Blesifen tablet 50 mg obat untuk mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan.
Blesifen tablet 50 mg obat untuk mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan.
Blesifen tablet 50 mg obat untuk mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan.
Blesifen tablet 50 mg obat untuk mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 337.700/box (50 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen Sanbe Farma

Blesifen adalah obat untuk mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan dan merangsang produk sperma pria yang infertil pada penderita oligospermia. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Blesifen mengandung zat aktif klomifen sitrat.

Merangsang produk sperma pria yang infertil pada penderita yang jumlah sperma sedikit (oligospermia) dan mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan, termasuk penderita:

  • Gangguan keseimbangan kadar hormonal (sindrom polycytic ovary).
  • Kondisi ketika ketiadaan periode menstruasi (amenorea) seperti sindrom amenore galaktorea, amenore psikogenik, post-oral contraceptive amenorrhea.

Klomifen sitrat 50 mg

Dosis awal: 1 tablet/hari selama 5 hari
Dosis lanjutan: 1-2 tablet/hari selama 5 hari.

Oligospermia: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari selama 40-90 hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Penderita yang hipersensitif terhadap klomifen sitrat.
  • Perdarahan rahim abnormal.
  • Pembesaran indung telur (ovarium).
  • Gangguan kelenjar anak ginjal (adrenal) atau salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia (tiroid).
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Penderita penyakit hati.
  • Penderita gangguan fungsi hati.
  • Penderita lesi intrakranial organik, tumor ini dapat menyebabkan tekanan pada otak yang berakibat pada sakit kepala dan gejala-gejala lain (tumor pituitari).
  • Pengobatan dengan klomifen sitrat dapat menimbulkan penglihatan kabur atau gangguan penglihatan lainnya.
  • Kemungkinan terjadinya kehamilan kembar dua atau lebih (multipel).

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait