warfarin dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti minum paracetamol dan hubungi dokter jika mengalami:

  • Sakit tenggorokan setelah 2 hari penggunaan.
  • Demam setelah 3 hari penggunaan.
  • Nyeri setelah 7 hari penggunaan, atau 5 hari untuk anak-anak.
  • Ruam kulit, sakit kepala terus-menerus, mual, muntah, serta kemerahan atau bengkak.

Sesuai kemasan per Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 8 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 8 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 8 Januari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161071
Diakses pada 8 Januari 2021

Medicinet. https://www.medicinenet.com/ibuprofen/article.htm
Diakses pada 8 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html
Diakses pada 8 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-relief/ibuprofen-advil-side-effects
Diakses pada 8 Januari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/ibuprofen
Diakses pada 8 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details
Diakses pada 8 Januari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_acetaminophen_tylenol/drugs-condition.htm
Diakses pada 8 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html
Diakses pada 8 Januari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada 8 Januari 2021

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a004.html
Diakses pada 8 Januari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 8 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/caffeine.html
Diakses pada 8 Januari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/285194
Diakses pada 8 Januari 2021

Medicinet. https://www.medicinenet.com/acetaminophen/article.htm
Diakses pada 8 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email